• ANTHURIUM PLOWMANII
  • ditulis tgl : 14 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 228 kali


    Gambar malas ngoding
    Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
    Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium, Semaeophyllium, Schizoplacium dan Dactylophyllium.  
    A. plowmanii sediri tergabung pada seksi Pachyneurium yang merupakan seksi terbesar dalam genus Anthurium.  Seksi Pachyneurium juga dikenal sebagai Anthurium sarang burung dengan anggota spesies di antaranya adalah A. affine, A. cubense, A. schlechtendalii dan A. jenmanii (Mayo et al. 1997).

    Spesies dari seksi Pachyneurium pertama kali diperkenalan oleh Linneaus (1763) pada Species Plantarum sebagai Photos crenata yang kemudian diubah menjadi Anthurium oleh Kunth pada tahun 1841.
    Tiga species seksi Pachyneurium lainnya dari genus Photos yaitu Pothos crassinervia yang dideskripsikan oleh Jacquin tahun 1832,  kemudian dimasukkan dalam genus Anthurium oleh Schott pada tahun 1832, Photos solitarius Vell. Conc. yang dideskripsikan pada tahun 1829 dan Photos maxima Desf. pada tahun 1832.  Seksi Pachyneurium diperkenalkan oleh HW Schott pada tahun 1860 di Podromus Systematis Aroidearum.  Pada tahun–tahun selanjutnya, banyak spesies Anthurium yang didesripsikan dan dimasukkan dalam Pachyneurium, di antaranya oleh Engler dan Mayo.  Distribusi geografis seksi Phacyneurium sangat luas mulai dari Mexico sampai bagian selatan Argentina dengan beberapa sentra utama` spesiasi. Diversitas terbesar berada di daerah Costarica sampai Peru dengan pusat penyebaran utama di Ecuador yaitu sebanyak 36 spesies, Peru 28 spesies, Costarica dan Panama dengan 23 spesies dan Venezuela 14 spesies (Croat 1991).

    Spesies pada seksi Pachyneurium kebanyakan mempunyai tipe pertumbuhan dengan susunan daun berbentuk roset, batang berukuran pendek dengan ditumbuhi akar dan umumnya bentuk daun bulat telur sungsang (oblaceolate/obovate).  Ciri khas seksi Pachyneurium ialah adanya pola menggulung pada daun muda yang baru tumbuh sebelum daun membuka. Pada seksi lain ditemukan adanya salah satu sisi daun muda yang menggulung kedalam dan sisi lainnya menutupi gulungan sisi yang lain, sehingga bentuk gulungan daun muda menyerupai cangkang siput. Sedangkan pada seksi Pachyneurium, kedua sisi menggulung kedalam secara bersamaan dengan batas tulang daun primer.  Namun ada beberapa seksi lain yang juga mempunai ciri daun muda menggulung seperti Pachyneurium, tetapi tidak bertipe pertumbuhandengan susunan daun berbentuk roset dan umumnya mempunyai tangkai daun yang panjang (Croat and Sheffer 1983).
    Tipe pertumbuhan dengan susunan daun berbentuk roset dan menyerupai sarang burung disertai dengan pertumbuhan banyak akar, menyebabkan  spesies-spesies Pachyneurium menampung seresah organik dan air yang jatuh dari percabangan pohon di atasnya dan digunakan untuk kelangsungan hidupnya.
    Spesies dengan tipe tumbuh seperti itu dapat beradaptasi pada daerah-daerah yang jarang turun hujan, dan sangat jarang sebaran spesies tersebut ditemukan di daerah hutan tropis beriklim basah (Croat 1991). Nama  plowmanii diberikan sebagai penghormatan kepada seorang ahli botani spesies Araceae dari Amazon, Dr. Timothy Plowman (1944 - 1989) yang melakukan studi mendalam terhadap genus Anthurium selama menempuh studi pasca sarjananya Universitas Harvard dan meraih gelar doktor pada tahun 1974 (Davis 1989).(irm)
    • 24 Mei 2019

      Tapeinochilos ananassae

      Tapeinochilos ananassae K. Schum berasal dari Malaysia dan banyak tersebar di pegunungan Maluku (Heyne, 1987). Saat ini tanaman ini banyak dikembangkan pula di Queensland, Australia, Hawai dan Amerika selatan (Anonim, 2002). 
      Selain sebagai tanaman hias, Tapeinochilos ananassae juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun dan akarnya yang lunak apabila diremas dengan air kemudian diminum bisa menjadi obat penangkal racun ular. Empulur dan daunnya juga bisa dipakai untuk
    • 23 Mei 2019

      KAPITALISASI INOVASI KRISAN BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS

      Balai Penelitian Tanaman Hias sebagai lembaga riset telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang tanaman hias. Inovasi tersebut di antaranya berupa varietas, benih, dan teknologi produksi krisan.
      Balithi sejak tahun 1998 hingga saat ini telah menghasilkan 83 varietas.
      Penggunaan varietas tersebut di industri florikultura nasional mampu mensubstitusi  sebesar 40% dari total varietas yang beredar di pasar nasional.


      Berdasarkan data BPS (2014 s/d

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25°C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk