Rumput Laut, Solusi Bengkak Akar Krisan


Diupload oleh : Administrator
24 Oktober 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 2084 kali




Cianjur, 24 Oktober 2016: Budidaya tanaman hias secara komersial telah dilakukan para pelaku usaha dengan menerapkan teknologi modern berbasis agribisnis. Hal ini berjalan seiring peningkatan pendapatan masyarakat dan perkembangan industri pariwisata, yang mendongkrak kebutuhan tanaman hias dari tahun ke tahun. Sayang, usaha budidaya tanaman hias di Indonesia menghadapi kendala serius, berupa serangan hama dan penyakit.

Satu penyakit yang sangat merugikan adalah penyakit bengkak akar yang disebabkan nematoda Meloidogyne spp. Yang mudah dikenali dengan gejala bengkak akar (gall), deformasi sistem perakaran, nekrosis daun, kerdil, dan layu.

Serangan Meloidogyne spp. ini dapat menurunkan produktivitas tanaman hias hingga 60 persen, tergantung kerentanan tanaman, patogenisitas dan kondisi lingkungan. Di daerah tropik kerugian yang ditimbulkan penyakit tersebut diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan kerugian di daerah subtropik maupun daerah beriklim sedang.
 


Berbagai upaya teknologi pengendalian telah direkomendasikan para ahli nematologi di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan rekomendasi yang disarankan demi menekan serangan Meloidogyne spp. adalah melalui penggunaan nematisida sintetik, seperti methyl bromida, karbofuran, methamsodium, dan golongan organofosfat.

Sejalan dengan makin kompleksnya permasalahan nematoda, kebutuhan nematisida sintetik meningkat drastis hingga mencapai 12 persen lebih per tahun. Ironisnya, penggunaan nematisida secara berlebihan ini dapat mencemari lingkungan, bahkan meningkatkan biaya produksi.

Menurut catatan Balai Penelitian Tanaman Hias Kementerian Pertanian, satu produk alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian nematoda bengkak akar ini adalah rumput laut. Aplikasi ekstrak rumput laut pada berbagai tanaman pertanian diketahui dapat menekan serangan patogen (Whapam et al. 1994).

Pada 1977, Tarjan menyatakan bahwa aplikasi ekstrak Ascophyllum nodosum pada tanaman jeruk menekan investasi nematoda Radopholus similis dan memperbaiki kualitas pertumbuhan dan kualitas bibit. Laporan lain menunjukkan bahwa larutan rumput laut yang diaplikasikasi pada berbagai jenis rumput-rumputan mampu meningkatkan pertumbuhan dan mengendalikan nematoda Belonolaimus longicaudatus (Morgan dan Tarjan, 1998).

Featonby-Smith dan Van Staden (1998) menemukan bahwa investasi nematoda bengkak akar pada tanaman tomat menurun drastis setelah aplikasi larutan ekstrak rumput laut Ecklonia maxima melalui pengocoran ke dalam tanah. Penemuan serupa juga dilaporkan oleh Aracer et al. (1987) bahwa aplikasi rumput laut dari spesies Sphatoglosum schrodei nyata menekan intensitas serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Larutan pekat rumput laut spesies E. maxima juga mampu menekan reproduksi Pratylenchus zeae pada akar jagung.

Penemuan-penemuan tersebut menjadi bukti bahwa ekstrak rumput laut efektif mengendalikan nematoda parasitik pada tanaman hias. Di sisi lain potensi Indonesia sebagai penghasil ekstrak rumput laut sangat besar sehubungan dengan luasnya wilayah laut yang ada.

Demikian pula pengembangan produk rumput laut di Tanah Air cukup potensial mengingat industri hortikultura nasional sedang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sebagai dampak dari peningkatan kebutuhan pasar domestik dan internasional.



Bahan aktif yang terdapat dalam jaringan rumput laut telah berhasil diidentifikasi kelompok peneliti University of Portsmouth, Inggris, menggunakan metode analisis spektroskopi model H NMR (1984) didapatkan tiga jenis senyawa yang terbukti mampu menekan perkembangan berbagai jenis patogen yang menginfeksi tanaman melalui penyemprotan daun maupun aplikasi ke dalam tanah. Senyawa tersebut adalah -aminobutyri c acid betain dengan konsentrasi 59,5 %, glycine betain 20,8 %, dan -aminovaleric acid 27,9 %.

Keefektifan bahan aktif dari ekstrak rumput laut dalam menekan perkembangan patogen tanaman telah dibuktikan beberapa peneliti Thailand, Prancis, Norwegia, Inggris, Hungaria, Belgia, dan Kanada (Gabrielsen, 1996). Tyihak (1996) menyatakan bahwa ekstrak rumput laut yang diaplikasikan melalui penyemprotan daun maupun kocoran ke dalam tanah ternyata efektif mengendalikan penyakit karat pada tanaman buncis yang disebabkan Uromyces phaseoli.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Lizzi et al. (1996) bahwa ekstrak rumput laut terbukti efektif mengendalikan penyakit hawar daun cabai yang disebabkan oleh Phytophtora capsici dan kapang biru (blue mold) pada berbagai jenis sayuran. Menurut Chinnasri dan Tangchitsomkid (1996) aplikasi ekstrak rumput laut efektif mengendalikan nematoda bengkak akar pada tanaman tomat melalui penghambatan penetasan telur, pemanjangan siklus hidup, penurunan keperidian, dan kegagalan larva berkembang menjadi nematoda dewasa.

Dari hasil penelitian yang digelar di Tanah Air, ada enam jenis rumput laut ditemukan dari perairan laut Jakarta dan Sukabumi, yaitu Gelidium sp., Sargassum sp., Ulfa sp., Eucheuma sp., Gracilaria sp., dan Grata-loupia livida. Namun Grata-loupia livida terbukti paling efektif mengendalikan Meloidogyne spp. Dan formulasi Grata-loupia livida cair ternyata paling efektif dibandingkan formulasi lainnya. Rumput laut ini lebih efektif dibandingkan nematisida carbofuran 3 %. Aplikasi rumput laut terbukti meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah tanaman krisan, serta mempercepat inisiasi bunga. 



Rumput laut mengandung tiga jenis bahan aktif, yaitu aminobutyri acid betain, glycine betain, dan aminoaleri acid betain. Ketiga jenis bahan aktif tersebut berperan sebagai prekursor dalam sintesis formaldehid yang bersifat toksik bagi Meloidogyne spp. Rumput laut juga mengandung hara makro dan mikro dengan tingkat konsentrasi yang memungkinkan dapat digunakan sebagai pemasok hara bagi tanaman krisan.

Jadi, tunggu apalagi? Lindungi krisan Anda, sekarang juga.


Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.221.73.186

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun