CALATHEA INSIGNIS HORT. EX W. BULL (MARANTHACEAE)

Calathea merupakan salah satu genus tanaman hias yang termasuk dalam family Maranthaceae diperkirakan berjumlah  285-300 spesies dan merupakan genus terbesar dalam keluarga Maranthaceae (Borchsenius et al., 2012). Keindahannya terlihat pada motif daun atau bunganya (Andersson, 1998; Borchsenius et al., 2012). Calathea banyak digunakan sebagai tanaman pot, karena bentuk tanamannya pendek dengan tinggi antara 50-60 cm, dan corak daunnya yang dekoratif. Oleh karena corak dan warna daun yang sangat beragam maka Calathea dapat dimanfaatkan sebagai daun potong.  Karakter tekstur daunnya  yang tebal dapat dijadikan daun potong karena mempunyai daya tahan lama. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai tanaman taman.

C. insignis merupakan spesies yang terdaftar dalam “The Plant List” Calathea. Calathea insignis Hort. ex W. Bull merupakan Calathea yang di Indonesia disebut  sebagai kalatea keris.  C. insignis Hort ex. W. Bull dikenal juga dengan nama C. lancifolia Boom, Maranta insignis W. Bull ex W.E. Marshall atau Goeppertia lancifolia (Boom) Borchs  dan S. Suarez. 


Secara umum C. insignis Hort ex W. Bull merupakan herba menahun dan berimpang, dengan pelepah yang melekat di batang. Bentuk daun seperti tombak, daun bertulang menyirip, tulang daun banyak dan sejajar, tepi daun bergelombang, daun tersusun dalam bentuk roset, permukaan daun mengkilat pucat dan warna daun bagian atas bercorak  dan warna daun bagian bawah merah anggur ungu atau burgundy.  Pada malam hari, daun merapat seperti tangan berdoa, oleh karena itu tanaman ini dinamakan ‘Tanaman Berdoa’. Bunga Calathea biasanya keluar di antara dua ketiak daun, warna bunga kuning dan berukuran kecil. Daun mahkota dan benangsari melekat ke atas. Benangsari fertile hanya satu dengan kepala sari beruang satu, 3-4 lainnya mirip  dengan daun mahkota, bakal buah tenggelam, beruang 10-13, setiap ruang berisi 1 bakal biji. Tangkai putik membengkok, buah berbentuk kotak kering atau berdaging. Rhizome bercabang dan berserabut, internode pendek. Akar halus dan flexible.

Tipe pertumbuhan tanamannya berkelompok, daun berbentuk lancet, tepi daun  bergelombang dan bercorak  hijau pucat dengan permukaan bagian bawah berwarna ungu. Pada musim panas mengeluarkan bunga berwarna kuning berukuran kecil dan berbentuk tubuler. Perbanyakannya dengan  membelah akar. Perbanyakan tanaman Calathea dilakukan dengan cara memotong rimpang. Namun perbanyakan dengan teknik  tersebut tidak  efisien dilakukan untuk tujuan komersial. Untuk itu diperlukan uteknik perbanyakan cepat dan efisien yaitu dengan menggunakan teknik  kultur in vitro (Rozali et al., 2014). 

Pada budidaya Calathea, tanaman ditumbuhkan pada lingkungan dengan intensitas cahaya1000-2000 foot-candle, bila intensitas cahaya rendah dapat menyebabkan daun menjadi pucat, sedangkan bila intensitas cahaya tinggi mengakibatkan ujung daun menjadi nekrosis. Pemupukan 3 pon nitrogen per 1000 kaki persegi per bulan dengan perbandingan  N:P:K=3-1-2,  untuk N-P2O5-K2O dapat menjaga pertumbuhan tanaman menjadi subur yang baik dan warna daun yang cerah. Kalium tinggi dapat menyebabkan terjadinya bercak-bercak pada daun. Sumber nitrogen minimal dapat diaplikasikan yaitu 50% urea atau amonia. Calathea berkualitas baik bila mengandung sekitar 3% N, 0,5% P, 3% K, 0,5% Mg dan 0,1% Ca dan mikronutrien Cu 6 ppm, Fe 130 ppm, Mn 500 ppm dan Zn 40 ppm, dalam jaringan tanaman. Media yang baik adalah media yang mampu menahan air dan mempunyai kapasitas dalam pertukaran kation, seperti gambut: campuran pasir dengan perbandingan 3 : 1 volume baik untuk pertumbuhan Calathea. Namun Calathea akan rusak oleh fluoride dan pH harus dipertahankan mendekati 6.5. Untuk mempertahankan pH yang tepat dalam media pot, dapat digunakan 7 pon dolomit per yard kubik.(irm)(sriana)

SebelumnyaMengenal Penyakit Tanaman Hias II
SelanjutnyaAglaonema pictum (Roxb) Kunt