PENGARUH KULTIVAR DAN ARSITEKTUR TANAMAN TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS BUNGA MAWAR POTONG


Diupload oleh : Administrator
09 Maret 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 768 kali






ABSTRAK. Tujuan penelitian yaitu merakit teknologi budidaya Rosa hybrida L. untuk mendapatkan produksi dan kualitas yang tinggi. Penelitian diselenggarakan dalam rumah plastik di KP Segunung, Balai Penelitian Tanaman Hias,   1.100 m di apl pada 2009-2010. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah yang diulang tiga kali. Perlakuan petak utama kultivar mawar  ialah Grand Galla, Clarissa, Putri, Megawati, dan Megaputih. Anak petak arsitektur tanaman ialah tradisional Indonesia, soft pinching Belanda, dan bending Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Megaputih memiliki jumlah petal bunga dan produksi bunga tertinggi. Kultivar Grand Galla mempunyai panjang tangkai bunga dan panjang neck bunga tertinggi.  Perlakuan soft pinching Belanda menghasilkan panjang tangkai bunga, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, bobot tangkai bunga, jumlah daun, dan umur bunga tertinggi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perlakuan bending Jepang dan soft pinching Belanda dapat meningkatkan kualitas  bunga.
Kata kunci : Rosa hybrida L., kultivar, arsitektur.



Mawar (Rosa hybrida L.) merupakan bunga yang banyak diminati masyarakat. Kultivar baru diperlukan untuk menggantikan kultivar lama yang sudah kurang disenangi. Konsumen menginginkan tanaman mawar sebagai bunga potong yang mempunyai kualitas bunga baik, tangkai bunganya panjang (>45 cm) dan kokoh, kuntum bunga berukuran besar, jumlah petal yang banyak (>20 helai), kesegaran bunga yang lama (>4 hari), dan warna bunga yang cerah (Darliah et al. 2001). Orientasi perakitan kultivar baru mawar bunga potong adalah untuk memenuhi permintaan konsumen dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor benih dengan meningkatkan variasi warna bunga, produktivitas dan kualitas bunga. Kultivar-kultivar mawar bunga potong hasil rakitan dalam negeri (Balai Penelitian Tanaman Hias) perlu diuji dengan berbagai teknologi budidaya agar dapat diketahui kemampuan maksimalnya memproduksi bunga secara maksimal.
 Darliah et al. (2002) melaporkan bahwa kultivar Pertiwi terpilih sebagai bunga unggulan karena mempunyai jumlah bunga, panjang tangkai bunga, lama kesegaran, dan diameter bunga tidak berbeda nyata dengan kultivar impor Cherry Brandy. Darliah et al. (2010) juga melaporkan bahwa klon no. 41 (C.00421-01), yang sekarang disebut kultivar Clarissa mempunyai keunikan dalam warna bunga, yaitu merah cerah (red purple group 57A), tangkai bunga yang super panjang dan tegak, diameter kuncup dan diameter bunga mekar besar, dan jumlah petal lebih banyak dibandingkan kultivar pembanding Putri.
Salah satu teknologi dalam budidaya mawar bunga potong untuk menjaga pertumbuhan vegetatif tanaman agar produksi dan kualitas bunga tinggi adalah membentuk arsitektur tanaman agar dapat memperoleh tangkai bunga yang panjang dan kokoh. Kim & Lieth (2004) melaporkan bahwa kanopi tanaman mawar yang dilakukan bending menghasilkan tangkai bunga yang lebih panjang dan biomas lebih tinggi pada dua kultivar Kardinal dan Fire N Ice. Beberapa sistem arsitektur tanaman yang dikenal adalah  sistem tradisional Indonesia, sistem Belanda yang meliputi soft pinching dan hard pinching, dan sistem bending Jepang.  Selain sistem tradisional Indonesia, sistem arsitektur yang lain dapat meningkatkan produksi bunga (de Vries, 1993). Penerapan sistem arsitektur tradisional dilakukan dengan membiarkan tanaman mawar tumbuh secara alami, dan panen bunga dengan memotong tangkai sepanjang lebih dari 40 cm. Dalam sistem arsitektur tanaman selain tradisional dilengkapi dengan bending yaitu tunas utama dan tunas-tunas tidak produktif  diikat dengan kawat dan dilekatkan ke permukaan tanah. Perlu juga dilakukan soft pinching umum, yaitu pemetikan kuncup bunga dari seluruh tunas yang tidak produktif. Cara tersebut akan merangsang pertumbuhan tunas bottom break. Tunas bottom break adalah tunas produktif yang dapat menghasilkan bunga bermutu baik. Mutu mawar bunga terutama ditentukan karakter ukuran bunga, warna bunga, panjang tangkai bunga, dan duri (de Vries dan Dubois 1977). Tejasarwana dan Winarto (2001) melaporkan bahwa sistem arsitektur Jepang yang diterapkan pada klon C-91012-5, C-91023-1, dan  Cherry Brandy terbukti dapat meningkatkan panjang tangkai bunga menjadi 51,7 cm, diameter kuncup bunga menjadi 18,4 mm dan bobot bunga menjadi 16,1 g/tangkai. Penerapan sistem ini dapat menghasilkan bunga dengan kualitas AA dan A terbaik (16,5 dan 16,5 %) diikuti arsitektur tanaman hard pinching Belanda, terendah sistem tradisional Indonesia (0 dan 13,7 %).
Pada umumnya petani mawar tradisional belum biasa menerapkan teknologi arsitektur tanaman. Selain itu petani banyak bergantung pada benih mawar potong yang berasal dari impor (Supriadi et al., 2008). Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan penelitian tanggap kultivar-kultivar baru rakitan Balai Penelitian Tanaman Hias terhadap berbagai sistem arsitektur tanaman.  Darliah et al. (2002) melaporkan bahwa cv. Pertiwi mempunyai potensi produksi 1,77-2,40 tangkai bunga/tanaman/bulan atau 159,3-216 tangkai/m2/6 bulan. Darliah et al. (2010) melaporkan bahwa klon no. 66 (NI.16-1) dengan petal berwarna merah mempunyai potensi produksi 1,4 tangkai/tanaman/bulan atau 126 tangkai/m2/6 bulan. Tejasarwana & Rahardjo (2009) melaporkan penelitiannya,  cv Grand Gala, jarak tanam 30 cm x 20 cm, arsitektur tanaman bending Jepang menghasilkan 55,68 tangkai/petak/5 bulan atau 69,6 tangkai/m2/6 bulan. Berdasarkan latar belakang dan pertimbangan di atas, hipotesis yang diajukan  ialah produksi dan kualitas kultivar-kultivar mawar rakitan Balithi dapat ditingkatkan menggunakan teknologi arsitektur tanaman bending Jepang dan soft pinching Belanda.
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah meningkatkan produksi dan kualitas bunga mawar potong melalui penggunaan kultivar mawar Balithi dan penerapan sistem arsitektur tanaman. Kualitas bunga yang baik adalah tangkai bunga yang panjang, diameter bunga dan neck tinggi, bobot bunga tinggi, dan duri sedikit.
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.141.69

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun