MENGENALI-PENYAKIT-TANAMAN-HIAS,-EMBUN-TEPUNG-OIDIUM-CHRYSANTHEMI-RAB.

  • MENGENALI PENYAKIT TANAMAN HIAS, EMBUN TEPUNG OIDIUM CHRYSANTHEMI RAB.

  • ditulis tgl : 22 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 238 kali

    Share On Twitter


    Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
    Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
    Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya dapat berkecambah dalam udara dengan kelembaban nisbi rendah (50 - 75%).

    Pengendalian dengan kultur teknis seperti mengatur jarak tanam, sanitasi lingkungan. Apabila tanaman sudah terserang, segera bagian tanaman yang terserang embun tepung di bersihkan dan di bakar. Pengendalian dengan fungisida dapat dilakukan dengan menggunakan bahan aktif belerang, methyl thiophanate, Carbendazim, Benomyl.
    Pada musim kering sebaiknya tanaman sering diberikan air bersih setiap hari, jika terdapat gejala serangan, dapat diberikan bubur califoruia (kapur belerang).(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • FGD Evaluasi Kinerja Lembaga PUI: Nilai Kinerja Balithi Cukup Tinggi

      17 November 2019
      Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kinerja Lembaga PUI Pemuliaan Tanaman Hias dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias Sabtu 16 November 2019 dengan tim penilai Prof. Sudarsono sebagai Dewan Pakar PUI dan Dr. Lelya Narsi Koordinator PUI Pusat Kemenristek DIKTI.FGD Evaluasi Kinerja PUI Pemuliaan Tanaman hias ini dihadiri oleh pengelola PUI Pemuliaan Tanaman Hias Balithi, acara dipandu oleh Dr. Dedeh Kuniasih dan presentasi capaian kinerja 2019
    • BIMTEK KRISAN DATARAN RENDAH, KADISTAN CIANJUR: INI KESEMPATAN BUAT KITA

      11 November 2019
      Kegiatan bimbingan teknis dengan tema pengembangan rantai nilai perbenihan krisan dataran rendah inovasi terobosan untuk mendukung peningkatan daya saing industri florikultura berbasis sumber daya nasional dilaksanakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Senin 11 Nopember 2091 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dan turut memberikan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Mamad Nano, SP.,
    • Bimtek dan Temu Lapang Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah

      10 November 2019
      Guna mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) akan mengelar kegiatan bimbingan teknis dan temu lapang dengan tema Pengembangan Rantai Nilai Perbenihan Krisan Dataran Rendah: Inovasi Terobosan yang Mendukung Peningkatan Daya Saing Industri Florikultura Berbasis Sumber Daya Nasional.Kegiatan bimbingan teknis akan diselenggarakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada Senin 11
    • Balitbangtan Melaksanakan Panen Perdana di Lokasi Demfarm SERASI

      06 November 2019
      Info Balitbangtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaksanakan Panen Perdana Padi dilaksanakan di Demfarm SERASI, Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada tanggal 6 Nopember 2019. Panen Perdana Padi secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian RI yang diwakili oleh Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry.Dalam wawancaranya Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa Balitbangtan telah
    • Sejarah Perkembangan Krisan: Lebih dari 100 varietas krisan dihasilkan Balithi

      05 November 2019
      Krisan dibudidayakan di Jepang sekitar abad ke 8 SM. Di Jepang terdapat Hari Krisan Nasional atau disebut dengan Festival of Happiness. Tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Pada abad kesembilan Masehi, Kaisar Uda mendirikan Taman Kerajaan di mana berbagai jenis krisan terus dikembangkan. Pada tahun 1910, krisan diproklamasikan sebagai bunga nasional. Tidak sampai pertengahan
    • NURFITRI Varietas Gladiol Dataran Medium

      31 Oktober 2019
      Nurfitri merupakan salah satu varietas gladiol yang adaptif untuk di budidayakan pada daerah dataran medium hingga tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 - 1400 meter dari permukaan laut.Mulai berbunga pada umur 45-60 hari setelah tanam, dan pemanenan dapat dilakukan pada umur 73-96 hari setelah tanam, varietas Nurfitri memiliki kerapatan bunga yang saling bersentuhan antar kuntumnya.Diameter bunga varietas ini kisaran 8,5 -
    • Tirta Ayuni Krisan Dengan Hasil 13 Kuntum Per Tanaman

      28 Oktober 2019
      Tirta Ayuni merupakan varietas krisan yang adaptif ditanam di daerah dengan ketinggian tempat antara 700 - 1200 meter dari permukaan laut. Dengan warna bunga pita putih agak salem dan bunga tabung hijau cerah Tirta Ayuni termasuk jenis bunga potong dengan tipe spray dan bentuk bunga single.Tinggi tanaman krisan varietas Tirta Ayuni antara 109 - 111 cm, diameter bunga 6.1 - 6.9  cm, lama kesegaran bunga ini 11 - 12 hari dalam vase yang