• MURRAYA PANICULATA
  • ditulis tgl : 10 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 198 kali


    M. paniculata (L.) Jack atau kemuning merupakan kerabat dari Citrus (jeruk).  Tanaman kemuning umum digunakan sebagai tanaman pot, tanaman taman, dan daun potong.  Tanaman ini digunakan juga sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Kemuning banyak digunakan sebagai batang bawah untuk jeruk, karena tanaman ini memiliki ketahanan terhadap penyakit Huanglongbin.

    M. paniculata merupakan tanaman tropis tahunan dengan bentuk kanopi yang kompak.  M. paniculata memiliki deskripsi botani yaitu tinggi tanaman 1.8-12 meter (Gambar 95a) dengan cabang tua berwarna abu-abu-putih sampai hijau abu-abu-kuning. Jumlah daun  2-5 helai, panjang petiole kurang dari 1 cm, ujung lamina berbentuk bulat sampai bulat telur, panjang daun 2-9 cm dan lebar daun 1,5-6 cm lebar, tepi daun berringgit (crenulate) ujung daun bulai hingga meruncing  (acuminate).

    Secara spesifik, di daerah sub kontinen India, terdapat 3 kelompok M. paniculata berdasarkan karakteristik botani yaitu kelompok spesies, kelompok tanaman yang sudah dibudidayakan, dan kelompok intermediete. Tanaman M. paniculata yang sudah dibudidayakan memiliki ciri-ciri berbentuk perdu dengan bentuk tanaman yang lebih kecil, bentuk daun bulat telur sungsang (obovate), dengan ujung daun tumpul (obtuse) hingga tumpul meruncing (obtuse-accuminate), jumlah bunga 3-6, dan bentuk buah accuminoid. Sedangkan M. paniculata tipe liar, namun juga banyak ditanam di taman, memiliki karakteristik tanaman yang lebih besar, dengan bentuk daun lonjong (oblong)  hingga lonjong-bulat telur (oblong-eliptic), dengan ujung helai daun meruncing (acuminate) atau berekor (caudate), jumlah bunga 3-4 bunga, dan bentuk buah berbentuk accuminoid. 

    M. paniculata berasal dari Cina selatan; Taiwan; Jepang; Sub Benua India yaitu Bangladesh, India, Nepal, utara-timur Pakistan dan Sri Lanka; Asia Tenggara yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Filipina; dan Australia utara yaitu bagian utara Northern Territory, Queensland utara dan utara Australia Barat; dan pulau-pulau di kepulauan Pasifik (Wiersema and León 2003).
    Tanaman kemuning atau orange jasmine (jessamine) atau Chinese box diketahui pertamakali didomestikasi di Cina dan sampai kini tersebar di seluruh dunia. Tanaman ini digunakan sebagai tanaman lindung pada taman perkotaan di daerah beriklim hangat ataupun didaerah empat musim yang dibudidayakan di rumah kaca (Swingle 1967). (irm)
    • 18 Juli 2019

      Kegunaan serta potensi ekonomi Polyscias guilfoylei


      P. guilfoylei dan beberapa jenis dari Polyscias telah lama digunakan sebagai tanaman hias, baik sebagai tanaman hias taman, tanaman pot dan daun potong. Bentuk dan corak daun yang variatif serta ketahanan hidup pada semua musim menyebabkan tanaman tersebut banyak disukai oleh konsumen tanaman hias, baik di daerah tropis maupun subtropis.  Tinggi tanaman ini dapat mencapai lebih dari 5 m, dan sering digunakan sebagai penahan tiupan angin kencang (Thaman et al.,
    • 16 Juli 2019

      Polyscias guilfoylei


      Polyscias guilfoylei merupakan salah satu anggota jenis dari marga Polyscias yang merupakan marga terbesar suku Araliaceae.  Suku ini beranggotakan sekitar 200 jenis (Lowry & Plunkett, 2010).  Kata Polyscias berasal dari bahasa Yunani yaitu Poly berarti banyak dan skias berarti terlindung, ini merujuk pada golongan tanaman yang rimbun karena banyak daunnya.  

      Nama guilfoylei diambil dari William
    • 14 Juli 2019

      Yucca gloriosa L


      Yucca gloriosa L termasuk kedalan family Agavaceae, memiliki nama umum Yuka ( Indonesia),  Sea-Island Yucca dan Spanis daggan (Inggris )

      Tanaman ini memiliki daerah sebaran geografis yang berasal dari bagian Selatan Mexico, Teksas, Alabama dan Florida bagian Selatan, penyebarannya  sampai ke Indonesia.

      Deskripsi Yucca gloriosa L diantaranya
    • 13 Juli 2019

      Asal dan Distribusi Geografis Schefflera actinophylla


      Schefflera actinophylla tumbuh baik dengan naungan atau tanpa naungan. Jenis ini ditemukan tumbuh di dataran rendah tropis atau hutan hujan monsun (Grubb & Metcalfe, 1996; Russell-Smith, 1991). 

      Di kawasan Queensland bagian selatan, S. actinophylla banyak ditemukan tumbuh di hutan alami atau semak-semak pada daerah bukit pasir, pantai, hutan pantai, daerah pinggiran sungai, dan hutan sekunder, terutama pada
    • 12 Juli 2019

      agriVaganza 2019


      Dalam rangka memperingati hari Krida Pertanian ke 47, Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar acara agriVagansa 2019 dengan tema "SDM dan Infrastruktur menuju pertanian berdaya saing" bertempat di halaman gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Agri Bahamas 2019 dilaksanakan pada tanggal 11 - 13 Juli 2019 dibuka secara resmi oleh plt. Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian Dr. Ir. Momon Rusmini, MS.

      Adanya
    • 12 Juli 2019

      Kerjasama Balithi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur


      Berlangsung pada hari Kamis 11 Juli 2019 di ruang rapat kecil Balai Penelitian Tanaman Hias dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. dengan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabuipaten Cianjur, MAmad Nano, SP., MP.

      Tujuan dilaksanakannya kerjasama ini adalah untuk mengembangkan perbenihan tanaman hias di Kabupaten Cianjur sehingga dapat membangun
    • 11 Juli 2019

      Sosialisasi pupuk dan pestisida hayati


      Sosialisasi sekaligus meninjau  penggunaan Gliocompost pd tanaman bawang merah di lahan endemik Penyakit Fusarium di Balitsa, Lembang dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019. Hasilnya menunjukan bahwa tanaman terlihat sehat dan tidak terserang Penyakit Layu Fusarium pada hari ke 48 setelah tanam. Dengan demikian, Gliocompost dpt menekan perkembangan cendawan patogen Fusarium oxysporum, sehingga pertanaman bawang merah tumbuh normal.