• WORKSHOP HARMONISASI PANDUAN DAN PELAKSANAAN UJI BUSS
  • ditulis tgl : 07 November 2008, telah dibaca sebanyak : 1172 kali


    Gambar malas ngoding
    Dalam rangka kerjasama pada harmonisasi panduan dan pelaksanaan uji BUSS di lingkup negara-negara Asia Timur, East Asia PVP Forum yang dimotori oleh Kementrian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang menyelenggarakan workshop dengan mengangkat tema Cooperation in Harmonization of Test Guidelines (TGs) and DUS Test in Indonesia. Acara dimulai dengan sidang yang dihadiri oleh perwakilan negara-negara, seperti China, Korea, USA, Australia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philippines dan Kamboja pada hari Selasa, 4 November 2008 di Hotel Savoy Homan, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan hari kedua workshop adalah simulasi aplikasi TG pada tanaman Cabai (Capsicum) dan Kangkung di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang. Sedangkan Hari ketiga workshop adalah simulasi aplikasi TG pada tanaman Anggrek Dendrobium dan Aglaonema di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung. Selain perwakilan dari negara-negara peserta, acara workshop juga dihadiri oleh lebih lebih dari 50 peserta dari Indonesia yang merupakan anggota komisi dan pemeriksa PVT dan personal-personal yang berkompetensi dari berbagai institusi termasuk perguruan tinggi. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta workshop oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Dr. Ir. Muchdar Soedarjo, MSc yang mewakili Kepala Pusat PVT.
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 18 Mei 2019

      Sejarah Singkat Krisan



      Krisan atau chrysanthemum berarti bunga emas. Dalam bahasa Yunani chrysos berarti emas dan anthemon berarti bunga, nama lain dari bunga krisan adalah seruni. 

      Tanaman krisan yang kita kenal sekarang ini merupakan tanaman hibrida yang kompleks, yang bila ditanam dari biji akan terjadi segregasi genetik menjadi individu tanaman yang mempunyai warna dan bentuk yang sangat beragam. Kebanyakan spesies
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah