• ANTHURIUM CRYSTALINUM
  • ditulis tgl : 24 Mei 2018, telah dibaca sebanyak : 1153 kali


    Gambar malas ngoding
    Anthurium berasal dari daerah tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-18 dibawa oleh bangsa Belanda. Ada dua golongan anthurium, yaitu yang berdaun indah dan yang berbunga indah. 
    Anthurium berdaun indah memiliki bentuk, warna, dan ketebalan daun yang beragam, sedangkan seludang bunganya tidak memiliki keistimewaan, diperkirakan spesies Anthurium telah mencapai lebih dari seribu jenis. 
    Tanaman Anthurium berkembang pesat di daerah yang beriklim tropis, seperti di sebagian Benua Amerika dan Benua Asia termasuk di Indonesia. Anthurium daun yang sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia adalah Anthurium crystallinum (kuping gajah) (Keating 2003).
    Anthurium crystallinum adalah spesies Anthurium yang memiliki daun yang sangat menarik dan digunakan sebagai tanaman pot maupun daun potong (Kuanprasert dan Kuehnle 1999). Terdapat beberapa varietas/hasil persilangan A. crystallinum X A. papilli dengan warna spate hijau dan spadik merah marun, namun hasil persilangan ini tidak menghasilkan wangi. 
    Selain itu diperoleh hasil persilangan A. crystallinum dan A. armeniense yang memiliki wangi (Kuanprasert et al. 1998; Kuanprasert dan Kuehnle 1999). Selain itu telah dipatenkan varietas Anthurium crystallinum ‘Crystal Hope’ yang memiliki ciri memiliki daun yang relative kecil, vena pada daun memiliki warna yang tegas dan jarang berbunga (Hope 1995).
    Anthurium crystallinum  adalah sejenis tanaman dari suku talas-talasan, termasuk famili Araceae. Tanaman ini termasuk tanaman berumah satu, di mana bunga jantan dan bunga betina berada dalam satu bunga. Perbanyakan tanaman anthurium dapat dilakukan secara genertif dengan menggunakan biji dan secara vegetatif melalui stek batang (Dufour dan Guerin 2003). Dalam keluarga Araceae, Anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. 
    Daya tarik yang utama dari anthurium crystallinum adalah bentuk daun oval dengan permukaan daun hijau mengkilap, serta tekstur daun tebal dan tegas dengan urat-urat daun berwarna perak yang menonjol (Ratnasari dan Juwita 2008). 

    (Eka Febriyanti & Dewi Pramanik)
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 18 Mei 2019

      Sejarah Singkat Krisan



      Krisan atau chrysanthemum berarti bunga emas. Dalam bahasa Yunani chrysos berarti emas dan anthemon berarti bunga, nama lain dari bunga krisan adalah seruni. 

      Tanaman krisan yang kita kenal sekarang ini merupakan tanaman hibrida yang kompleks, yang bila ditanam dari biji akan terjadi segregasi genetik menjadi individu tanaman yang mempunyai warna dan bentuk yang sangat beragam. Kebanyakan spesies
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah