METODE-PERBANYAKAN-TANAMAN-SECARA-IN-VITRO

  • METODE PERBANYAKAN TANAMAN SECARA IN VITRO

  • ditulis tgl : 31 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 667 kali

    Share On Twitter


    Perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui beberapa metode, diantaranya adalah pembentukan (1) tunas aksiler dan (2) tunas adventif. 

    Pembentukan tunas aksiler dapat dilakukan menggunakan (1) tunas pucuk (kultur tunas atau meristem) dan (2) tunas lateral (kultur nodus). Aplikasi pembentukan tunas aksiler pada perbanyakan tanaman secara in vitro dapat menghasilkan tanaman baru yang identik dengan induknya (true-to-type) pada persentase yang sangat tinggi. Sedangkan aplikasi pembentukan tunas adventif menghasilkan tanaman baru dengan persentase true-to-type yang lebih rendah, terlebih jika terdapat aplikasi ZPT tanaman yang berlebihan.

    Selain metode tersebut, dalam perbanyakan tanaman secara in vitro juga dikenal kultur kalus, sel dan protoplast. Kultur kalus merupakan metode kultur jaringan tanaman yang sangat penting dibanding metode yang lain. Kultur kalus dapat dikembangkan ke arah: (1) pembentukan akar, tunas maupun plantlet melalui organogenesis dari satu maupun kelompok sel, (2) kultur suspensi sel saat kalus ditumbuhkan dalam kultur cair, (3) pembentukan embrio somatik (somatic embryogenesis) dari satu maupun kelompok sel, dan (4) sel dapat diberi perlakuan untuk menghasilkan kultur protoplas dengan menghilangkan dinding selnya (Hartmann et al., 1997).

    Kultur kalus juga merupakan metode kultur jaringan yang penting dalam pemuliaan tanaman karena dapat menginduksi adanya variasi somaklonal sebagai akibat dari aplikasi penggunaan ZPT.

    Aplikasi beberapa metode perbanyakan tanaman secara in vitro tersebut yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur dengan memerhatikan berbagai faktor yang berpengaruh dapat menghasilkan teknologi perbanyakan. Mengingat setiap jenis tanaman dan/atau eksplan memiliki respon dan membutuhkan kondisi yang spesifik dalam kultur jaringan, maka setiap jenis tanaman dan/atau eksplan akan menghasilkan teknologi perbanyakan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, seperti yang diuraikan dalam buku ini. Teknologi terdiri dari atas (1) tanaman donor dan pemanenan eksplan, (2) sterilisasi dan penyiapan eksplan, (3) inisiasi tunas adventif/aksiler/embrio/plb, (4) regenerasi dan/atau perbanyakan tunas adventif/aksiler/embrio/plb, (5) penyiapan plantlets dan (5) aklimatisasi plantlets.  (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Clitoria ternatea, Etlingera elatior dan Euphorbia hirta Diminati Jepang

      11 April 2020
      Kamis (9/4) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan tindak lanjut kerjasama dengan Hirata Corp Japan mengenai kolaborasi berkelanjutan pengembangan produk untuk dijadikan sebagai bahan pewarna makanan, kosmetik & perlengkapan mandi serta pemanfaatannya untuk farmasi.Salah satu produk yang ditawarkan untuk dikembangkan dalam usulan kerjasama tersebut adalah jenis tanaman hias endemik Indonesia yg  potensial
    • Video Conference, Metode Yang Diterapkan Balitbangtan dalam Penanggulagan covid-19

      10 April 2020
      Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut menerapkan berbagai kebijakan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 ini diantara dengan membagikan alat pelindung diru (APD) seperti pembagian hand sanitizer, hand soap dan disinfektan kepada masyarakat yang sebelumnya APD tersebut telah diuji terlebih dahulu di laboratorium Balitbangtan.Penerapan kebijakan lain yang dilakukan Balitbangtan
    • Perhatian Balitbangtan Terhadap Dunia Medis dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid19

      08 April 2020
      Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID19) yaitu dengan dilakukannya pemberian paket bantuan terhadap tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 pada Jumat (3/4/20).Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada masing-masing perwakilan dari empat rumah sakit yang berada di wilayah Bogor, yakni RSUD Kota Bogor, RSUD
    • Balithi Dukung Program Pemberantasan Covid-19

      01 April 2020
      Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sebagai salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Pertanian turut berperan aktif dalam melaksanakan arahan Pemerintah RI dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) diantaranya dengan melakukan program Bekerja Dari Rumah (Work From Home) dengan sistem bagi piket dikalangan karyawan, pembagian vitamin kepada seluruh karyawan untuk persediaan selama 30 hari, pembagian masker serta penempatan hand sanitizer di setiap ruang kerja