• PERBANYAKAN MASAL GERBERA SECARA IN VITRO
  • ditulis tgl : 05 Desember 2018, telah dibaca sebanyak : 420 kali


    Gambar malas ngoding
    Optimasi perbanyakan masal gerbera secara in vitro menggunakan kuncup bunga sebagai sumber eksplan telah berhasil dilakukan melalui penurunan konsentrasi TDZ yang dikombinasikan dengan 0,25 mg/l BAP, peningkatan dan penurunan konsentrasi TDZ dan BAP secara bertahap dan penurunan konsentrasi TDZ tanpa kombinasi dengan BAP telah diuji. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa medium MS yang ditambah dengan 0,4 mg/l TDZ dan 0,25 mg/l BAP merupakan medium inisiasi teroptimasi untuk perbanyakan massal gerbera yang optimum. Media ini berhasil menginduksi 7,8 bakal tunas per eksplan dengan 62,5% persentase regenerasi eksplan, 7,0 tunas per eksplan, 12,2 jumlah daun dan 1,63 cm panjang daun. Perbanyakan tunas optimal menggunakan medium  MS + 0,2 mg/l BAP + 0,02 mg/l NAA (GE-5). Media ini mampu menghasilkan tunas hingga 8,5 tunas per subkultur dengan 28,7 daun. Aklimatisasi plantlet berhasil dioptimasi dengan memberikan perlakuan penyemprotan larutan 1% pupuk majemuk (Growmore 32N:10P:10K) setiap minggu sekali. Optimasi aklimatisasi lebih lanjut dengan penggunaan pakis dan cocopeat sebagai media aklimatisasi. Keberhasilan aklimatisasi berkisar antara 88-100%, plantlet tumbuh sehat, vigor dan maksimal. Teknologi yang berhasil dikembangkan pada tahun 2016, juga telah berhasil digunakan untuk memperbanyak VUB gerbera: Athalia, Ayudia, Neoma, Nashita, Zsofia; Klon terseleksi 11.046, 11.043, 03.045, 01.092, 14.028, 21.035, 20.012, 01.163, dan 40.002. VUB dan klon yang berhasil diperbanyak dalam bentuk tunas, plantlet dan tanaman aklimatisasi telah diserahkan ke UPBS Balithi. (irm)

    (Budi Winarto, Kurnia Yuniarto dan Dewi Pramanik)
    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh