Perbanyakan Klon Harapan Dendrobium Hasil Silangan Balithi Dengan Cara Kultur Jaringan


Diupload oleh : Administrator
28 Mei 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 723 kali






ABSTRAK. Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang telah dibudidayakan oleh masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Perbanyakan tanaman anggrek bisa dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sama seperti induknya. perbanyakan secara kultur jaringan untuk mendapatkan tunas anakan dalam jumlah banyak, seragam dan dalam waktu yang relatif lebih singkat. Penelitian ini bertujuan membantu tersedianya bibit anggrek yang mencukupi dalam rangka mendukung program pelepasan varietas anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi.  Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah  inisiasi plbs. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Komposisi media untuk menginduksi protocorm like bodies (plbs.) adalah sebagai berikut: (1)Vacin&Went  + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l (kontrol), (2) Vacin&Went + TDZ 3 ppm + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (3) Vacin&Went + TDZ 3 ppm + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (4) Vacin&Went + BAP 1.5 ppm + NAA 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (5) Vacin&Went + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l.  Tahap kedua adalah proliferasi plbs. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Komposisi media untuk proliferasi plbs. menjadi planlet adalah sebagai berikut: (1) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l +charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (2) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + ubi kayu 50 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (3) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20g/l + ubi manis 50 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (4) Vacin&Went + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (5) Vacin&Went + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + Pepton 2 g/l + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (6)Hyponex 4 g/l + air kelapa 150 ml/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Media yang cocok untuk inisiasi eksplan menjadi plbs. anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi adalah media dengan komposisi Vacin&Went+TDZ 3 ppm +BAP 1.5 ppm+ NAA 1 ppm dan Vacin&Went+ TDZ 3 ppm + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm, (2) Proliferasi plbs. menjadi planlet dapat terjadi pada semua perlakuan komposisi media, namun yang terbaik yaitu pada komposisi media Vacin&Went + pisang 75 g/l + NAA 1mg/l + BAP 1.5 mg/l + pepton 2g/l., (3) Telah dihasilkan 5 klon anggrek Dendrobium hasil silangan BALITHI yaitu dengan nomor silangan NS 001/10, NS 022/21, NS 022/23, NS 022/27, dan NS 022/62.

Kata kunci : Anggrek, Dendrobium, plbs., Planlet, Balithi


Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang telah dibudidayakan oleh masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Di Asia Tenggara, anggrek ini menjadi andalan Thailand, Indonesia dan Filipina. Kerabat Orchidaceae ini tumbuh mulai di dataran rendah Kalimantan hingga kaki pegunungan Himalaya di ketinggian 3800 m dpl. (Anonim, 2005).
Perbanyakan tanaman anggrek dapat dilakukan pada saat generatif dan vegetatif.  Perbanyakan secara generatif melalui persilangan biasanya dilakukan dengan tujuan seleksi, untuk mendapatkan jenis bunga yang sesuai dengan karakter yang dikehendaki. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sama seperti induknya. Namun apabila perbanyakan vegetatif dilakukan secara konvensional, maka dari satu tanaman induk hanya diperoleh beberapa tunas anakan. Dengan demikian perlu dilakukan perbanyakan secara kultur jaringan untuk mendapatkan tunas anakan dalam jumlah banyak, seragam dan dalam waktu yang relatif lebih singkat.
Banyak faktor yang menentukan dalam perbanyakan secara kultur jaringan di antaranya adalah faktor genetis, komposisi media kultur, lingkungan tumbuh dan keterampilan dalam pelaksanaan. Kompisisi media kultur jaringan biasanya terdiri atas unsur hara makro, mikro, sukrosa, vitamin, asam amino, hormon dan lain sebagainya. Media Vacin & Went yang dimodifikasi dengan penambahan senyawa tertentu dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman anggrek. Penambahan vitamin ke dalam media kultur dapat merangsang pertumbuhan jaringan dan organ tanaman anggrek (Arditti dan Ernst, 1993). Penambahan tiamin 1.0 ppm pada media tumbuh merupakan konsentrasi yang optimal untuk pertumbuhan tinggi planlet, panjang akar, jumlah akar, jumlah daun, dan luas daun anggrek Oncidium (Widiastoety, dkk., 2009).
Penggunaan sukrosa sebagai sumber energi  sangat baik untuk pertumbuhan tanaman anggrek secara in vitro. Penambahan sukrosa 20 g/l ke dalam media tumbuh cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan plbs.(protocorm like bodies) anggrek Vanda (Widiastoety et al. , 1985) dan mendorong pertumbuhan protocorm anggrek Dendrobium (Widiastoety, et al.., 1998). Air kelapa merupakan endosperm yang berperan sebagai cadangan makanan cair, sumber energi yang banyak mengandung zat pengatur tumbuh.  Penambahan air kelapa 150 ml/l ke dalam media tumbuh dapat mendorong pembentukan plbs. anggrek Vanda (Widiastoety dan Santi, 1994).  Menurut Tulecke et. al. (1961) dalam Widiastoety (2001)  air kelapa mengandung zat atau bahan – bahan unsur hara, vitamin, asam – asam amino, asam nukleat, fosfor, zat tumbuh seperti auksin dan gibeelat yang berfungsi sebagai penstimulir proliferasi jaringan, memperlancar metabolisme dan respirasi (Tabel Lampiran1.)
Hormon tanaman atau zat pengatur tumbuh berperan dalam mendorong pertumbuhan tanaman dalam kultur jaringan.  Hormon – hormon yang biasa digunakan dalam kultur jaringan yaitu BA (Benzyl Adenin), BAP (Benzyl Amino Purin), NAA (Naphtalen Acetic Acid), 2,4 D (2,4-dichlorophenoxyacetic acid), TDZ (1-phenyl-3(1,2,3-thiadiazol-5 yl) –urea, dan lain sebagainya.  Penambahan 3 - 10 ppm 2,4 D dan 0.3 – 3 ppm TDZ pada media ½ MS dapat menginduksi terbentuknya kalus dan terjadinya proliferasi pada eksplan daun dan batang pada kultur jaringan anggrek Vanda (Thi Lang & Thi Hang, 2006).  Penggunaan Mitra medium dengan penambahan BA dan IAA dengan perbandingan 2 : 1 dengan kisaran BA 44.4 – 66.6 uM dapat mendorong pertumbuhan tunas pada kultur jaringan anggrek Vanda spathulata ( Decruse, et al, 2003).  Penambahan 2 mg/l BA dan 0.1 mg/l NAA pada media ½ MS dapat mendorong munculnya tunas dari eksplan ”Axenic nodal” pada kultur jaringan anggrek Dendrobium candidum (Shiau, Yin-Juh et al., 2005). Media Knudson yang dimodifikasi dengan 3 mg/l BAP dan 2 mg/l NAA dapat meningkatkan produksi plb. pada kultur tangkai bunga anggrek Dendrobium moschatum (http://www.ias.ac.in/currsci/aug25/articles13.htm). 
Untuk pertumbuhan planlet dalam media padat, perlu ditambahkan pisang untuk mendorong pertumbuhannya.  Hal tersebut karena di dalam buah pisang terkandung beberapa macam zat seperti tertera dalam Tabel Lampiran 2.  Menurut Arditti (1968)  dalam buah pisang terdapat hormon auksin dan giberelin.  Diketahui bahwa hormon giberelin berperan dalam pertumbuhan tunas baru atau planlet dalam kultur.
Ubi kayu dan ubi jalar dapat  dipakai sebagai bahan tambahan untuk media padat, karena selain mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, juga mengandung unsur – unsur lainnya seperti protein, mineral dan vitamin.  Selain harganya murah, ubi kayu dan ub jalar banyak tersedia di pasaran sehingga bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat dan unsur lainnya.

Teknologi perbanyakan secara kultur jaringan sangat membantu dalam penyediaan bibit anggrek yang sama dengan induknya dalam jumlah banyak dan seragam dalam waktu yang relatif lebih singkat.  Dalam rangka membantu penyediaan bibit anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi, maka penelitian ini diharapkan dapat mendukung program pelepasan varietas baru tersebut.  Dengan asumsi bahwa masing – masing varietas anggrek mempunyai respon yang berbeda terhadap komposisi media kultur, maka masih perlu dilakukan penentuan komposisi yang sesuai untuk inisiasi dan multiplikasi plbs. anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi.
Dengan teknologi perbanyakan secara kultur jaringan, diharapkan dapat membantu tersedianya bibit anggrek yang mencukupi dalam rangka mendukung program pelepasan varietas anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan media yang cocok untuk inisiasi eksplan menjadi plbs.  dan  proliferasi plbs. menjadi planlet anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi.
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 18.212.93.234

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun