TEKNOLOGI-PERBANYAKAN-ANTHURIUM-(ANTHURIUM-ANDREANUM--LINDEN-EX-ANDRE)--SECARA-IN-VITRO-MELALUI-INISIASI-DAN-PROLIFERASI-TUNAS-ADVENTIF-BAG.-1-(1/2)

  • TEKNOLOGI PERBANYAKAN ANTHURIUM (ANTHURIUM ANDREANUM LINDEN EX ANDRE) SECARA IN VITRO MELALUI INISIASI DAN PROLIFERASI TUNAS ADVENTIF BAG. 1 (1/2)

  • ditulis tgl : 03 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 201 kali

    Share On Twitter

    Anthurium andreanum Linden ex André merupakan tanaman hias penting, di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dimanfaatkan oleh konsumen baik sebagai bunga potong maupun tanaman pot (Martin et al., 2003; Raad et al., 2012). Species dan hybrid anthurium memiliki bunga yang sangat menarik, warna yang bervariasi, daya simpan yang lama dengan daun yang eksotik (Aswath dan Biswas, 1999; Budhiprawira dan Saraswati, 2006). 

    Struktur yang umumnya disebut bunga merupakan kombinasi antara spate (modifikasi daun dengan beragam warna) dan spadik berisi ratusan bunga-bunga kecil yang tersusun berurutan membentuk spiral pada tongkol bunga yang memanjang (Kamemoto dan Kuehnle, 1996).

    Secara konvensional tanaman ini diperbanyak melalui biji, pemisahan anakan, dan stek batang (Atak and Celik, 2009; Raad et al., 2012).

    Perbanyakan biji menghasilkan keturunan yang beragam, sementara pemisahan anakan dan stek batang menghasilkan tanaman baru yang identik dengan tanaman induknya dalam jumlah yang rendah (Viégas et al., 2007).

    Untuk tujuan komersial dan penyediaan tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan seragam, cara konvensional tersebut tidak dapat digunakan. 

    Teknologi perbanyakan secara in vitro memiliki peluang yang lebih baik untuk diaplikasikan dan mengatasi keterbatasan tersebut. 

    Beberapa teknologi perbanyakan anthurium secara in vitro telah dikembangkan dan dilaporkan oleh peneliti sebelumnya, seperti pada A. andreanum  Flamingo (Viegas et al., 2007), Agnihothri (Bejoy et al., 2008), Arizona dan Sumi (Atak dan Celik, 2009), Nitta (Alam et al., 2010), Casino dan Antadra (Raad et al., 2012). Sementara pada varietas Tropical belum pernah dilaporkan.  

    Teknologi perbanyakan A. andreanum  Tropical secara in vitro melalui inisiasi dan proliferasi tunas adventif yang telah berhasil dikembangkan (Winarto, 2007; Winarto, 2010). 

    Teknologi tersebut terdiri atas (1) tanaman donor dan pemanenan eksplan, (2) sterilisasi eksplan, (3) inisiasi tunas adventif, (4) regenerasi dan perbanyakan tunas adventif, (5) penyiapan plantlets dan (5) aklimatisasi plantlets.

    Daun muda yang masih menggulung atau baru diberi pra-perlakuan dengan meletakkan eksplan di bawah air mengalir selama 1-2 jam. Eksplan selanjutnya direndam dalam 1% larutan pestisida (50% benomyl dan 20% kanamycin sulfat) selama 30 menit sambil digojok, kemudian dibilas beberapa kali dengan air hingga bersih. Eksplan kemudian dibawa ke dalam laminar air flow cabinet dan disterilisasi dengan 70% alkohol selama 5 menit, 1% (5,25% NaOCl) yang telah ditambah dengan beberapa tetes Tween 20 selama 10 menit, 0,5% NaOCl selama 5 menit dan terakhir dengan dibilas dengan air destilata steril 5-6x (@ 3-5 menit). Eksplan ditiriskan beberapa saat dalam botol sterilisasi yang ditutup ujungnya dengan tisu steril untuk mengurangi jumlah air yang menempel pada permukaan eksplan.
    Setelah sterilisasi, eksplan diambil dan diletakkan diatas cawan Petri steril. Pinggir eksplan yang rusak dipotong dan dibuang menggunakan pisau kultur. Daun kemudian dipotong-potong dengan ukuran ± 1-1,5 cm dan 0,5-1 cm untuk petiol. Eksplan dilukai menggunakan ujung pisau kultur untuk meningkatkan potensi inisiasi kalus, ditanam pada media inisiasi dengan posisi terbalik dan sedikit ditekan.

    Inisiasi tunas adventif dilakukan dengan cara menanam eksplan baik potongan daun maupun petiol pada medium NWT yang ditambah dengan 0,1 mg/l 2,4-D, 0,02 mg/l NAA, 1,5 mg/l TDZ, 0,75 mg/l BA, 30 g/l sukrosa dan 2 g/l gelrite. Kultur disimpan dalam ruang gelap selama 1,5-2 bulan. Kalus umumnya akan terbentuk pada semua bagian eksplan yang mengalami pelukaan. Ukuran kalus bervariasi tergantung respon tiap varietas. Kalus yang terbentuk adalah kalus organogenik yang mudah diregenerasi membentuk tunas adventif. (irm)
    bersambung..

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,