PANDUAN TEKNIS BUDIDAYA KRISAN BUNGA POTONG


Diupload oleh : Administrator
05 Maret 2018  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 1469 kali






Tempat Penanaman
Di lahan sawah bekas pertanaman padi, tebu atau sayuran dengan ketinggian minimal 600 mdpl.
Pembuatan Rumah Lindung
Kerangka rumah lindung pertanaman krisan dapat terbuat dari bambu atau kayu dengan atap plastik UV.  Bagian samping rumah lindung tertutupi dengan kasa/paranet 65 % (atau insect screen).  Ketinggian jajar rumah lindung minimal 3 m dari atas permukaan tanah.

Pengolahan Tanah
  • Tanah diolah sempurna dengan mencangkul lapisan tanah dengan kedalaman 20 25 cm.  Sisa kotoran dan gulma dibuang keluar areal pertanaman.  Tanah dikeringanginkan selama 2 3 minggu tanpa diberi air.  Hal ini dimaksudkan untuk memberikan efek solarisasi cahaya matahari terhadap areal pertanaman.  Setelah itu, tanah dicangkul kembali dan sisa gulma yang masih tumbuh dibuang. 
  • Bedengan-bedengan pertanaman dibuat dengan mencangkul tanah dengan mencampurkan humus bambu/sekam yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak - 1 karung/m2, dan kapur pertanian dengan dosis 1 3 ton/ha atau 100 300 g/m2.  Ukuran bedengan pertanaman dalam rumah lindung adalah sebagai berikut :
  1. Lebar bedengan adalah 120 cm (1,2 m) dengan panjang searah (disesuaikan) dengan panjang rumah lindung.
  2. Jarak antar bedengan adalah 40 50 cm.
  3. Tinggi bedengan adalah 20 25 cm.
Pemupukan
  1. 1.  Seiring dengan pengolahan tanah dan pembentukan bedengan, aplikasi pupuk dasar dapat dilakukan dengan menggunakan: (1) Pupuk kandang yang telah matang sempurna sebanyak 30 ton/ha atau 3 kg/m2. (2) Pupuk kimia berupa Urea dengan dosis 250 kg/ha atau 25 g/m2,  SP 36 sebanyak 40 kg/ha atau 40 g/m2, dan KCl sebanyak 350 kg/ha atau 35 g/m2. Atau NPK (16:16:16) 1 ton/ha (100 g/m2).
  2. Pemupukan lanjutan dilakukan pada saat tanaman berumur 2, 4 dan 6 minggu dengan menggunakan Urea sebanyak 1,5 2 g/m2 dan KNO3 sebanyak 6 g/m2.
  3. Pemupukan lanjutan berikutnya diberikan setelah tanaman berumur 8 minggu berupa Urea sebanyak 1,5 g/m2, KNO3 sebanyak 6 g/m2 dan SP 36 sebanyak 3 g/m2.
  4. Pupuk daun diaplikasikan mulai saat tanam hingga satu minggu menjelang panen dengan frekuensi 2 kali seminggu sesuai dosis anjuran dalam kemasan.

Bahan Tanam/Benih
Bahan tanam berupa stek yang telah berakar yang seragam dan telah melalui proses pengakaran    12 18 hari.
Penanaman
Penanaman dilakukan pagi atau sore hari dimana kondisi belum/tidak lagi panas karena terik matahari untuk mencegah kematian tanaman yang tinggi.  Stek-stek berakar ditanam pada lahan bedengan dengan kerapatan tanam 100/m2 atau dengan jarak tanam 10 x 10 cm.
Pemberian air

  • Sehari sebelum tanam, bedengan sebaiknya diberi air hingga basah (dileb) tapi tidak menggenang.
  • Setelah penanaman, air diberikan setiap hari hingga tanaman berumur 10 14 hari atau tergantung kondisi kelembaban tanah untuk menghindarkan kematian tanaman muda.
  • Setelah tanaman berumur 14 hari, penyiraman dapat dilakukan 2 3 hari sekali tergantung kondisi pertanaman.

Pemberian Jaring Penegak Tanaman

  • Jaring penegak tanaman berfungsi untuk membantu tumbuh tegaknya tanaman/agar tidak roboh.
  • Jaring penegak terbuat dari tambang plastik dengan ukuran lobang 10 x 10 cm memanjang searah panjang bedengan.
  • jaring penegak biasannya dipasang sebelum penanaman dan dan perlahan-lahan dinaikkan seiring dengan tinggi tanaman.

Pemberian Cahaya Tambahan

  • Pemberian cahaya tambahan dilakukan pada malam hari selama 4 5 jam/hari, mulai pukul 22.00 hingga 03.00.
  • Pemberian cahaya tambahan dilakukan setiap hari dari awal tanam hingga tanaman berumur 30 hari atau bila ketinggian tanaman telah mencapai 50   55 cm, tergantung jenis varietas. Apabila tinggi mencapai 50 cm lampu dapat dimatikan, dan jika tanaman belum mencapai   50 cm maka periode pencahayaan dapat ditambah hingga tanaman mencapai 50 cm.
  • Setelah 30 hari, pemberian cahaya tambahan pada malam hari dihentikan.
  • Rangkaian titik-titik lampu untuk aplikasi pemberian cahaya tambahan adalah:
  • Jarak titik lampu dari bedengan (ketinggian lampu dari bedengan) adalah 1,5 m.
  • Jarak antar lampu dalam bedengan adalah 2 m.
  • Lampu yang dipergunakan adalah lampu LED warna kuning dengan kekuatan 18 (setara 75 watt)  atau 23 (setara 100 watt) watt/titik atau jenis lampu lain yang mempunyai intensitas cahaya yang sama.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Penyemprotan fungisida (Daconil, Antracol, Dithane M 45 atau Score) rutin 2 kali seminggu untuk penyakit karat dan bercak daun sesuai dosis anjuran dalam kemasan.
  • Penyemprotan insekstisida (Agrimec, Confidor dan Decis) rutin 2 kali seminggu untuk hama ulat, tungau atau kutu daun sesuai dosis anjuran dalam kemasan.
  • Sangat dianjurkan pemakaian fungisida dan insektisida yang berselang-seling jenisnya pada setiap kali penyemprotan.
  • Bila saat tanam ditemukan adanya serangan ulat tanah atau siput telanjang, maka perlu diberi umpan bekatul yang dicampur dengan gula merah dan insektisida.  Pemberian umpan ini perlu dipastikan efektifitas umpan tersebut.

Perompesan

  • Perompesan dilakukan untuk menghilangkan tunas-tunas lateral kecil yang tumbuh pada buku-buku batang bagian bawah.
  • Pada krisan tipe standar, bunga yang tumbuh pada apikal dibiarkan tumbuh membesar.  Sedangkan bakal-bakal bunga yang tumbuh pada ketiak daun pada buku-buku batang bawah dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan bunga yang dipelihara.

Panen

  • Pada bunga krisan tipe spray, kriteria waktu panen adalah bila 70 persen bunga telah mekar.
  • Panen dilakukan pagi hari, dimana tanaman dalam stadia vigor dan turgiditas yang tinggi.
  • Panen dilakukan dengan memotong batang tanaman kira-kira 5 cm dari atas permukaan tanah dengan menggunakan gunting potong.
  • Pada bunga krisan tipe standar, bunga dibungkus dengan menggunakan kertas seperti corong dengan bagian atas corong terbuka untuk menghidarkan kerusakan bunga saat panen dan proses pasca panen.
  • Setelah dipotong, tanaman harus segera diletakkan pada ember yang telah berisi air dan ditempatkan pada tempat yang teduh untuk menghindarkan kelayuan dini tanaman.

Pasca Panen

  • Ember-ember yang telah berisi tangkai-tangkai bunga dibawa ke ruang sortasi.
  • Sortasi dilakukan untuk membuang bagian tanaman seperti daun atau ranting yang rusak secara fisik akibat perlakuan saat panen maupun akibat serangan organisme pengganggu tanaman.
  • Bunga-bunga tersebut dikelompokkan sesuai dengan kualitas dan keseragaman bunga.
  • Tangkai-tangkai bunga itu kemudian diikat dengan menggunakan karet pada bagian pangkalnya.  Satu ikatan berisi 10 tangkai bunga dan kemudian dibungkus dengan kertas seperti corong dengan bagian atas terbuka untuk mempertahankan kesegaran bunga.
  • Bunga-bunga inipun sudah siap dipasarkanatau dikirim ke tempat penampungan atau langsung ke konsumen.
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 34.228.41.66

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun