• MENGENAL DYPSIS LUTESCENS
  • ditulis tgl : 27 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 236 kali


    Gambar malas ngoding

    Dypsis lutescens merupakan salah satu tanaman hias yang populer di masyarakat. Tanaman hias ini banyak ditanam sebagai tanaman hias pot maupun sebagai tanaman taman baik di dalam maupun di luar ruangan (Friedman et al., 2016; Koike, 2005). 

    Di Indonesia tanaman hias ini dikenal dengan nama palem kuning. Palem kuning yang ditempatkan di dalam ruangan biasanya ditanam di dalam pot besar, bila berada di luar ruangan biasanya sebagai tanaman taman.

    Jenis palem yang dapat dimakan contohnya tanaman sagu (Metroxylon sague), kurma (Phoenix dactilyfera), kelapa (Cocos nucifera), kelapa sawit (Eleais guineensis), dan palem sebagai sumber karbohidrat berupa pati atau gula, seperti aren (Arenga pinnata). Jenis palem yang diambil daunnya untuk dijadikan atap rumah tradisional adalah nipah (Nypa fruticans). Untuk bahan bangunan seperti kelapa, nibung (Oncosperma tigillarium) dan wanga (Pigafetta filaris), dan untuk anyam-anyaman seperti rotan dan lontar (Borassus flabellifer) (Dowe, 2005) serta bahan penyegar seperti pinang sirih atau Areca catechu (LIPI, 2016).

    Tanaman palem hias merupakan tanaman tropis dan subtropis yang dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman yang cocok ditanam di dataran rendah adalah palem merah (C. renda), palem hijau (P. macarthurii), palem Alexander/palem putri/palem natal (Veitchia merilii), dan palem botol (H. lagenicaulis). 

    Pada umumnya jenis-jenis palem menyukai sinar matahari penuh atau langsung terpapar sinar matahari (Maddox & Kelly, 2016), antara lain palem merah, palem kokos (Syagrus romanzoffiana), palem kenari (Phoenix canariensis), palem raja (Roystonea elata) dan palem natal (V. merrii). Namun ada beberapa jenis palem yang menyukai naungan misalnya palem waregu (Rhapis excelsa).

    Beberapa jenis palem yang dapat dipakai sebagai tanaman indoor adalah palem kuning dan palem wregu, sedangkan jenis palem outdoor antara lain palem botol, palem merah, palem raja, dan palem putri (Dalmadi, 2014).

    Berdasarkan cara hidupnya, tanaman palem dikelompokkan menjadi dua, yaitu palem yang hidup secara berkelompok atau berumpun dan palem yang hidup secara tunggal atau soliter (Maddox & Kelly, 2016). Palem yang hidup secara berkelompok yaitu tumbuh berumpun 3 - 4 tanaman, contohnya palem kuning. Palem yang hidup secara tunggal umumnya berbentuk pohon. Menurut Sumanto & Witono (2010), palem berbatang tunggal adalah palem yang hanya mempunyai satu batang dan tidak membentuk tunas anakan, seperti A. catechu, Adonidia merrillii, Wodyetia hifurcata, Normanbya normanbyi dan Pelagodoxa henryana. 

    Sedangkan palem berumpun membentuk tunas anakan, sehingga terlihat seperti membentuk kelompok (koloni), seperti A. triandra, C. renda, P. coronata dan R. excelsa. Irawanto (2011) menggolongkan palem berdasarkan tingginya, yaitu palem yang berupa pohon dengan tinggi lebih dari 10 m, pohon dengan ukuran tinggi sedang 2 - 10 m, dan pohon dalam bentuk semak dengan tinggi kurang dari 2 m.

    Palem kuning memiliki rentang ekologi yang cukup luas mulai dari hutan rawa, hutan bakau, hutan di dataran rendah atau hutan-hutan di dataran tinggi. Palem ini juga dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah, mulai tanah berpasir, tanah gambut, tanah kapur sampai tanah berbatu dengan berbagai tingkat kemiringan, mulai tanah datar, tanah berbukit, sampai tanah berlereng terjal. Sebagian besar tanaman palem tumbuh pada daerah yang basah dengan kelembaban udara, suhu dan curah hujan yang tinggi. Keadaan ini merupakan ciri utama dari hutan hujan tropik, sehingga keanekaragaman palem berpusat pada daerah tersebut (Witono et al., 2000).

    Menurut Gunawardena & Watson (1993) perbanyakan palem kuning dapat dilakukan dengan menggunakan biji atau pemisahan anakan. Apabila perbanyakan dengan biji diberi perlakuan penambahan asam giberelat (GA), maka benih dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa perlakuan GA (Broschat & Donselman, 1987).(irm)
    • 18 Juni 2019

      Gliocompost


      GLIOCOMPOST memilik bahan Aktif Gliocladium sp dan Mikrob penambat unsur hara, Pupuk hayati ini berfungsi sebagai biopestisida yang dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan menanggulangi berbagai penyakit tanaman diantaranya mampu mengendalikan Layu Fusarium sp., Phomopsis sclerotioides, Pythium, Rhizoctonia solani dan Sclerotinia sclerotiorum pada tanaman hias, sayuran dan buah.

      Keunggulan pupuk ini
    • 17 Juni 2019

      Tapeinochilos ananassae


      Tanaman ini termasuk herba perenial yang mempunyai rhizoma tidak aromatik. Tinggi tanaman bisa mencapai 2 - 4 m Rhizoma berdaging. Daun tersusun spiral, dengan lamina tunggal, berbentuk lonjong dengan permukaan daun licin. Cabang udara sekunder muncul dari ketiak daun dan selanjutnya akan muncul pula cabang udara tersier dari cabang sekunder dan akan berakhir dengan cabang udara kwarter yang muncul dari cabang  tersier. Daun terkonsentrasi pada batang bagian
    • 16 Juni 2019

      Anthurium reflexinervum


      Anthurium reflexinervum termasuk kedalam famili Araceae, sebaran geografis tanaman hias ini mencakup Negara Peru dan Ecuador, kondisi saat ini sudah termasuk langka.

      Tumbuhan ini merupakan herba semi perennial. Tinggi tanaman bisa mencapai  50-60 cm dengan batang yang relatif sangat pendek. Spesies ini unik karena memiliki daun yang sangat dramatik, kerutannya kuat dan indah. Tumbuhan ini langka sehingga sangat
    • 14 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 2 (2/2)


      Penananan
      Untuk pot berdiameter 15 cm, tiap pot ditanam 5-6 setek Setek ditanam dangkal pada media, sehingga akar tanaman hanya sedikit tertutup tanah. Bentuk tanaman yang baik diperoleh jika setek ditanam menyudut, sehingga tanaman dapat tumbuh menyandar dan keluar dari pinggiran pot.

      Pemupukan
      Pemupukan harus segera diberikan pada media tanam  setelah setek dipindah ke pot. Pemupukan dapat dilakukan bersama air
    • 13 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 1 (1/2)


      Krisan pot merupakan tanaman pot yang paling populer diantara tanaman pot berbunga lain.Tanaman ini mempunyai keunggulan antara lain dapat diproduksi sepanjang tahun, waktu produksi dan pembungaan dapat diatur, penanganan tanaman dan kontrol kualitas  relatif mudah sebab mempunyai umur keragaan yang cukup lama.
      12 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 2 (2/2)


      Tanaman donor yang digunakan adalah D. caryophyllus  ‘Maldives’ dalam bentuk stek tunas lateral yang berumur +- 6 bulan. Stek ditanam dalam polybag (diameter 20 cm) yang berisi campuran arang sekam dan humus (1:1, v/v) dan ditempatkan dalam rumah kaca.
      Tanaman donor dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali.
      Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit
    • 11 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 1 (1/2)


      Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) merupakan salah satu bunga potong penting yang dibudidayakan di seluruh dunia dan masuk dalam peringkat puncak bunga potong dunia (Duhoky et al., 2009). 
      Bunga anyelir memiliki bentuk yang menarik, variasi ukuran, kaya warna baik tunggal maupun banyak warna (multicolors) dengan daya simpan yang cukup lama (Danial et al., 2009), namun pengembangan tanaman ini, termasuk di Indonesia sering diperhadapkan pada masalah keterbatasan