Biopestisida Berbahan Aktif Rhizobakteria


Diupload oleh : Administrator
11 Januari 2019  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 69 kali






Berbahan aktif bakteri B. subtilis dan P. fluorescens
Biopestisida ini diberi nama dagang Prima BAPF (Gambar 10), efektif untuk mengendalikan penyakit tanaman seperti penyakit akar bengkak yang disebabkan oleh P. brassicae pada aneka kubis (Cicu 2006), penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh R. solanacearum pada tanaman aneka terung (Mawarni et al. 2002), R. solani pada tanaman krisan dan penyakit layu fusarium pada tanaman krisan dan anyelir dengan tingkat penekanan sebesar 28.62 71.47% (Hanudin et al. 2011). Biopestisida tersebut juga dapat menekan penyakit karat putih (Puccinia horina Henn.) sebesar 39.49% dan dapat mempertahankan hasil panen krisan sebesar 14.58% bila dibanding dengan fungisida kimia sintetik berbahan aktif azoksistrobin 200 gram/liter dan difenokonazol 125 gram/liter (Hanudin et al. 2010). Karakteristik biopestisida ini  berbentuk cair, berbahan aktif B. subtilis   ditemukan   pada biakan murni B. bassiana isolat ulat jambu batu (C. angulata f atau C. subtilis wlk)  asal Segunung (Cianjur, Jawa Barat) dan P. fluorescens yang diisolasi dari rhizosfir tanaman krisan yang tumbuh di Segunung.  Zat pembawa yang berfungsi sebagai suspensor adalah larutan mono sodium glutamat (Na glutamat) 1% yang ditambah dengan 0.1 m MgSO4. 7H2O.  
Prima BAPF  telah mendapat sertifikat paten dari Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI).  Hak paten tersebut diberikan untuk  formulasi biopestisida  dalam bentuk suspensi.  Adapun nomor sertifikat patennya ialah ID. 0 022 384B, 25 Nopember 2008.


Berbahan aktif bakteri  P. fluorescens
Biopestisida berbentuk cair berbahan aktif bakteri Pseudomonas kelompok fluorescens nomor isolat MR 96, diberi nama dagang Bio PF.  Pada tanaman hortikultura, Bio PF telah dikembangkan di Indonesia beberapa tahun ini.  Berdasarkan hasil penelitian, biopestisida ini efektif mengendalikan patogen tular tanah seperti layu bakteri, layu fusarium, penyakit rebah kecambah, dan busuk buah pada tanaman hortikultura. Pada tanaman cabai, Bio PF dapat menekan penyakit busuk buah yang disebabkan oleh colletotrichum sp sebesar 52,83% dan dapat mempertahankan produksi sebesar 30,60% bila dibanding dengan menggunkan pupuk dan pestisida kimia sintetik yang biasa digunakan petani (Nuryani et al. 2015)
(irman)

sumber: Ir. Hanudin
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 34.224.102.60

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun