• KAPITALISASI INOVASI KRISAN BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS
  • ditulis tgl : 23 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 89 kali


    Gambar malas ngoding

    Balai Penelitian Tanaman Hias sebagai lembaga riset telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang tanaman hias. Inovasi tersebut di antaranya berupa varietas, benih, dan teknologi produksi krisan.
    Balithi sejak tahun 1998 hingga saat ini telah menghasilkan 83 varietas.
    Penggunaan varietas tersebut di industri florikultura nasional mampu mensubstitusi  sebesar 40% dari total varietas yang beredar di pasar nasional.


    Berdasarkan data BPS (2014 s/d 2017), diketahui produksi krisan di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 427,2 juta tangkai, dan tahun 2015 meningkat menjadi 442,6 juta tangkai, selanjutnya pada tahun 2016 produksi mencapai 433,1 juta tangkai, kemudian tahun 2017 meningkat menjadi 480,6 juta tangkai, sehingga rata-rata produksi krisan dalam empat tahun terakhir adalah 445,875 juta tangkai. Dalam hal ini penggunaan varietas Balithi adalah 40%, sehingga kontribusi varietas terhadap produksi krisan sebesar 178,35 juta tangkai per tahun.  Apabila dikalikan dengan harga satuan berjalan bunga krisan sebesar Rp 1.200,- pertangkai, maka inovasi varietas Balithi telah menyumbang dengan nilai Rp 214 miliar setiap tahunnya pada industri florikultura krisan di Indonesia.
    Benih krisan yang beredar sebesar 23.464.172 pertahun. Balithi melalui UPBS sudah mengedarkan benih sumber krisan (Benih pemulia dan benih Dasar) mencapai 30%, yaitu sebesar 7.077.888 benih.  Sehingga bila dikalikan dengan harga dari masing-masing jenis benih, capaian Balithi dalam bisnis florikultura nasional sebesar Rp. 1.245.026.625.

    Inovasi teknologi Balithi telah didiseminasikan kepada masyarakat dan petani hortikultura, melalui beberapa kegiatan, diantaranya bimbingan teknis (Bimtek), penyuluhan, pendampingan, dan beberapa kegiatan lainnya.  Kegiatan diseminasi ini juga telah dilaksanakan pada lokasi yang tersebar di Indonesia, diantaranya Jawa Barat (Cianjur, Sukabumi, Bandung Barat), Jawa Tengah (Batang, Wonosobo) Bali, Tomohon Sulawesi Utara, Malino Sulawesi Selatan, Pagar Alam, Jogja, dan lain-lain.

    Dengan banyaknya penyebaran inovasi teknologi tersebut, Balithi memberikan dampak positif dalam dalam peningkatan produktivitas krisan di Indonesia.


    Inovasi teknologi Balithi memberikan dampak kenaikan produksi 18% dari produksi krisan nasional, apabila dirupiahkan dari rata-rata produksi dan harga bunga krisan, maka nilai kontribusi Balithi dari inovasi teknologi produksi sebesar Rp. 96.309.000.000,-.   Kemudian bila ditotalkan secara keseluruhan dari inovasi varietas, benih, teknologi produksi, maka Balithi memberikan kontribusi pada industri florikultura Indonesia sebesar Rp. 311.574.026.625. (irm)

    sumber: UPBS Balithi

    • 18 Juni 2019

      Gliocompost


      GLIOCOMPOST memilik bahan Aktif Gliocladium sp dan Mikrob penambat unsur hara, Pupuk hayati ini berfungsi sebagai biopestisida yang dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan menanggulangi berbagai penyakit tanaman diantaranya mampu mengendalikan Layu Fusarium sp., Phomopsis sclerotioides, Pythium, Rhizoctonia solani dan Sclerotinia sclerotiorum pada tanaman hias, sayuran dan buah.

      Keunggulan pupuk ini
    • 17 Juni 2019

      Tapeinochilos ananassae


      Tanaman ini termasuk herba perenial yang mempunyai rhizoma tidak aromatik. Tinggi tanaman bisa mencapai 2 - 4 m Rhizoma berdaging. Daun tersusun spiral, dengan lamina tunggal, berbentuk lonjong dengan permukaan daun licin. Cabang udara sekunder muncul dari ketiak daun dan selanjutnya akan muncul pula cabang udara tersier dari cabang sekunder dan akan berakhir dengan cabang udara kwarter yang muncul dari cabang  tersier. Daun terkonsentrasi pada batang bagian
    • 16 Juni 2019

      Anthurium reflexinervum


      Anthurium reflexinervum termasuk kedalam famili Araceae, sebaran geografis tanaman hias ini mencakup Negara Peru dan Ecuador, kondisi saat ini sudah termasuk langka.

      Tumbuhan ini merupakan herba semi perennial. Tinggi tanaman bisa mencapai  50-60 cm dengan batang yang relatif sangat pendek. Spesies ini unik karena memiliki daun yang sangat dramatik, kerutannya kuat dan indah. Tumbuhan ini langka sehingga sangat
    • 14 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 2 (2/2)


      Penananan
      Untuk pot berdiameter 15 cm, tiap pot ditanam 5-6 setek Setek ditanam dangkal pada media, sehingga akar tanaman hanya sedikit tertutup tanah. Bentuk tanaman yang baik diperoleh jika setek ditanam menyudut, sehingga tanaman dapat tumbuh menyandar dan keluar dari pinggiran pot.

      Pemupukan
      Pemupukan harus segera diberikan pada media tanam  setelah setek dipindah ke pot. Pemupukan dapat dilakukan bersama air
    • 13 Juni 2019

      Krisan Pot, bag. 1 (1/2)


      Krisan pot merupakan tanaman pot yang paling populer diantara tanaman pot berbunga lain.Tanaman ini mempunyai keunggulan antara lain dapat diproduksi sepanjang tahun, waktu produksi dan pembungaan dapat diatur, penanganan tanaman dan kontrol kualitas  relatif mudah sebab mempunyai umur keragaan yang cukup lama.
      12 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 2 (2/2)


      Tanaman donor yang digunakan adalah D. caryophyllus  ‘Maldives’ dalam bentuk stek tunas lateral yang berumur +- 6 bulan. Stek ditanam dalam polybag (diameter 20 cm) yang berisi campuran arang sekam dan humus (1:1, v/v) dan ditempatkan dalam rumah kaca.
      Tanaman donor dipelihara melalui melalui penyiraman dan pemupukan. Pupuk cair (2 g/l NPK 20:15:15) diaplikasikan setiap 3 hari sekali.
      Aplikasi pestisida untuk tujuan pengendalian hama dan penyakit
    • 11 Juni 2019

      Teknologi Perbanyakan Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) secara In Vitro melalui Inisiasi dan Proliferasi Tunas Adventif, bag. 1 (1/2)


      Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) merupakan salah satu bunga potong penting yang dibudidayakan di seluruh dunia dan masuk dalam peringkat puncak bunga potong dunia (Duhoky et al., 2009). 
      Bunga anyelir memiliki bentuk yang menarik, variasi ukuran, kaya warna baik tunggal maupun banyak warna (multicolors) dengan daya simpan yang cukup lama (Danial et al., 2009), namun pengembangan tanaman ini, termasuk di Indonesia sering diperhadapkan pada masalah keterbatasan