• TEKNOLOGI BARU PERBANYAKAN VARIETAS UNGGUL ANGGREK
  • ditulis tgl : 04 Oktober 2018, telah dibaca sebanyak : 671 kali


    Gambar malas ngoding
    Ketersediaan protokol perbanyakan anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis secara in vitro yang efektif dan efisien memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan dan menghasilkan benih yang berkualitas skala komersial. 

    Perbaikan teknologi perbanyakan klonal benih anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis secara in vitro terus dilakukan untuk mendapatkan teknologi yang lebih efektif dan efisien. 

    Hasil penelitian pada perbanyakan klonal Dendrobium memberikan beberapa informasi penting, yaitu: 

    1. Klon-klon terpilih/kandidat VUB Dendrobium Balithi memiliki respon pertumbuhan dan perkembangan yang bervariasi ketika dikulturkan secara in vitro
    2. Pembentukan kalus embriogenik (KE) Dendrobium Zahra-58 tertinggi (32.00-38.33%) dihasilkan oleh eksplan basal part pada media IDT-4 (1/2 MS + 1.5 mg/l TDZ + 0.5 mg/l BAP), sedangkan media mT-1 dan mT-2 (1/2 MS + 2.5- 5.0 mg/l mT + 0.05 mg/l BAP) sesuai untuk inisiasi embrio somatik/plbs (34.33%) dan tunas (38.67%) dengan waktu inisiasi lebih cepat (11-14 hari), 
    3. Proliferasi awal KE terbanyak (83.12 %) dihasilkan pada TCS kalus/plbs  asal eksplan basal part D. Zahra-58 yang dikulturkan pada media FD-2 ( MS + 1.5 mg/l TDZ + 0.5 mg/l BAP) 
    4. TCS kalus/plbs D. Zahra-58 pada media FD-4 (1/2 MS + 5.0 mg/l mT + 0.05 mg/l BAP) meskipun memiliki laju pertumbuhan tercepat dengan pertambahan bobot basah kultur 0.56 g/bulan dan tingkat multiplikasi 4.29x, namun proliferasi kultur lebih ke arah pembentukan tunas dan hanya sebagian kecil yang berproliferasi ke arah kalus dan plbs (8.56% dan 10.96%) 
    5. Sistem kultur padat untuk proliferasi awal TCS kalus/plbs D. Zahra-58 mampu menekan tingkat kontaminasi dan pencoklatan kultur, pertambahan bobot basah kultur dan tingkat multiplikasi yang lebih tinggi, namun sulit mempertahankan kultur untuk tetap berproliferasi menjadi KE (49.84 %) dan cenderung untuk berproliferasi ke arah plbs/tunas,  sedangkan kultur cair lebih mampu mempertahankan kultur untuk tetap berproliferasi dalam bentuk KE (83.12%) 
    6. TCS kalus/plbs D. Zahra-58 yang diproliferasikan pada media FD-1 dan FD-2 (0.75-1.5 mg/l TDZ) menunjukkan kecenderungan peningkatan proliferasi KE dan penurunan proliferasi plbs/tunas/kecambah seiring periode subkultur hingga periode subkultur ke-4,  sebaliknya pada media FD-3 dan FD-4  (2.5-5.0 mg/l mT) proliferasi kultur lebih ke arah pembentukan plbs/ tunas dan persentasenya meningkat seiring peningkatan periode subkultur
    7. Perkecambahan ES D. Zahra-58 masih perlu dilakukan pada media MS-FV, sedangkan untuk pembesaran plantlet dapat dilakukan pada media pupuk (2% Rosasol: Pupuk Daun NPK 18:18:18 TE) selama 14 minggu.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mT lebih sesuai untuk perbanyakan in vitro melalui jalur organogenesis dan tidak bisa mensubtitusi peran TDZ dalam proses awal embriogenesis somatik.

    (Fitri Rachmawati, Budi Winarto, Ridho Kurniati, Dewi Pramanik, Ronald Bunga Mayang, Dedeh Siti Badriah, Dedeh Kurniasih)

    ~irm~
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,