• PENGARUH PUPUK URIN KELINCI TERHADAPENGARUH PUPUK URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUNGA TIGA VARIETAS KRISAN (CHRYSANTHEMUM MORIFOLIUM)
  • ditulis tgl : 02 Maret 2018, telah dibaca sebanyak : 1584 kali


    Gambar malas ngoding
    Pendahuluan
    Pupuk organik cair merupakan alternatif penambahan unsur hara ke dalam media tanam. Manfaat yang diperoleh dengan penggunaan pupuk organik cair adalah unsur hara bisa langsung diserap oleh tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menjaga kesehatan lahan, karena didalam pupuk organik cair terdapat mikroorganisme tanah yang ikut merombak bahan organik menjadi unsur hara yang siap digunakan oleh tanaman tanpa mencemari lingkungan tanah dan air sekitarnya (AIAT Yogyakarta, 2012). Manfaat pupuk urin kelinci sudah dicobakan pada beberapa komoditas sayuran, kiranya perlu juga dilakukan penelitian pupuk urin ini pada komoditas tanaman hias. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian pupuk urin kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi bunga 3 (tiga) varietas krisan potong.

    Bahan dan metode
    Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2014 di KP Segunung Balithi (1.100 m dpl). Bahan tanaman yang digunakan adalah varietas Puspita Nusantara (PN), Pasopati, dan Asmarandana. Perlakuan pupuk cair urin kelinci dengan dosis 0 g/l, 10 ml/3 l dan 20 ml/3 l. Pupuk dasar adalah NPK 16:16:16 sebanyak 40 g/m2 sebulan sekali sampai menjelang berbunga.

    Hasil dan Pembahasan
    Tiga varietas krisan umur 1 bulan setelah tanam menunjukkan pertumbuhan yang hampir sama baik tinggi, jumlah daun maupun diameter batang.
    Pengamatan pertumbuhan umur 1-2,5 bulan menunjukkan bahwa varietas Pasopati merupakan tanaman tertinggi dengan diameter batang terbesar dan varietas Asmarandana mempunyai jumlah daun terbanyak.
    Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa dosis urin tidak berpengaruh terhadap ketiga varietas tersebut
    Pasopati merupakan tanaman tertinggi. PN mempunyai diameter bunga terbesar dan Asmarandana dengan bobot segar terbesar.
    Tanaman yang mendapat pemupukan urin kelinci 10 ml/3L  mempunyai vaselife terlama (14,1 hari)

    Kesimpulan
    Dosis urin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ketiga varietas krisan
    Hasil rata-rata varietas Puspita Nusantara mempunyai diameter bunga terbesar, pasopati dengan panjang tangkai tertinggi dan Asmarandana merupakan tanaman dengan bobot terbesar
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,