EQUISETUM-HYEMALE-L-(EQUISETACEAE)

  • EQUISETUM HYEMALE L (EQUISETACEAE)

  • ditulis tgl : 08 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 151 kali

    Share On Twitter

    Nama Equisetum berasal dari bahasa Latin "equus" yang berarti kuda dan seta yang berarti bulu (Morgan, 2005).
    Secara alami genus Equisetum tumbuh di daerah seperti rawa, padang rumput, di pinggiran sungai, di pinggiran kolam dan danau. Namun tanaman ini dianggap menjadi masalah ketika tumbuh di areal pertanian seperti di padang rumput, ladang pertanian, dan daerah perairan yang dikendalikan. Tanaman ini memiliki rhizoma, membentuk koloni padat dan dianggap berbahaya di padang rumput dan penggembalaan, karena beberapa spesies mengandung alkaloid yang beracun untuk hewan ternak.

    Batang E. hyemale umumnya mengandung konsentrasi silika yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk menjernihkan dan membersihkan permukaan air sehingga disebut sebagai scouring. Silika tersebut berfungsi sebagai bahan penyusun batang sehingga menjadi kokoh. 

    Teknik perbanyakan Equisetum umumnya tergantung pada pertumbuhan rhizoma bawah tanah (rimpang).  Sistem perakaran bawah tanah (rimpang) dapat mencapai kedalaman hingga 120 cm atau lebih. Pertumbuhan rimpang menjalar atau tegak, berwarna cokelat kehitaman, warna node dan akar coklat kekuningan dengan trikoma yang panjang. Rimpang umumnya bercabang dan ditutupi dengan bulu-bulu akar berwarna cokelat, kadang-kadang umbi kecil diproduksi sepanjang rimpang.  Akar rimpang Equisetum berkembang sempurna tidak ada gangguan dalam tanah. Para peneliti di Kanada menemukan tingkat ekspansi akar rimpang sekitar 20 inci tiap musim tanam (Hartzler 2009).  Selain berfungsi sebagai media perbanyakan, akar rimpang juga mengandung berbagai macam protein. Balbuena et al. (2012) mengidentifikasi hampir 2.000 protein yang terkandung dalam jaringan rimpang E. hyemale menggunakan kuantifikasi penghitungan spektral. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa karakteristik gen dan protein rimpang yang terkait dengan pengembangan akar rimpang.  (irm)
    (Dedi Hutapea, Rika Meilasari)

  • BERITA TERKAIT
    • Mengenal Istilah-istilah yang Biasa Dipakai Dalam Dunia Teknologi Benih

      23 Agustus 2019
      Dalam dunia teknologi perbenihan dikenal berbagai istilah yang sudah biasa digunakan. Tetapi masih banyak kalangan yang belum mengetahui secara detail maksud dari istilah tersebut.Kali ini dibahas rincian atau deskripsi darivpenggunaan istilah-istilah dalam dunia perbenihan terutama yang menggunakan teknologi kultur jaringan tanaman.Aklimatisasi, aklimatisasi adalah proses adaptasi dan pemindahan tanaman hasil kultur in
    • Launching Inovasi Unggulan dan Penyerahan Royalti Kepada Inventor Balitbangtan

      22 Agustus 2019
      Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Jl. Tentara Pelajar No. 2 Bogor Kamis 22 Agustus 2019 dilaksanakan Launching Inovasi Unggulan Balitbangtan.Mewakili Menteri Pertanian RI, Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. secara resmi membuka acara tersebut. Selain launching inovasi unggulan Balitbangtan pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula penyerahan royalti secara simbolis kepada inventor Balitbangtan yang dilaksanakan
    • Varietas Krisan Kineta

      22 Agustus 2019
      Kineta termasuk salah satu varietas dari komoditas krisan yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, deskripsi varietas ini diantaranya memiliki tinggi Tanaman 95 - 97 cm,Bentuk penampang batang : bulat dengan jumlah ruas batang 36 - 41 ruas pertanaman.Jumlah kuntum bunga 19 - 27 kuntum dengan diameter kuntum bunga
    • Peringatan HUT RI ke74 dan HUT Balithi ke-25

      21 Agustus 2019
      Peringatan hari ulang tahun (HUT) Balithi ke-25 dilaksanakan di area Balithi pada tanggal 21 Agustus 2019.Perayaan dimeriahkan dengan lomba jalan santai yang diikuti oleh seluruh karyawan, siswa dan mahasiswa praktik, dharma wanita dan para pekarya kebun; pembagian doorprize dan hiburan lainnya.Dalam pembukaan lomba jalan santai, Kepala Balithi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan semata-mata untuk mempererat tali
    • Penanaman Krisan

      21 Agustus 2019
      Untuk tanaman produksi bunga potong, bahan tanam berupa stek krisan berakar dapat ditanam pada lahan bedengan dengan jarak tanam 12,5 x 12,5 cm (kerapatan tanam 64 tanaman/m2),  setelah sebelumnya dibuat lobang tanam dengan menggunakan bambu atau kayu penugal, sedangkan untuk kebun tanaman induk produksi stek, stek berakar ditanam dengan kerapatan 25 hingga 40 tanaman/m2. Faktor kelembaban media tanam perlu mendapat perhatian dalam pertanaman
    • sosialisasi peningkatan SDM Perbenihan Tanaman Hias

      20 Agustus 2019
      Sosialisasi peningkatan Kompetensi SDM Dalam Mendukung Perbenihan tanaman hias berkualitas sesuai peraturan dilaksanakan di aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada hari selasa 20 Agustus 2019.Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir, Rudy Soehendi, MP., Ph.D., Prof(R). Dr. Budi Marwoto, MS., Evi Dwi Sulistya Nugroho, SP., MSi., para peneliti Balai Penelitian Tanaman Hias serta seluruh pengelola Unit Pengelolaan Benih
    • Launching Perpustakaan dan Aplikasi SILAK BALITBANGTAN

      18 Agustus 2019
      Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesiona l dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Selanjutnya disebutkan pula bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah,