• KUNJUNGAN DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN PROVINSI JAWA TENGAH
  • ditulis tgl : 18 Desember 2018, telah dibaca sebanyak : 324 kali


    Gambar malas ngoding
    Untuk mengetahui hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan kunjungan ke Balithi pada hari Selasa, 18 Desember 2018.

    Diawali dengan sambutan dan pemaparan profil Balithi yang dibawakan langsung oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias Dr. Ir. Rudy Soehendi, MP. peserta kunjungan diajak berkeliling meninjau lokasi pengembangan tanaman hias dan agro widya wisata Balithi.
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 10 Mei 2019

      Murraya paniculata

      M. paniculata (L.) Jack atau kemuning merupakan kerabat dari Citrus (jeruk).  Tanaman kemuning umum digunakan sebagai tanaman pot, tanaman taman, dan daun potong.  Tanaman ini digunakan juga sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Kemuning banyak digunakan sebagai batang bawah untuk jeruk, karena tanaman ini memiliki ketahanan terhadap penyakit Huanglongbin.

      M. paniculata merupakan tanaman tropis tahunan dengan
    • 06 Mei 2019

      Anyelir

      Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) berdasarkan jenisnya dikenal tipe standar dan spray dan berdasarkan umurnya dikenal jenis tanaman semusim dan tahunan. Tanaman ini digunakan sebagai bahan rangkaian bunga, obat dan kosmetika.

      Varietas Unggul Anyelir yang telah dihasilkan Balithi diantarannya:

      ALIFIA, Tipe bunga standar, diameter bunga 6.9-7.2 cm, agak tahan terhadap Fusarium, vase life 8-10 hari, adaptif di dataran dengan altitud 700-1500
    • 03 Mei 2019

      Bercak daun Septoria chrysanthemi Allesch, dan S. leucanthemi Sacc. et Speg.

      Gejala serangan S. chrysanthemi berupa bercak-bercak hitam pada daun.
      Bercak berbentuk bulat dan berbatas tegas, sedangkan S. leucanthemi bercak-bercaknya berwarna coklat, berbentuk bulat berukuran besar hingga 3 cm dan mempunyai lingkaran-lingkaran yang jelas. 
      Pada bercak yang disebabkan S. chrysanthemi terdapat badan buah cendawan (piknidium) yang mempunyai lebar 150 - 250 μm, dan berisi konidium berbentuk tabung, bersel 3 - 4, berukuran 50 - 80 x 2 - 3
    • 02 Mei 2019

      ANGGREK DENDROBIUM

      Genus Dendrobium (dendros=pohon dan bios=hidup) diperkenalkan oleh botanis asal Swedia yaitu Olaf Swartz pada tahun 1799, dan memiliki anggota spesies terbesar dari famili anggrek (>1600 menurut Hawkes atau ~900 menurut Bechtel).
      Distribusi anggrek Dendrobium mulai dari India, China, Jepang, Indonesia, Malaysia, Philipines dan kepulauan pasifik selatan, dengan diversitas terbesar di Papua. 
      Anggrek Dendrobium terbagi ke dalam seksi-seksi utama diantaranya
    • 29 April 2019

      Penerimaan Kunjungan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati

      Bertempat di aula Balithi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Dr. Rudy Soehendi, MP. menerima kunjungan 90 mahasiswa UIN Sunana Gunung Djati Bandung pada hari Senin, 29 April 2019.
      Dalam sambutannya Kepala Balithi memaparkan berbagai teknologi yang telah dihasilkan oleh Balithi sebagai Unit Pengelola Teknis dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

      Tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah
    • 28 April 2019

      Aglaonema rotundum N.E, Br

      Aglaonema rotundum N.E, Br termasuk kedalam famili Araceae , memiliki nama daerah Sri rejeki dan sebaran Geografis Endemik di pulau Sumatra. Aglaonema tersebar di daerah tropis Asia bagian timur.   

      Deskripsi :
      Semak, tinggi batang 15 cm, panjang tangkai daun 3-7 cm, helaian daun membulat telur melebar seperti tameng melebar dengan bagian ujung meruncing berukuran 16 cm, permukaan daun bagian atas berwarna