Mengenal Hama Utama Krisan


Diupload oleh : Administrator
13 Maret 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 543 kali






  • Kutu Daun (Aphid):  Macrosiphoniella sanborni Gill, Ropalosiphum sp., dan Aphis gossypii Glov.
Karakteristik biologi :
Bentuk lonjong, Bagian badan dan perut lebih lebar dari pada bagian kepala, Ukuran panjang rataan 2 mm, M. Sanbornii berwarna cokelat tua mengkilat, sedangkan kutu yang lain berwarna hijau, Di daerah tropis, kutu daun berkembang biak dengan cara melahirkan serangga muda (nimfa) tanpa perkawinan, Nimfa dan kutu dewasa makan dengan cara menusukkan alat mulut ke dalam jaringan tanaman dan mengisap cairannya. Kutu daun menyebar dari tanaman satu ke tanaman lainnya dengan berjalan, bantuan angin atau aktivitas manusia. Kutu daun dapat berfungsi sebagai vektor virus Chrysanthemum Virus B (CVB) dan Chrysanthemum Vein Mottle (CVM).

  • Pengorok Daun (Leafminer) : Lyriomyza sp. (Phytomyza sp.)
Karakteristik biologi :
Serangga dewasa sejenis lalat kacang, kecil dan ramping, Sayap transparan mengkilat dengan rentang 2,25 mm dan terlipat di atas tubuhnya, Ukuran panjang badan rataan 1,52-2 mm, Serangga dewasa berwarna cokelat tua kehitaman, sedangkan telurnya berwarna putih agak transparan berukuran 0,2 0,3 mm, Serangga dewasa meletakan telur di dalam jaringan daun, setelah telur menetas larvanya berwarna agak orange dan makan jaringan daun, Pada saat akan berubah menjadi kempompong, larva membuat lubang untuk keluar.  
       
Gejala serangan :
Di bawah lapisan epidermis meninggalkan bekas korokan berdiameter 1,5 2 mm, Pada permukaan daun tampak saluran-saluran berwarna keperak-perak dengan bentuk tidak beraturan.


  • Trips : Trips parvispinus Karny., T. palmi Karny dan T. tabaci Lindeman
Karakteristik biologi :
Imago berukuran sangat kecil (panjang tubuh 1 1,8 mm), Serangga dewasa berwarna kuning pucat sampai cokelat kehitaman terdapat bercak-bercak merah atau bergaris-garis. Trips muda berwarna putih atau kekuning-kuningan, Serangga dewasa bersayap 2 pasang yang halus dan berumbai
Gejala serangan       
Pada permukaan daun bagian bawah terlihat bercak putih keperakan. Serangan berat menyebabkan daun, pucuk serta tunas mengeriting, melengkung ke atas dan timbul benjolan seperti tumor (Gambar 3).

  • Tungau  Merah (Mite) : Tetranychus sp.
Karakteristik biologi :
Tungau dewasa berwarna merah kecokelatan, semua stadia tungau dari telur hingga dewasa hidup di bawah permukaan bawah daun, karena tungau menghindari sinar mata hari. Tungau berukuran sangat kecil (+ 0,1 mm), berwarna hijau bening dengan bercak berwarna gelap pada kedua sisi tubuhnya. Betina dewasa mempunyai 4 pasang kaki (Gambar 4), sedangkan nimfa (tungau baru menetas) mempunyai 3 pasang kaki. Telur  berbentuk bundar berwarna bening mengkilat diletakan satu persatu pada daun bagian bawah. Tungau makan dengan cara menusukkan alat mulutnya ke dalam jaringan tanaman dan mengisap cairannya. 

Gejala serangan Tungau :
Pada permukaan daun bagian bawah terlihat bercak putih keperakan, yang kemudian berkembang menjadi bercak tidak beraturan. Serangan berat menyebabkan daun, pucuk serta tunas mengeriting, melengkung ke bawah (Gambar 5).

  • Ulat Grayak : Spodoptera litura F.

Karakteristik biologi :
Sayap ngengat bagian depan berwarna abu-abu hingga cokelat kemerahan dengan pola variasi warna yang kontras dengan garis warna, Telur berbentuk bulat, berwarna cokelat kekuningan dengan bagian datar melekat pada daun,
Warna larva bervariasi, mempunyai tanda kalung dan bulan sabit berwarna hitam pada segmen abdomen yang ke-empat dan ke-sepuluh.

Gejala serangan :
Bagian tanaman yang diserang tampak robek bekas gigitan.

  • Ulat Tanah : Agrotis ipsilon Hufn.

Karakteristik biologi :
Ngengat menghindari cahaya matahari, bersembunyi di bawah permukaan daun, Larva berukuran panjang 4-5 cm berwarna cokelat kehitam-hitaman, juga menghindari sinar matahari dan bersembunyi di bawah permukaan tanah kira-kira sedalam 5-10 cm.  

Gejala serangan :
Bagian tanaman yang diserang (Biasanya batang tanaman muda) tampak patah bekas gigitan.


Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.207.223

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun