BUDIDAYA-&-PASCAPANEN-LEATHERLEAF-FERN-(RUMOHRA-ADIANTIFORMIS)

  • BUDIDAYA & PASCAPANEN LEATHERLEAF FERN (RUMOHRA ADIANTIFORMIS)

  • ditulis tgl : 30 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 703 kali

    Share On Twitter


    Leatherleaf fern atau Pakis adalah jenis paku-pakuan dengan nama latin Rumohra adiantiformis (G. Forst.) Ching, tergolong dalam famili Polypodiaceae, berasal dari daerah tropis di Amerika tengah dan selatan, Afrika selatan, Madagascar, New Zealand dan Australia. Tanaman ini tergolong tanaman hias yang dimanfaatkan sebagai daun potong.
    Lingkungan tumbuh yang dikehendaki yaitu ketinggian tempat 850-1800 m dpl, suhu 19-27 C, kelembaban relatif 80-90%, intensitas cahaya  berkisar 5000 lux, dan pH tanah 5,5-6,0.
    Persiapan konstruksi naungan
    Intensitas cahaya yang sesuai berkisar  5000 lux, ini dapat dirancang dengan penggunaan naungan net sekitar 75% atau intensitas cahaya yang diterima tanaman 25%. Untuk menjaga keawetan net maka sambungan antar net harus dijahit rapat dengan menggunakan benang khusus dan diberikan penopang kawat bentuk diagonal yang dikaitkan pada tiang penyangga bangunan.
    Di daerah dengan curah hujan tinggi digunakan naungan plastik UV di bawah net.  Bila digunakan plastik UV di  bawah net maka kerapatan net sebaiknya sekitar 55%.
    Persiapan lahan, Pembuatan bedeng tanaman dan Persiapan tanam
    Lahan diolah dengan cara digemburkan pada kedalaman 15 cm. Ukuran bedeng penanaman yaitu lebar 100-120 cm, tinggi 10-15 cm  diatas permukaan tanah. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan pada awal penanaman dengan takaran 2 ton/ha/tahun atau 2 kg/m2/tahun, dan pemberian pupuk kandang dapat diulang setiap tahun. Jarak antar bedeng yaitu 40-60 cm. Tanaman toleran pada pH 5.0-6.0 pH tanah dapat diatur dengan memberikan  dolomit dengan takaran 1120 kg/ha/tahun dan diberikan setiap 3 bulan.
    Bedengan dengan lebar 1 m diisi 3 tanaman, sedang bedengan dengan lebar 1,20 cm diisi 4 tanaman atau jarak antar tanaman 30,5 cm x 30,5 cm. Penanaman dengan menggunakan rhizome dilakukan pada kedalaman tanam 1,3 cm di bawah permukaan tanah, sedangkan rumpun berakar ditanam dengan kedalaman 2,5 cm di bawah permukaan tanah. 

    Pemupukan
    Selain pupuk kandang diberikan pula pupuk buatan berupa Urea, ZA, SP36, KCl dan pupuk mikro. Takaran Urea yaitu 40 kg/ha/tahun, ZA 44 kg/ha/tahun, SP36 39 kg/ha/tahun, KCl 46 kg/ha/tahun, diberikan setiap bulan satu kali. Pupuk mikro diberikan 1 g/l setiap minggu 1 kali.

    Pemberian mulsa
    Pemberian mulsa daun bambu sebanyak 0,5 karung/m2/tahun akan menambah bahan organik. Pemberian Gliocompost akan mempercepat pelapukan daun bambu menjadi bahan organik.

    Irigasi 
    Irigasi yang dianjurkan adalah irigasi dengan sistem springkle volume 5-7 liter/m2. Jika menggunakan alat pengukur kadar air tanah tensiometer, maka penyiraman dimulai pada saat pembacaan antara 20-25 kpa dan dihentikan apabila tensiometer sudah terbaca -10 kpa.

    Pengendalian hama dan penyakit
    Penyakit utama yang menyerang tanaman adalah Cylindrocladium, mempunyai gejala bercak kuning pada daun dan makin lama daun berubah menjadi coklat kemerahanan hingga coklat gelap. Sedangkan penyakit bercak daun anthraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides memiliki gejala layu pada pucuk daun dan daun tidak mau berkembang sempurna . Selain menyerang daun, Cylindrocladium juga menyerang batang dan rhizome. Pengendalian  penyakit anthraknosa dapat digunakan naungan plastik sehingga mengurangi guyuran air hujan.

    Perbanyakan tanaman
    Perbanyakan tanaman dilakukan dengan rhizome bagian ujung sepanjang 5 - 15 cm tanpa daun atau dengan daun dan pemecahan rumpun tanaman yaitu panjang 12,5  paling sedikit 3 bagian ujung tanaman. Pemecahan rumpun dilakukan bila rumpun sudah padat dan diperlukan pembongkaran, berkisar 4 tahun penanaman.

    Panen dan Pascapanen
    Daun yang dipanen yaitu daun yang sudah berwarna hijau gelap, membuka sempurna dan cukup tua. Daun yang belum dewasa dan belum membuka sempurna mempunyai kualitas yang rendah dan mudah rusak.

    Tahapan penanganan pascapanen:
    • Penerimaan hasil panen
    • Pencucian dengan air
    • Bulu-bulu halus yang melekat di tangkai daun dan kotoran-kotoran lain di daun dibersihkan secara perlahan-lahan dalam bak air bersih
    • Pencelupan dengan fungisida dan penirisan
    • Daun yang sudah dicuci dicelupkan dalam larutan fungisida selama 10 detik  kemudian dikibaskan dan ditiriskan diatas rak kawat selama semalam dengan tangkai daun masuk dalam bak perendaman agar tetap segar.
    • Sortasi dan grading
    • Daun disortasi dikelompokkan sesuai dengan ukuran dan kelas sesuai standard mutu produk. Setelah disortasi daun dikelompokkan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat ukur. Daun yang sudah dikelompokkan diikat dengan karet, 10 tangkai/ikat dan diberi tanda karet yang berbeda warna sesuai dengan kelas mutu S (panjang daun 45 - 50 cm), M (panjang daun 51 - 55 cm), L (panjang daun 56 - 60 cm) dan XL (panjang daun > 60 cm) dengan kondisi daun tidak cacat, bebas dari hama penyakit,spora dan benda asing lainnya.
    Pengawasan mutu
    Petugas mutu memeriksa ulang setiap daun berdasarkan kelas mutu yang meliputi keberadaan OPT, spora, kerusakan fisik, residu pestisida dan ketuaan daun. Daun yang tidak memenuhi standard mutu dipisahkan.

    Pengemasan dan pelabelan
    Daun yang telah lolos pengawasan mutu dikemas menggunakan plastik transparan berlubang disesuaikan dengan ukurannya,  dalam satu plastik diisi 2 ikat. Setelah daun dikemas dalam plastik, kemudian dimasukkan dalam kardus berukuran 75x51x34 cm sesuai dengan kelas mutu.
    Isi dalam tiap kardus berbeda tergantung kelas mutu (S=100 ikat, M= 90 ikat, L= 80 ikat, XL= 70 ikat). Kardus ditutup dengan menggunakan lakban sehingga rapat dan diberi label yang berisi informasi tentang nama produk, jumlah, kelas mutu, waktu panen dan nama produsen. 

    Penyimpanan
    Kardus yang telah berisi daun dikelompokkan sesuai dengan kelas mutu dan disusun sedemikian rupa sehingga ada rongga di antara susunan kardus. Suhu ruang penyimpanan diatur 2-8C dan kelembaban 85-90%. 
    Pengiriman
    Kardus disusun dalam mobil box berpendingin dengan rapi sesuai dengan kapasitas mobil. Suhu mobil box diatur 10-15C dengan kelembaban 85-90%. Untuk pengiriman jarak jauh dapat dilakukan lewat kargo udara atau kapal laut.

    Pencatatan 
    Semua kegiatan budidaya dan penanganan pascapanen dicatat dalam buku secara konsisten.  Pencatatan dimaksudkan untuk koreksi terhadap kesalahan atas tindakan terkait dengan budidaya dan penanganan pascapanen.  Kegiatan ini ditujukan untuk upaya perbaikan berkelanjutan di dalam budidaya dan pascapanen.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Clitoria ternatea, Etlingera elatior dan Euphorbia hirta Diminati Jepang

      11 April 2020
      Kamis (9/4) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan tindak lanjut kerjasama dengan Hirata Corp Japan mengenai kolaborasi berkelanjutan pengembangan produk untuk dijadikan sebagai bahan pewarna makanan, kosmetik & perlengkapan mandi serta pemanfaatannya untuk farmasi.Salah satu produk yang ditawarkan untuk dikembangkan dalam usulan kerjasama tersebut adalah jenis tanaman hias endemik Indonesia yg  potensial
    • Video Conference, Metode Yang Diterapkan Balitbangtan dalam Penanggulagan covid-19

      10 April 2020
      Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut menerapkan berbagai kebijakan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 ini diantara dengan membagikan alat pelindung diru (APD) seperti pembagian hand sanitizer, hand soap dan disinfektan kepada masyarakat yang sebelumnya APD tersebut telah diuji terlebih dahulu di laboratorium Balitbangtan.Penerapan kebijakan lain yang dilakukan Balitbangtan
    • Perhatian Balitbangtan Terhadap Dunia Medis dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid19

      08 April 2020
      Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID19) yaitu dengan dilakukannya pemberian paket bantuan terhadap tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 pada Jumat (3/4/20).Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada masing-masing perwakilan dari empat rumah sakit yang berada di wilayah Bogor, yakni RSUD Kota Bogor, RSUD
    • Balithi Dukung Program Pemberantasan Covid-19

      01 April 2020
      Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sebagai salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Pertanian turut berperan aktif dalam melaksanakan arahan Pemerintah RI dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) diantaranya dengan melakukan program Bekerja Dari Rumah (Work From Home) dengan sistem bagi piket dikalangan karyawan, pembagian vitamin kepada seluruh karyawan untuk persediaan selama 30 hari, pembagian masker serta penempatan hand sanitizer di setiap ruang kerja