• KEGIATAN PENGEMBANGAN TANAMAN HIAS DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN (TTP) CIGOMBONG
  • ditulis tgl : 06 April 2018, telah dibaca sebanyak : 1146 kali


    Gambar malas ngoding
    Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong, Bogor telah melaksanakan kegiatan pengembangan tanaman hias sebagai salah satu program komoditasnya. Saat ini komoditas tanaman hias yang dikembangkan yaitu sedap malam, krisan pot dan tanaman hias tropis seperti heliconia, alpinia, zingiber dan calathea.

    Untuk mengkaji dampak pengembangan tanaman hias, telah dilaksanakan monitoring (4 April 2018) untuk mengetahui perkembangan tanaman hias yang dibudidayakan dan permasalahan yang mungkin terjadi. Kegiatan dalam bentuk monitoring ini dilaksanakan oleh Tim dari Balithi yaitu Edi Tasman, SP dan Arlan Hernawan yang dipandu oleh Sdr Ibet selaku pengelola lapangan di lokasi TTP.
    Dari hasil wawancara dan kondisi di lapangan, diketahui bahwa tanaman hias sedap malam berkembang cukup baik, tetapi perlu dilakukan pemupukan ulang sehingga pertumbuhan lebih optimal. Selain ditanam di lapang, ada beberapa tanaman hias sedap malam yang ditanam di dalam pot.

    Komoditas krisan yang dikembangkan adalah krisan pot. Kondisi tanaman ini sangat baik dilihat dari tampilan tanaman yang bersih dan segar, saat ini krisan pot tersebut mulai mengeluarkan bakal kuncup bunganya.

     Petugas pengelola di lapangan berharap adanya media publikasi cetak (leaflet) yang disediakan untuk memberikan informasi lebih banyak bagi pengunjung. Selain itu adanya bimbingan teknis khusus dalam pengelolaan tanaman hias krisan ini sangat diharapkan bagi pengelola, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pengelola dalam praktek pembudidayaan tanaman hias krisan.

    • 24 Mei 2019

      Tapeinochilos ananassae

      Tapeinochilos ananassae K. Schum berasal dari Malaysia dan banyak tersebar di pegunungan Maluku (Heyne, 1987). Saat ini tanaman ini banyak dikembangkan pula di Queensland, Australia, Hawai dan Amerika selatan (Anonim, 2002). 
      Selain sebagai tanaman hias, Tapeinochilos ananassae juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun dan akarnya yang lunak apabila diremas dengan air kemudian diminum bisa menjadi obat penangkal racun ular. Empulur dan daunnya juga bisa dipakai untuk
    • 23 Mei 2019

      KAPITALISASI INOVASI KRISAN BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS

      Balai Penelitian Tanaman Hias sebagai lembaga riset telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang tanaman hias. Inovasi tersebut di antaranya berupa varietas, benih, dan teknologi produksi krisan.
      Balithi sejak tahun 1998 hingga saat ini telah menghasilkan 83 varietas.
      Penggunaan varietas tersebut di industri florikultura nasional mampu mensubstitusi  sebesar 40% dari total varietas yang beredar di pasar nasional.


      Berdasarkan data BPS (2014 s/d

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk