• MENUJU KEKUATAN BARU FLORIKULTURA NASIONAL MELALUI FORUM KOMUNIKASI LINTAS KAWASAN (FLORICULTURE BELT)
  • ditulis tgl : 24 November 2017, telah dibaca sebanyak : 2404 kali


    Gambar malas ngoding
    Kegiatan Sosialisasi Froum Kerjasama Lintas Kawasan Florikultura ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Wonosobo yang dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017. Dalam acara ini dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan yang terdiri dari beberapa Dinas Pertanian , Forum Komunikasi Daerah Wonosobo, Kelompok tani, BPTP dan pelaku usaha. Beberapa Dinas Pertanian yang hadir diantaranya Dinas Pertanian kabupaten Batang, Kulonprogo, Semarang, Sleman, Cianjur, Solok, Karang Anyar, dan Temanggung. 
    Acara Dilaksanakan tepat pukul 09.00 pagi diawali dengan arahan Bapak Bupati Kabupaten Wonosobo mengenai pentingnya kerjasama lintas kawasan dibidang florikultura. Khususnya untuk Kabupaten Wonosobo, Bupati mengatakan bahwa potensi di Wonosobo untuk usaha Florikultura sangatlah besar. Hal ini dapat dilihat dari luas lahan dan tingkat kesuburan tanah yang sangat cocok untuk pengembangan tanaman hias. Bupati berharap Kabupaten Wonosobo menjadi pilar utama pengembangan tanaman hias di Jawa Tengah. Selain itu bupati berharap dengan adanya kegiatan ini dalam jangka panjang akan dapat meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat serta kemandirian ekonomi sekaligus citra daerahnya. Selanjutnya Bupati Wonosobo yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Dinas Pertanian Wonosobo secara resmi membuka Acara.
    Dalam kesempatan kali ini juga dibacakan sambutan dari Kapuslitbang Hortikultura oleh Kepala Balithi. Dalam sambutannya Kapuslitbang Horti mengatakan bahwa diharapkan pengembangan florikultura yang berdaya saing tersebut dapat terwujud dengan adanya pembinaan SDM, permodalan yang kuat, pasar yang tersedia dan networking yang memadai. Kemudian perlu membangun komitmen bersama demi mewujudkan pengembangan kawasan tanaman hias yang berkesinambungan. 
    Setelah sambutan dari Bupati Wonosobo dan kapuslitbang Hortikultura, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai konsep pengembangan kawasan Florikultura Lintas Kawasan oleh Prof. Budi Marwoto. Dalam paparannya, Prof Budi marwoto mengatakan bahwa sumbangan florikultura nasional terhadap PDB sangatlah besar mencapai hingga 9 trilyun dengan eksport senilai 20 juta USD pertahun. Dengan data tersebut sangatlah penting untuk mengusahakannya secara bersama-sama, sehingga pengembangan florikultura dapat lebih cepat terwujud. Fokus pengembngan tanaman hias selamai ini masih tertuju pada tanaman hias sub tropis, yang mana jenis tersebut sudah terlebih dulu dikembangkan oleh negara-negara maju. Kedepan diharapkan kita lebih memiliki daya saing untuk pengembangan tanaman hias tropis yang sejatinya tidak dimiliki negara-negara tersebut.
    Setelah pemaparan dari Prof. Budi marwoto acara dilanjutkan dengan testimoni msing-masing Dinas Pertanian mengenai potensi wilayah, perkembangan usahatani florikultura serta harapan kedepan mengenai pengembangan dunia Florikultura di wilayahnya masing masing. Selain itu masing-masing Dinas yang hadir juga membawa kelompok tani aktif yang mengusahakan tanaman hias. Dari hasil testimoni dan pemaparan masing-masing dinas menunjukkkan bahwa acara forum kominkasi ini sangatlah penting dan mendapat respon yang baik. Selanjutnya mereka mengharapkan bahwa antar daerah yang terlibat dalam forum ini dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing daerah guna mewujudkan jejaring pasar yang kondusif dan saling mendukung, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. 
    Dalam kesempatan kali ini beberpa kelompok tani juga diberi kesempatan untuk melakukan testimoni, salah satunya dari KWT kabupaten Batang. KWT di Batang mengatakan bahwa dengan luasan 200 meter persegi mereka bisa mendapatkan pendapatan sekitar 24 juta permusim tanam dari wisata selfie. Hal ini dirasa lebih menguntungkan daripada menjual tanaman krisan yang hanya berkisar di angka 7,5 juta permusim tanam. Meskipun demikian kelompok tani di Batang berharap agar bukan hanya sebagai wisata selfie namun mereka ingin adanya kepastian pasar demi keberlangsungan usaha mereka dalam waktu panjang.
    Kepala BPTP Yogyakarta dan Jawa Tengah juga diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan-kesan dan harapannya. BPTP Yogyakarta dan jawa Tengah sepakat bahwa membangun sebuah networking menjadi kunci kesuksesan pengembangan Tanaman Hias khususnya di jawa Tengah. Untuk menindaklanjuti acara forum komunikasi ini disepakati untuk melakukan deklarasi bersama pada acara Open House di Balithi tahun depan. 
    Selain acara Forum Komunikasi dilaksanakan juga perlombaan merangkai bunga yang diikuti oleh 15 perwakilan Kecamatan lingkup Kabupaten Wonosobo. Perlombaan merangkai bunga ini mendapat respon yang luar biasa dari pesertanya. Balithi juga menjdi juri dalam acara lomba merangkai bunga ini. Balithi juga mendisplay beberapa produk unggulan dan benih sumber tanaman hias yang juga mendapat respon baik dari para pengunjung. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peminat yang ingin memesan langsung kepada Balithi terutama produk Gliokompos dan Benih sumber Krisan serta beberapa produk lainnya.

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh