Budidaya krisan hemat energi dengan lampu LED


Diupload oleh : Administrator
01 Maret 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 362 kali






Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif. Tanaman krisan membutuhkan periode cahaya (day length) lebih dari batas kritisnya yaitu 14 jam untuk pertumbuhan vegetatif. Karakteristik ini berimplikasi bahwa tanaman krisan akan terinduksi untuk masuk ke fase generatif dan berbunga bila panjang hari yang diterima tanaman lebih pendek dari panjang hari kritisnya (critical daylenght).
Kebutuhan periode cahaya untuk budidaya krisan bunga potong di daerah tropis seperti Indonesiatidak dapat dipenuhi oleh cahaya matahari alami (neutral day length) yang lamanya rata-rata kurang 12 jam sehari.  Penambahan cahaya dilakukan dengan pencahayaan buatan dari lampu listrik di malam hari selama 4 jam/hari dengan intensitas pencahayaan optimal berkisar 70-100 lux.
Teknologi budidaya krisan hemat sumber  energi sangat diperlukan untuk penghematan biaya total usaha tani namun  kualitas hasil krisan tetap optimal. Pada awalnya sumber cahaya tambahan menggunakan lampu pijar (IncandescentLight Bulbs) 75-100 Watt, kemudian pada perkembangannya digantikan dengan lampu neon kompak (Compact Fluorescent Light) 23-25 Watt. Seiring dengan kemajuan teknologi lampu penerangan, sumber pencahayaan dari lampu LED (light-emitting diode) memberikan alternatif sebagai lampu yang sangat hemat energi listrik, disamping itu produk LED mempunyai usia pemakaian lampu lebih lama. Penggunaan lampu LED merupakan terobosan di bidang teknologipenambahan pencahayaan dalam budidaya krisan.
 
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan varietas Puspita Nusantara dengan lampu LED 11 watt sama dengan tanaman dengan lampu fluorescent 23 watt. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED mempunyai hasil yang sama dengan lampu flourescent. Apabila tarif dasar listrik (TDL) yang digunakan termasuk golongan R-1 dengan tarif  Rp. 1.496/KWH, untuk satu buah lampu menyala 4 jam/hari selama 30 hari maka biaya pemakaian listrik jenis lampu fluorescent 23 watt lebih kurang Rp. 4.128,- , sedangkan biaya untuk jenis lampu LED 11 Watt lebih kurang Rp. 2.303,-. Dihitung dari input biaya penambahan panjang hari, maka penggunaan lampu LED 11 Watt lebih efisien 50-55 % dibandingkan dengan lampu flourescent 23 watt (Nugroho et al, 2013).

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.162.165.158

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun