BERCAK-DAUN-SEPTORIA-CHRYSANTHEMI-ALLESCH,-DAN-S.-LEUCANTHEMI-SACC.-ET-SPEG.

  • BERCAK DAUN SEPTORIA CHRYSANTHEMI ALLESCH, DAN S. LEUCANTHEMI SACC. ET SPEG.

  • ditulis tgl : 03 Mei 2019, telah dibaca sebanyak : 464 kali

    Share On Twitter

    Gejala serangan S. chrysanthemi berupa bercak-bercak hitam pada daun.
    Bercak berbentuk bulat dan berbatas tegas, sedangkan S. leucanthemi bercak-bercaknya berwarna coklat, berbentuk bulat berukuran besar hingga 3 cm dan mempunyai lingkaran-lingkaran yang jelas. 
    Pada bercak yang disebabkan S. chrysanthemi terdapat badan buah cendawan (piknidium) yang mempunyai lebar 150 - 250 μm, dan berisi konidium berbentuk tabung, bersel 3 - 4, berukuran 50 - 80 x 2 - 3 μm.  
    S. leucanthemi mempunyai konidium yang lebih besar, dengan ukuran 100 - 130 x 4 - 5 μm.
    Penyakit akan berkembang bila intensitas cahaya kurang, kelembaban tinggi, jarak tanam terlalu rapat, dan pemberian pupuk nitrogen yang terlalu banyak.
    Penyakit ini jarang menyerang pada musim kemarau.  

    Pengendalian dilakukan dengan pengaturan musim tanam dan memperbaiki lingkungan pertanaman, terutama mengurangi kelembaban lingkungan mikro.(irm)

  • BERITA TERKAIT
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Panen dan Pascapanen Tanaman Hias Sedap malam

      03 September 2019
      Tanaman sedap malam mulai berbunga pada umur 7-8 bulan setelah tanam, panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur dua tahun setelah tanam dan setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong.Bunga yang sudah dipanen dibawa ke tempat khusus yang teduh
    • Terminalia catappa L

      29 Agustus 2019
      Ketapang atau Terminalia catappa L termasuk kedalam famili Combretaceae. Asal tumbuhan Terminalia catappa tidak diketahui,  namun dinaturalisasi di Afrika hingga Australia dan telah tersebar ke berbagai daerah seperti  India.Terminalia catappa merupakan pohon yang tingginya bisa mencapai 35 m, dengan batang menjulang ke atas dan percabangan yang simetris menyebar ke segala arah. Daun berukuran besar berbentuk bulat telur berwarna hijau tua