Mengenal Anggrek Spathoglottis


Diupload oleh : Administrator
16 April 2018  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 515 kali






Anggrek tanah atau Spathoglottis telah banyak dikenal di masyarakat. Nama generik Spathoglottis berasal dari bahasa Yunani “spathe” yang berarti pedang dan “glossa” atau “glotta” yang berarti lidah. Sedang nama spesifik “plicata” diperoleh dari penampilan atau lekukan daunnya (Davis and Stiener. 1982). 
Spathoglottis memiliki ukuran bunga yang beragam dari yang kecil dan sempit sampai besar dan lebar dengan panjang tangkai bunga bervariasi dari yang pendek sampai tinggi. Tanaman anggrek ini seperti tanaman berbunga lain, memilki bagian-bagian tanaman yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. 
 
Akar
Tidak seperti tanaman anggrek lainnya, Spathoglottis memiliki bentuk dan akar yang sama dengan tanaman berbunga. Akar tumbuh di sekitar buku batang berturut-turut sepanjang batang dimulai dari bagian bawah.
 
Batang
Batang merupakan bagian tanaman yang berfungsi sebagai tempat bertumpu bagian-bagian lain seperti daun, bunga dan akar. Pada tanaman anggrek terdapat dua tipe batang yang berbeda yaitu berbatang satu (monopodial), yang tumbuh memanjang tanpa batas serta berbatang banyak (sympodial) yang tumbuh menyamping.
Tanaman anggrek Spathoglottis termasuk tipe sympodial yang membentuk bongol menyerupai bulb (umbi) yang beruas-ruas pendek  
bekas tempat tumbuh daun. Umbi ini bukan benar-benar umbi (karena merupakan bentukan dari sejumlah daging daun yang terpisah seperti pada bawang) yang biasanya disebut dengan pseudobulb (batang semu). Daerah ini tempat tumbuhnya tunas-tunas anakan yang membentuk rumpun. 
Pertumbuhan batang semu ini terbatas, setelah mencapai ukuran penuh, daun menjadi kering dan tidak lagi memproduksi daun baru. Namun sebelum ini terjadi biasanya akan muncul tunas baru pada dasar batang semu dan menjadi batang semu baru. Batang semu lama untuk beberapa saat masih menyediakan makanan dan akhirnya akan mati.

Daun
Seperti tanaman pada umunya, daun anggrek Spathoglottis memiliki fungsi untuk mengolah makanan melalui proses fotosintesis, menyimpan air dan unsur hara, serta menguapkan air.  Spathoglottis memiliki bentuk daun pita dengan permukaan daun berlipat-lipat memanjang sejajar dengan tulang daun. 
 
Bunga
Bunga Spathoglottis terdiri atas kelopak bunga (sepal), mahkota bunga (petal), tugu (column) yang membawa benang sari (anther) dan putik (stigma) serta bibir. Kelopak bunga berjumlah tiga terdiri atas satu kelopak atas dan dua kelopak samping yang menyebar di sisi lain dari bibir. Pada bibir tersusun atas dua keeping sisi, satu keping tengah dan dibagian pertemuan keeping sisi dijumpai callus (tonjolan berwarna kuning)
Alat reproduksi terdiri atas stamen yang berbentuk pollinia yang merupakan suatu massa pollen yang biasanya berjumlah delapan tersusun dalam dua kelompok yang masing-masing berjumlah empat pollinia. Stigma terletak dibelakang anther yang merupakan suatu cekungan pada tugu yang pada saat reseptif lembab dan Bunga dan bagian bunga Spathoglottis (repro : Holtum, 1964). 
Hampir semua anggrek memiliki bibir yang terletak di bagian bawah bunga. Pada waktu masih kuncup bibir ini terletak di atas. Pada waktu bunga mulai mekar, tangkai bunga berputar dan setelah mekar penuh arah bunga berubah 180 derajat.

Buah dan Biji
Segera setelah bunga diserbuki, ovari akan tumbuh menjadi buah berbentuk silinder berwarna hijau. Jika sudah masak bagian sisi yang berjumlah 3 bagian akan membuka dan biji akan jatuh. Setiap biji terdiri atas embrio-embrio yang kecil yang terbungkus selaput bening. Embrio ini yang kelak akan tumbuh menjadi tanaman. Buah anggrek merupakan buah kapsular. 
Endosperm sebagai cadangan makanan pada biji yang diperlukan untuk perkecambahan dan pertumbuhan awal biji tidak terdapat pada biji anggrek. Sehingga di alam untuk pertumbuhannya memerlukan gula atau persenyawaan lain sebagai pengganti endosperm, yang dapat diperoleh apabila tanaman bersimbiose dengan mikorhiza.

Suskandari K.
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.141.69

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun