Hibridisasi Intraspesifik dan Interspesifik Anyelir


Diupload oleh : Administrator
11 Mei 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 593 kali






Tujuan penelitian adalah mendapatkan F1 anyelir yang bertipe dan berbunga novel. Percobaan dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Desember 2007 di Kebun Percobaan Tanaman Hias Cipanas. Persilangan dilakukan searah maupun dua arah (resiprok). Pengamatan dilakukan terhadap persentase keberhasilan persilangan, jumlah biji/persilangan, persentase biji tumbuh dan persentase tanaman F1 yang hidup. Sebanyak 28 seri persilangan berhasil membentuk biji, 16 seri persilangan diantaranya berhasil tumbuh menjadi individu-individu F1 anyelir. Keberhasilan persilangan sebesar 6.56 %, jumlah biji/persilangan bervariasi antara 1 - 88 biji , persentase biji tumbuh antara 50 % - 100 % dan jumlah tanaman F1 yang hidup bervariasi antara 1 - 16 tanaman. Tanaman F1 interspesifik memiliki tipe dan bunga baru novel dengan siklus hidup yang pendek.
Kata kunci : anyelir, hibridisasi, intraspesifik, interspesifik


Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) merupakan salah satu tanaman hias yang penting di dunia. Keindahan bunga tanaman ini dipengaruhi oleh warna dan bentuk mahkota bunganya (Sudarmonowati dkk., 1996). ). Anyelir merupakan anggota dari famili Caryophyllaceae yang terdiri dari 88 genera dan 1750 spesies (Ali A. et al., 2008).  Dianthus caryophyllus yang menurunkan anyelir yang ada saat ini, berasal dari Eropa bagian selatan dan Asia bagian barat (Mii et al., 1990).

Sejalan dengan peningkatan pendapatan dan kesejahtaraan masyarakat, maka konsumsi bunga potong akan cenderung meningkat (SI LMUK, 2004). Sebagai gambaran pada tahun 1999, volume bunga potong anyelir yang masuk ke pasar bunga Rawa Belong sebanyak 265.400 tangkai tiap minggu dan pada tahun 2000 mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 345.800 tangkai per minggu (Satsijati dkk., 2004). Potensi pasar yang baik tidak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri. Pada tahun 2005 pertumbuhan permintaan bunga potong untuk konsumsi dalam negeri diperkirakan mencapai Rp 186 428 miliar, sedangkan peluang ekspor florikultura dunia diperkirakan mencapai US $ 120 miliar pada tahun 2007 (SI LMUK, 2004).

Untuk memenuhi peningkatan permintaan akan bunga potong tersebut, maka perlu dikembangkan penyediaan varietas baru yang unggul. Hal ini disebabkan  oleh tingginya ketergantungan Indonesia pada benih impor dan faktor ini sangat penting, sebab 30 35% biaya produksi berasal dari pembelian bibit (SI LMUK, 2004). Di dalam dunia florikultura, selera konsumen sangat menentukan popularitas kultivar, selera konsumen yang berubah setiap saat menyebabkan suatu kultivar menjadi mudah usang dalam waktu singkat. Untuk itu perlu diantisipasi dengan perakitan kultivar baru secara berkesinambungan melalui penerapan teknik pemuliaan tanaman secara efektif (Sanjaya dkk., 1995).

Menurut Howard (1968) dalam Broertjes dan van Harten (1988), sebagian besar anyelir komersial adalah diploid (2n = 30), walaupun ada beberapa yang tetraploid. Anyelir sangat heterosigos dan diperbanyak secara vegetatif, oleh karena itu, seleksi individu F1 hasil persilangan antar varietas dengan karakter yang diinginkan sangat menentukan keberhasilan program pemuliaan anyelir. Studi genetik anyelir kebanyakan terkonsentrasi pada beberapa karakter bunga seperti ukuran, warna, dan petal ganda dan sedikit yang diketahui tentang karakter penting lainnya seperti ketahanan terhadap penyakit (Holley dan Baker, 1963 dalam Mii et al., 1990).

Perbaikan karakter bentuk dan warna bunga, vase life dan ketahanan terhadap penyakit dapat diperoleh melalui persilangan (Agrifood Awareness Australia Limited, 2004). Persilangan antar varietas anyelir (standar atau spray) tidak mampu mengubah karakter umum tanaman anyelir. Persilangan antar spesies anyelir dengan karakter yang sangat berbeda diharapkan dapat menghasilkan turunan tipe baru dengan karakter warna dan pola warna baru atau siklus hidup yang lebih pendek (Demmink, 1978).

Karakter-karakter  yang biasanya menjadi tujuan program pemuliaan anyelir  adalah warna bunga novel seperti biru dan ungu, aroma bunga yang kuat, diameter bunga besar dengan tangkai yang kokoh, bunga ganda tanpa kelopak pecah, vase life lama, produksi bunga tinggi, tahan terhadap penyakit, dan toleran terhadap temperatur tinggi dan rendah (Mii et al., 1990).

M. Dewanti, Y. Supriyadi dan R. Meilasari

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 34.224.102.60

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun