• GLIOCOMPOST PLUS
  • ditulis tgl : 01 Juni 2019, telah dibaca sebanyak : 54 kali


    Gambar malas ngoding

    Pupuk hayati yang berfungsi sebagai biopestisida, memiliki bahan Aktif Gliocladium sp dan Mikrob penambat unsur hara

    Membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan menanggulangi berbagai penyakit tanaman seperti: Layu Fusarium sp., Phomopsis sclerotioides, Pythium, Rhizoctonia solani, Sclerotinia sclerotiorum pada tanaman hias, sayuran dan buah.

    Keunggulan pupuk hayati ini Tidak meninggalkan racun bagi tanaman
    Aman terhadap lingkungan, Dapat mensubstitusi pupuk dan pestisida sintetis sebesar 50%

    Cara aplikasi:
    1 bagian Gliocompost dicampur dengan 19 bagian pupuk kandang, kemudian fermentasikan selama 10 hari. Aplikasikan dengan cara sebar rata  di atas pupuk kandang di lapangan. Langsung sebagai media pesemaian, disebar dengan dosis 100 g/4 m2 atau 2 g/kg media tanah ( dosis 20 kg/h). Aplikasi pupuk hayati Gliocompost di lapangan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu  aplikasi pertama pada saat perlakuan benih (pesemaian), dan aplikasi kedua dilakukan pada satu hari sebelum/saat tanam.

    Gliocompost Plus telah diuji efikasi pada berbagai jenis penyakit pada tanaman krisan, cabai dan lainnya.(irm)
    • 18 Juni 2019

      Gliocompost


      GLIOCOMPOST memilik bahan Aktif Gliocladium sp dan Mikrob penambat unsur hara, Pupuk hayati ini berfungsi sebagai biopestisida yang dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan menanggulangi berbagai penyakit tanaman diantaranya mampu mengendalikan Layu Fusarium sp., Phomopsis sclerotioides, Pythium, Rhizoctonia solani dan Sclerotinia sclerotiorum pada tanaman hias, sayuran dan buah.

      Keunggulan pupuk ini
    • 17 Juni 2019

      Tapeinochilos ananassae


      Tanaman ini termasuk herba perenial yang mempunyai rhizoma tidak aromatik. Tinggi tanaman bisa mencapai 2 - 4 m Rhizoma berdaging. Daun tersusun spiral, dengan lamina tunggal, berbentuk lonjong dengan permukaan daun licin. Cabang udara sekunder muncul dari ketiak daun dan selanjutnya akan muncul pula cabang udara tersier dari cabang sekunder dan akan berakhir dengan cabang udara kwarter yang muncul dari cabang  tersier. Daun terkonsentrasi pada batang bagian
    • 16 Juni 2019

      Anthurium reflexinervum


      Anthurium reflexinervum termasuk kedalam famili Araceae, sebaran geografis tanaman hias ini mencakup Negara Peru dan Ecuador, kondisi saat ini sudah termasuk langka.

      Tumbuhan ini merupakan herba semi perennial. Tinggi tanaman bisa mencapai  50-60 cm dengan batang yang relatif sangat pendek. Spesies ini unik karena memiliki daun yang sangat dramatik, kerutannya kuat dan indah. Tumbuhan ini langka sehingga sangat
    • 14 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 2 (2/2)


      Penananan
      Untuk pot berdiameter 15 cm, tiap pot ditanam 5-6 setek Setek ditanam dangkal pada media, sehingga akar tanaman hanya sedikit tertutup tanah. Bentuk tanaman yang baik diperoleh jika setek ditanam menyudut, sehingga tanaman dapat tumbuh menyandar dan keluar dari pinggiran pot.

      Pemupukan
      Pemupukan harus segera diberikan pada media tanam  setelah setek dipindah ke pot. Pemupukan dapat dilakukan bersama air
    • 13 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 1 (1/2)


      Krisan pot merupakan tanaman pot yang paling populer diantara tanaman pot berbunga lain.Tanaman ini mempunyai keunggulan antara lain dapat diproduksi sepanjang tahun, waktu produksi dan pembungaan dapat diatur, penanganan tanaman dan kontrol kualitas  relatif mudah sebab mempunyai umur keragaan yang cukup lama.
      12 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 2 (2/2)


      Tanaman donor yang digunakan adalah D. caryophyllus  ‘Maldives’ dalam bentuk stek tunas lateral yang berumur +- 6 bulan. Stek ditanam dalam polybag (diameter 20 cm) yang berisi campuran arang sekam dan humus (1:1, v/v) dan ditempatkan dalam rumah kaca.
      Tanaman donor dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali.
      Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit
    • 11 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 1 (1/2)


      Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) merupakan salah satu bunga potong penting yang dibudidayakan di seluruh dunia dan masuk dalam peringkat puncak bunga potong dunia (Duhoky et al., 2009). 
      Bunga anyelir memiliki bentuk yang menarik, variasi ukuran, kaya warna baik tunggal maupun banyak warna (multicolors) dengan daya simpan yang cukup lama (Danial et al., 2009), namun pengembangan tanaman ini, termasuk di Indonesia sering diperhadapkan pada masalah keterbatasan