Cordyline terminalis


Diupload oleh : Administrator
09 Februari 2018  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 937 kali






Cordyline  terminalis merupakan tanaman hias daun yang banyak digunakan sebagai dekorasi indoor atau komponen taman indoor (Ray et al. 2006).  Tanaman ini di asia tenggara banyak digunakan sebagai tanaman pot indoor dengan daun yang beraneka warna. Tanaman ini umumnya dijumpai di wilayah Asia tropis, Australia, dan Kepulauan Pasifik (Kobayashi et. al. 2007). 

Penempatan Cordyline  dalam system klasifikasi taksonomi seringkali mengalami perubahan. Cordyline pernah ditempatkan dalam family Liliaceae, Asparagaceae, Agavaceae. Cordyline  terdiri dari 140 spesies yang terdaftar dalam family Asparagaceae dan 20 species yang terdaftar dalam family Agavaceae (Kobayashi et. al. 2007). Klasifikasi yang menempatkan Cordyline  pada family Agavacea terbantahkan dengan adanya hasil penelitian dari Bogler dan Simpson (1995). Hasil analisa pada cpDNA tanaman Cordyline tidak mendukung untuk menempatkan tanaman ini pada family Agavacea. Cordyline  tidak memiliki hubungan yang dekat dengan genus lain dalam family yang sama, meskipun secara morfologi mereka memiliki kemiripan. Untuk saat ini, penempatan Cordyline  pada family Asparagaceae dianggap paling tepat berdasarkan pada international plant indeks.

Tanaman Cordyline dikenal sangat kuat, dapat tumbuh di daerah dengan tanah yang miskin hara (Merlin 1989). Tanaman dapat menyebar dan tumbuh dengan mudah meskipun tanpa perawatan dan system budidaya yang tepat. Tanaman ini dapat diperbanyak secara vegetatif dari potongan tangkai ataupun akarnya (Handy dan Handy 1972) dan generatif dari bijinya (Hinkle 2004). 

Cordyline terminalis termasuk dalam Kingdom: Plantae, Divisi: Magnoliophyta, Class: Liliopsida, Ordo: Asparagales, Family: Asparagaceae, Genus: Cordyline , Species: terminalis.

Tanaman Cordyline terminalis merupakan tanaman semak evergreen yang tumbuh tegak dengan batang ramping atau bercabang. Pertumbuhan tanaman ini dapat mencapai ketinggian sekitar 10 kaki dan lebar kanopi sekitar 3 4 kaki. Tanaman ini termasuk batang berkayu dengan bentuk akar tunggang (Kobayashi et al. 2007). Memiliki daun yang menarik berbentuk lembing/tombak, tipe oblong (memanjang) dan meruncing dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar sekitar 10 cm (Kemp dan Robb 1962). Kluster daun tersusun secara spiral yang tumbuh didekat percabangan. Tekstur daun halus, fleksibel, dan mengkilap, Warna daun hijau atau variegate dengan kombinasi warna yang bervariasi (merah, pink, ungu, merah marun, rose, kuning, dan oranye.  Warna daun sejati dari bibit yang berasal dari biji dan stek, akan muncul saat tanaman mulai menghasilkan daun dewasa (Kobayashi et al. 2007). 

Bunga tanaman ini berwarna merah-lavender, menempel pada cabang-cabang malai, memiliki 3 braktea dengan periantium yang tersambung pada tangkai bunga (pedicle) yang pendek. Memiliki buah berry yang bulat berwarna merah dengan ukuran kurang dari 5 inch (Gilman 1999). Di dalam buah terdapat sedikit biji yang memiliki lapisan luar berwarna hitam mengkilat (Kemp dan Robb 1962).

Cordyline terminalis termasuk salah satu tanaman monokotil. Tanaman ini memiliki kambium terdiri dari satu jenis sel yang terlihat persegi panjang, fusiform atau polygonal. Kambium pada tanaman ini dan tanaman monokotil lainnya berasal dari penebalan meristem primer. Meskipun memiliki kambium, tanaman Cordyline tidak membentuk cincin pertumbuhan tahunan, sehingga sulit untuk mengukur jumlah jaringan sekunder yang dibentuk (Jura-Morawiec et al. 2015).

Cordyline terminalis memiliki banyak manfaat dan sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Daun dan akar tanaman ini dapat dikonsumsi. Kandungan gula yang terdapat pada akar tanaman (Boggs dan Smith 1956; Ehrlich 1989) memberikan rasa manis bagi yang mengkonsumsinya. Daun tanaman digunakan sebagai pembungkus makanan dan bahan obat-obatan pada daerah Malaya dan Polynesians (Kemp dan Robb 1962). Kandungan polyphenol, antioksidan (Reddy et al. 2011), flavonoid (Hossain dan Nagooru 2011) dan saponin (Bogoriani et al. 2015) yang tinggi membuat tanaman ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk obat-obatan. Saponin pada tanaman Cordyline terminalis dapat menurunkan kadar kolesterol dengan meningkatkan ekskresi kolesterol pada feses. Selain itu, tanaman ini diketahui dapat digunakan untuk mengobati diare, disentri dan mengatasi peradangan (Cambie dan Ferguson 2003; Kemp dan Robb 1962). 

 Daun Cordyline terminalis juga dilaporkan memiliki kandungan methanol yang dapat digunakan sebagai anti bakteri (Ahmed et al. 2003). Selain itu, tanaman Cordyline terminalis dipercaya memiliki nilai mistik yang tinggi. Di beberapa Negara, tanaman ini banyak dipergunakan dalam upacara adat, sebagai bahan rok Hula, puolo (bungkusan persembahan kepada Tuhan), dan karangan bunga (Ehrlich 1989 ; Kawate et al. 2014).
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.162.118.107

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun