METODE-PERBANYAKAN-TANAMAN-SECARA-IN-VITRO

  • METODE PERBANYAKAN TANAMAN SECARA IN VITRO

  • ditulis tgl : 31 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 249 kali

    Share On Twitter


    Perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui beberapa metode, diantaranya adalah pembentukan (1) tunas aksiler dan (2) tunas adventif. 

    Pembentukan tunas aksiler dapat dilakukan menggunakan (1) tunas pucuk (kultur tunas atau meristem) dan (2) tunas lateral (kultur nodus). Aplikasi pembentukan tunas aksiler pada perbanyakan tanaman secara in vitro dapat menghasilkan tanaman baru yang identik dengan induknya (true-to-type) pada persentase yang sangat tinggi. Sedangkan aplikasi pembentukan tunas adventif menghasilkan tanaman baru dengan persentase true-to-type yang lebih rendah, terlebih jika terdapat aplikasi ZPT tanaman yang berlebihan.

    Selain metode tersebut, dalam perbanyakan tanaman secara in vitro juga dikenal kultur kalus, sel dan protoplast. Kultur kalus merupakan metode kultur jaringan tanaman yang sangat penting dibanding metode yang lain. Kultur kalus dapat dikembangkan ke arah: (1) pembentukan akar, tunas maupun plantlet melalui organogenesis dari satu maupun kelompok sel, (2) kultur suspensi sel saat kalus ditumbuhkan dalam kultur cair, (3) pembentukan embrio somatik (somatic embryogenesis) dari satu maupun kelompok sel, dan (4) sel dapat diberi perlakuan untuk menghasilkan kultur protoplas dengan menghilangkan dinding selnya (Hartmann et al., 1997).

    Kultur kalus juga merupakan metode kultur jaringan yang penting dalam pemuliaan tanaman karena dapat menginduksi adanya variasi somaklonal sebagai akibat dari aplikasi penggunaan ZPT.

    Aplikasi beberapa metode perbanyakan tanaman secara in vitro tersebut yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur dengan memerhatikan berbagai faktor yang berpengaruh dapat menghasilkan teknologi perbanyakan. Mengingat setiap jenis tanaman dan/atau eksplan memiliki respon dan membutuhkan kondisi yang spesifik dalam kultur jaringan, maka setiap jenis tanaman dan/atau eksplan akan menghasilkan teknologi perbanyakan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, seperti yang diuraikan dalam buku ini. Teknologi terdiri dari atas (1) tanaman donor dan pemanenan eksplan, (2) sterilisasi dan penyiapan eksplan, (3) inisiasi tunas adventif/aksiler/embrio/plb, (4) regenerasi dan/atau perbanyakan tunas adventif/aksiler/embrio/plb, (5) penyiapan plantlets dan (5) aklimatisasi plantlets.  (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,