• BUDIDAYA KRISAN HEMAT ENERGI DENGAN LAMPU LED
  • ditulis tgl : 01 Maret 2018, telah dibaca sebanyak : 1310 kali


    Gambar malas ngoding

    Krisan tergolong tanaman berhari pendek fakultatif. Tanaman krisan membutuhkan periode cahaya (day length) lebih dari batas kritisnya yaitu 14 jam untuk pertumbuhan vegetatif. Karakteristik ini berimplikasi bahwa tanaman krisan akan terinduksi untuk masuk ke fase generatif dan berbunga bila panjang hari yang diterima tanaman lebih pendek dari panjang hari kritisnya (critical daylenght).
    Kebutuhan periode cahaya untuk budidaya krisan bunga potong di daerah tropis seperti Indonesiatidak dapat dipenuhi oleh cahaya matahari alami (neutral day length) yang lamanya rata-rata kurang 12 jam sehari.  Penambahan cahaya dilakukan dengan pencahayaan buatan dari lampu listrik di malam hari selama 4 jam/hari dengan intensitas pencahayaan optimal berkisar 70-100 lux.
    Teknologi budidaya krisan hemat sumber  energi sangat diperlukan untuk penghematan biaya total usaha tani namun  kualitas hasil krisan tetap optimal. Pada awalnya sumber cahaya tambahan menggunakan lampu pijar (IncandescentLight Bulbs) 75-100 Watt, kemudian pada perkembangannya digantikan dengan lampu neon kompak (Compact Fluorescent Light) 23-25 Watt. Seiring dengan kemajuan teknologi lampu penerangan, sumber pencahayaan dari lampu LED (light-emitting diode) memberikan alternatif sebagai lampu yang sangat hemat energi listrik, disamping itu produk LED mempunyai usia pemakaian lampu lebih lama. Penggunaan lampu LED merupakan terobosan di bidang teknologipenambahan pencahayaan dalam budidaya krisan.
     
    Pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan varietas Puspita Nusantara dengan lampu LED 11 watt sama dengan tanaman dengan lampu fluorescent 23 watt. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED mempunyai hasil yang sama dengan lampu flourescent. Apabila tarif dasar listrik (TDL) yang digunakan termasuk golongan R-1 dengan tarif  Rp. 1.496/KWH, untuk satu buah lampu menyala 4 jam/hari selama 30 hari maka biaya pemakaian listrik jenis lampu fluorescent 23 watt lebih kurang Rp. 4.128,- , sedangkan biaya untuk jenis lampu LED 11 Watt lebih kurang Rp. 2.303,-. Dihitung dari input biaya penambahan panjang hari, maka penggunaan lampu LED 11 Watt lebih efisien 50-55 % dibandingkan dengan lampu flourescent 23 watt (Nugroho et al, 2013).

    • 24 Mei 2019

      Tapeinochilos ananassae

      Tapeinochilos ananassae K. Schum berasal dari Malaysia dan banyak tersebar di pegunungan Maluku (Heyne, 1987). Saat ini tanaman ini banyak dikembangkan pula di Queensland, Australia, Hawai dan Amerika selatan (Anonim, 2002). 
      Selain sebagai tanaman hias, Tapeinochilos ananassae juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun dan akarnya yang lunak apabila diremas dengan air kemudian diminum bisa menjadi obat penangkal racun ular. Empulur dan daunnya juga bisa dipakai untuk
    • 23 Mei 2019

      KAPITALISASI INOVASI KRISAN BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS

      Balai Penelitian Tanaman Hias sebagai lembaga riset telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang tanaman hias. Inovasi tersebut di antaranya berupa varietas, benih, dan teknologi produksi krisan.
      Balithi sejak tahun 1998 hingga saat ini telah menghasilkan 83 varietas.
      Penggunaan varietas tersebut di industri florikultura nasional mampu mensubstitusi  sebesar 40% dari total varietas yang beredar di pasar nasional.


      Berdasarkan data BPS (2014 s/d

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk