• ANTHURIUM PLOWMANII
  • ditulis tgl : 30 Mei 2018, telah dibaca sebanyak : 1595 kali


    Gambar malas ngoding
    The International Plant Name Index : Anthurium plowmanii Croat; Candollea. 42 (2): 811-813. 1987.
    Nama umum: Anthurium Fruffles, Wave of love (Inggris), Gelombang cinta (Indonesia).

    A. plowmanii termasuk dalam Kingdom: Plantae, Divisi: Angiospermae, Subdivisi: Monocotiledonae, Ordo: Alismatales, Family: Araceae, Subfamili: Aroideae, Genus: Anthurium, Seksi: Pachyneurium, Species: Anthurium plowmanii Croat.  Daun A. plowmanii tergolong sangat tebal dan kaku menyerupai kulit (coriaceous/leathery) dengan helain ellips memanjang dan merucing.  Bagian terlebar helaian berada mendekati ujung daun namun masih disekitar bagian tengah.  Tulang daun primer berada di tengah helaian dan tulang daun lateral memanjang secara bebas dari tulang daun primer ke arah tepi helaian daun.  Permukaan daun bagian atas mengkilap dengan tepi daun bergelombang (undulate).  Gelombang tepi daun A. plowmanii merupakan gelombang tepi daun yang paling tegas diantara spesies-spesies seksi Pachyneurium (Pessoa et al. 2013). Panjang daun tanaman fase juvenile A. plowmanii dapat mencapai 2 meter.  Tangkai daun berukuran 10 - 40 cm dengan penampang melintang tangkai daun berbentuk huruf C atau U . Batas antara tangkai dan helaian terdapat bagian bernama geniculum berbentuk lebih membulat dan lebih agak lebih besar dari tangkai daun.  Beberapa sumber menyebutkan, geniculum berfungsi sebagai pemutar helaian daun untuk menghadap kearah cahaya saat intensitas cahaya rendah.  Karakteristik ini hanya ada pada genus Anthurium dan Spathiphyllum pada family Araceae (Lourdes Soares et al. 2013).  Tanaman-tanaman pada spesies A. plowmanii mempunyai varaiasi dalam bentuk dan karakter daun yang merupakan karakteristik yang jarang dijumpai di famili Araceae.

    Batang A. plowmanii beruas pendek, setiap ruas merupakan tempat melekatnya tangkai daun. Batang A. plowmanii umumnya dipenuhi oleh akar yang tumbuh yang berfungsi sebagai organ penopang tumbuhnya tanaman.  Bunga A. plowmanii tumbuh ke atas (erect).  Spathe berbentuk lonjong meruncing (lanceolate) dan cenderung menekuk keluar (bila sudah mekar) dengan ujung meruncing dengan panjang mencapai  5 – 15 cm dan dapat tumbuh hingga mencapai 29 cm dan lebar 5 – 10 mm, berwarna violet keunguan dengan bercak hijau dan ungu (Gambar 3b).  Spadiks berwarna ungu gelap berbentuk lonjong mengecil di bagian ujung.  Ukuran spadiks mencapai panjang 10 - 45 cm dengan diameter 1 – 2.2 cm.  Panjang stipe (tangkai spadiks) 6 - 10 cm dengan diameter sekitar 1.2 cm.  Ukuran spadiks yang lebih panjang dari tangkai spadiks merupakan salah satu ciri unik dari A. plowmanii pada seksi Pachyneurium yang hanya dipunyai oleh A. solomonii (Pontes et al. 2014).  Bunga bersifat berumah satu dan seperti halnya tanaman pada family Araceae, A. plowmanii juga bersifat protogini dimana dalam bunga yang sama, bunga betina akan akan matang terlebih dahulu dibandingkan bunga jantan (Croat 1980), sehingga penyerbukan alami pada satu bunga sangat jarang terjadi (Barabč dan Lacroix 2008).  Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyerbukan alami beberapa spesies anthurium dibantu oleh sebangsa serangga coleoptera (Frans 2007).  Setelah terjadi penyerbukan, maka embrio bii akan terbentuk yang pada akhirnya membentuk buah matang berwarna kulit merah dengan bentuk bulat memanjang.  Setiap buah berisi 1 – 2 biji dengan ukuran 1 – 1.2 mm dan panjang 1.2 – 1.5 mm dan setiap spadiks mampu menghasilkan 500 – 2000 biji. (K. Budiarto)

    i r m


    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25°C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh