• YUUK, BUAT SI MAWAR MINI "RAJIN" BERBUNGA
  • ditulis tgl : 26 Desember 2016, telah dibaca sebanyak : 2973 kali


    Gambar malas ngoding
    Cianjur, 27 Desember 2016: ROSA sinensis Hort alias Mawar Mini, adalah satu dari sederet jenis tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Mulai dari pesona keindahan plus daya tarik postur tanaman, hingga ke kuntum bunganya. Daya tarik inilah yang menginspirasi penggemar tanaman hias untuk menghadirkan mawar mini sebagai penghias ruangan. Para petani tanaman hias pun berlomba menyediakan produk mawar mini.

    Nah, bagaimana menjaga ketersediaan tanaman sesuai permintaan pasar?
    Jika menguasai teknik memperbanyak tanaman yang benar, memilih media tanam yang tepat, memelihara tanaman secara baik, dan teratur, dijamin mawar mini Anda bakal berbunga terus-menerus.

    Julukan mawar mini diambil dari postur tanaman yang pendek, dengan diameter bunga berkisar 2-3 centimeter saja. Biasanya, mawar mini hadir dalam pot. Budi daya tanaman hias pot ini cenderung menggunakan media tanam tanpa tanah. Pasalnya jelas: bersih, ringan, dan mudah ditangani. Budi dayanya menggunakan substrat pengganti tanah yang harus mampu menahan air atau bisa mempertahankan kelembapan yang cukup lama. Misalnya serbuk gergaji kayu dan serbuk sabut kelapa, perbandingan arang sekam (3) dan zeolite (1), kompos daun bambu, kompos pinus, kompos tandan kelapa sawit kosong, atau bagas tebu.

    Mawar dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif (cangkok, okulasi, setek batang atau cabang, dan in vitro di laboratorium). Benih yang baik untuk mawar pot adalah yang berasal dari setek batang.

    Kemampuan setek membentuk akar dipengaruhi umur setek dan adanya daun pada setek. Setek dari tanaman yang berumur cukup tua lebih mudah berakar ketimbang tanaman terlalu tua atau terlalu muda. Kehadiran daun pada batang juga berpengaruh baik terhadap pertumbuhan akar. Untuk mendapatkan benih yang baik, setek dipotong miring 45 derajat supaya penampang setek menjadi luas dan akar yang tumbuh bisa lebih banyak.

    Mawar punya daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan tumbuh. Meski demikian, mawar paling cocok dan ideal ditanam di daerah menengah sampai dataran tinggi (500-1.500 meter di atas permukaan laut) dengan suhu udara relatif sejuk (18-26 derajat Celcius). Selain itu kelembapan sekitar 70-80 persen, dengan paparan sinar matahari langsung—minimum enam jam per hari, serta bercurah hujan 1.500-3.000 milimeter per tahun. Tanah yang cocok pun mesti liat berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik dengan tingkat keasaman (pH) di kisaran 5,5-7,2.

    Pemberian fitohormon pada mawar mini harus menjadi prioritas yang tak boleh terabaikan. Zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti paklobutrazol mampu mempercepat waktu pembungaan, meningkatkan hasil bunga, dan memperpendek batang.

    Uji coba membuat mawar mini rajin berbunga ini sudah dibuktikan di Balai Penelitian Tanaman Hias Departemen Pertanian. Jadi, tunggu apa lagi? Yuuk, buat si Mawar Mini “rajin” berbunga…
    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25°C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh