• TEMU STAKEHOLDER DAN BIMTEK PERCEPATAN IMPLEMENTASI SISTEM PERBENIHAN KRISAN DI TOMOHON
  • ditulis tgl : 07 Agustus 2018, telah dibaca sebanyak : 878 kali


    Gambar malas ngoding
    Balai Penelitian Tanaman Hias bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara mengadakan temu stakeholder dan Bimtek percepatan implementasi system perbenihan Krisan di Tomohon. Selain dihadiri oleh Walikota Tomohon, acara yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon ini juga mengundang Direktur Pertamina Provinsi Sulawesi Utara, Anggota DPRD Kota Tomohon, dan juga 30 petani Krisan di seluruh Kota Tomohon. Pada acara ini juga dipresentasikan tema Membangun Industri Perbenihan Menuju Kemandirian Usaha Florikultura di Tomohon, materi pengenalan varietas dan produksi benih krisan Balithi, serta praktek perbenihan.  Tujuan kegiatan ini ialah mendorong inisiasi tumbuhnya industri benih yang mendukung agribisnis krisan di Tomohon dan meningkatkan kompetensi SDM pelaku usaha.

    Sebelumnya Walikota Tomohon dan pejabat lainnya mengunjungi Green House di Show Windos Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon untuk melakukan panen perdana Krisan. Ikut mendampingi dalam acara panen perdana ini Kepala Balithi Dr. Ir Rudy Soehendi serta Prof. Budi Marwoto Dua varietas Krisan Balithi yang dipanen langsung oleh Walikota Tomohon adalah Sintanur dan Sabiya. Terlihat bahwa performa dan penampilan dari kedua varietas ini sangat baik dengan warna putih dan kuning cerah tentunya menjadi daya Tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir.

    Walikota Tomohon dan Para pejabat kemudian melanjutkan kunjungannya ke Green House lainnya, yaitu Green House yang ditanami Ririh dan Kulo. Walikota Tomohon sangat senang dengan ditanamnya dua varietas ini karena, kedua varietas ini termasuk varietas yang endemic dan dapat tumbuh baik di Tomohon. Direktur pertamina yang hadir juga memberikan apresiasi yang baik dengan tumbuhnya varietas Ririh Kulo ini dengan baik.

    Setelah melakukan panen raya, Walikota Tomohon dan tamu lainnya memasuki ruang rapat Show Windows Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon untuk mengikuti acara pembukaan Temu Stakeholder dan Bimtek percepatan implementasi system perbenihan krisan. Acara diawali dengan laporan dari Kepala DInas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon. Dalam sambutannya Kepala Dinas mengatakan bahwa Krisan memiliki daya saing yang kompetitif dan Continue, namun masalah perbenihan harus diberikan perhatian yang cukup intens. Hal ini dikarenakan saat ini 90% bibit masih mengambil dari daerah lain yaitu dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Kepala Dinas mengatakan bahwa kedepannya Tomohon harus menjadi produsen Benih bagi Indonesia khususnya di bagian Timur.

    Dalam Kesempatan kali ini Kepala BPTP juga memberikan sambutannya terkait masalah perbenihan. Kepala BPTP mengatakan bahwa sudah saatnya Tomohon menjadi daerah mandiri benih. Saat ini BPTP sudah mendemplot 14 varietas dan mendiseminasikannya ke semua petani. Materi diseminasi yang disampaikan ke petani tidak hanya pada varietasnya saja, namun juga teknologinya. Kepala BPTP melihat adanya peluan di Papua dan Ambon sebagai target pasar tanaman hias khususnya Krisan.

    Senada dengan Kepala BPTP Sulawesi Utara, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias juga mengatakan pentingnya perbenihan dalam sebuah proses budidaya Krisan. Menurut Kepala Balithi, Tomohon merupakan model yang lengkap namun perbenihannya kurang optimal. Oleh karena itu Balithi berkomitmen untuk membantu memberikan pendampingan perbenihan di Kota tomohon. Pembentukan SDM yang berkualitas serta ketersediaan sarana prasarana juga menjadi faktor pendukung dalam terwujudnya kota Tomohon yang mandiri benih.

    Sementara itu, Walikota Tomohon dalam sambutannya mengatakan bahwa memang petani-petani di Tomohon harus mendapatkan bantuan dan dorongan khususnya dibidang perbenihan. Hal yang sudah menggemberikan saat ini adalah petani-petani di Tomohon sudah berhasil dari sisi pendapatan, hal ini ditandai dengan permintaan bunga krisan yang semakin meningkat apalagi adanya turis nasional dan Internasional yang datang ke Kota Tomohon. Tantangan saat ini yang harus dihadapi adalah bagaimana ketersediaan benih yang bias dipersiapkan Kota Tomohon serta bagaimana memasarkannya secara nasional maupun Internasional. Pemerintah Kota Tomohon juga sudah membuat regulasi Perda th 2016 mengenai usaha Florikultura yang di dukung pula oleh DPRD Kota tomohon.Target dari pemerintah kota Tomohon saat ini adalah tersedianya 4 juta benih pertahun. Harapan Walokota dengan adanya Bimtek ini adalah petani bias menyiapkan benih dan mengexport benih serta bunga krisan. Harapan lainnya adalah Kota Tomohon akan semakin dikenal serta kesejahteraan petani di Tomohon semakin meningkat.

    Seusai memberikan sambutannya, Walokota Tomohon mendapatkan Benih Krisan secara simbolik dari Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias. Benih ini adalah benih sumber yang dihasilkan oleh UPBS Balithi, yang selama ini juga telah berperan aktif dalam penyediaan benih Krisan di Kota Tomohon.

    wess (pen)
    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 10 Mei 2019

      Murraya paniculata

      M. paniculata (L.) Jack atau kemuning merupakan kerabat dari Citrus (jeruk).  Tanaman kemuning umum digunakan sebagai tanaman pot, tanaman taman, dan daun potong.  Tanaman ini digunakan juga sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Kemuning banyak digunakan sebagai batang bawah untuk jeruk, karena tanaman ini memiliki ketahanan terhadap penyakit Huanglongbin.

      M. paniculata merupakan tanaman tropis tahunan dengan
    • 09 Mei 2019

      Mawar

      Mawar (Rosa hybrida) dikenal karena keindahan, keanggunan, dan keharumannya. Ditinjau dari kegunaannya mawar dapat digunakan sebagai bunga potong, mawar taman, mawar tabur, dan bahan kosmetik. Permintaan mawar bunga potong meningkat pada hari-hari besar, seperti tahun baru, Idul Fitri, Valentine, dan hari peringatan kemerdekaan.

      Mawar potong sebaiknya ditanam di dataran tinggi (1000-1500 mdpl).  Tanah yang gembur serta kaya bahan organik atau humus dengan pH
    • 06 Mei 2019

      Anyelir

      Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) berdasarkan jenisnya dikenal tipe standar dan spray dan berdasarkan umurnya dikenal jenis tanaman semusim dan tahunan. Tanaman ini digunakan sebagai bahan rangkaian bunga, obat dan kosmetika.

      Varietas Unggul Anyelir yang telah dihasilkan Balithi diantarannya:

      ALIFIA, Tipe bunga standar, diameter bunga 6.9-7.2 cm, agak tahan terhadap Fusarium, vase life 8-10 hari, adaptif di dataran dengan altitud 700-1500
    • 05 Mei 2019

      Layu Fusarium oxysporum Schlecht. ex. Fr. dan Verticillium albo-atrum Reinke et Bert.

      Gejala serangan Fusarium sp. adalah tanaman layu, daun menguning dan mengering mulai dari daun bagian bawah merambat ke daun bagian atas, dan akhirnya mengakibatkan kematian tanaman. Potongan batang melintang pada tanaman yang sakit menunjukkan warna coklat melingkar di sekeliling pembuluhnya.  Sedangkan cendawan Verticillium sp. menyebabkan daun-daun menguning, kemudian layu permanen, mirip dengan gejala serangan Fusarium, tetapi daun-daun yang terserang