Budidaya Leatherleaf Fern (Rumohra adiantiformis)


Diupload oleh : Administrator
12 April 2018  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 980 kali






Tanaman pakis (Leatherleaf Fern) merupakan salah satu tanaman hias daun potong yang populer di Indonesia. Manfaat komoditas daun potong leatherleaf ini antara lain sebagai filler atau bahan pengisi rangkaian bunga. Leatherleaf fern atau pakis adalah jenis paku-pakuan dengan nama latin Rumohra adiantiformis (G. Forst.). Lingkungan tumbuh yang dikehendaki yaitu ketinggian tempat 850 1800 m dpl, suhu 19 -27 0C, kelembaban relatif 80 90% dan pH tanah 5,5 6,0.
Pengelolaan Tanaman Terpadu leatherleaf bertujuan untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil dengan menerapkan inovasi teknologi budidaya meliputi optimasi penggunaan naungan dan teknik pemasangannya, perbaikan media tumbuh, pemupukan, teknik pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penanganan panen.

Intensitas cahaya yang sesuai berkisar  5000 lux, ini dapat dirancang dengan penggunaan naungan net sekitar 75% atau intensitas cahaya yang diterima tanaman 25%. Untuk menjaga keawetan net maka sambungan antar net harus dijahit rapat dengan menggunakan benang khusus dan diberikan penopang kawat bentuk diagonal yang dikaitkan pada tiang penyangga bangunan. 
Di daerah dengan curah hujan tinggi digunakan naungan plastik UV di bawah net.  Bila digunakan plastik UV di  bawah net maka kerapatan net sebaiknya sekitar 55%.

Lahan diolah dengan cara digemburkan pada kedalaman 15 cm. Ukuran bedeng penanaman yaitu lebar 100 120 cm, tinggi 10 15 cm  diatas permukaan tanah. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan pada awal penanaman dengan takaran 2 ton/ha/tahun atau 2 kg/m2/tahun, dan pemberian pupuk kandang dapat diulang setiap tahun. Jarak antar bedeng yaitu 40 60 cm. Tanaman toleran pada pH 5.0 6.0. PH tanah dapat diatur dengan memberikan  dolomit dengan takaran 1120 kg/ha/tahun dan diberikan setiap 3 bulan.

Bedengan dengan lebar 1 m diisi 3 tanaman, sedang bedengan dengan lebar 1,20 cm diisi 4 tanaman atau jarak antar tanaman 30,5 cm x 30,5 cm. Penanaman dengan menggunakan rhizome dilakukan pada kedalaman tanam 1,3 cm di bawah permukaan tanah, sedangkan rumpun berakar ditanam dengan kedalaman 2,5 cm di bawah permukaan tanah. 
Pemberian mulsa daun bambu sebanyak 0,5 karung/m2/tahun akan menambah bahan organik. Pemberian gliokompos akan mempercepat pelapukan daun bambu menjadi bahan organik
Selain pupuk kandang diberikan pula pupuk buatan berupa Urea, ZA, SP36, KCl dan pupuk mikro. Takaran Urea yaitu 66 kg/ha/tahun, ZA 73 kg/ha/tahun, SP36 64 kg/ha/tahun, KCl 76 kg/ha/tahun, diberikan setiap bulan satu kali. Pupuk mikro diberikan 1 g/l diberikan  setiap 2 minggu  sekali.

Irigasi yang dianjurkan adalah irigasi dengan sistem springkle volume 5 7 liter/m2. Jika menggunakan alat pengukur kadar air tanah tensiometer, maka penyiraman dimulai pada saat pembacaan antara -20 25 kpa dan dihentikan apabila tensiometer sudah terbaca -10 kpa.

an di dalam budidaya dan pascapanen. 
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 34.228.41.66

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun