Siput Deroceras reticulatum


Diupload oleh : Wisnu Ardi Pratama
24 Agustus 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 1579 kali







Phyllum     :  Mollusca
Family       :   Apiolhmcidae




Deskripsi

Hewan ini juga bersifat polifag antara lain pada kol, sawi, tomat, kentang, tembakau, karet dan ubi jalar.  Gejala serangan sering dijumpai pada tanaman yang masih muda.  Siput biasanya menyerang pada malam hari dengan membuat lubang-lubang tidak beraturan.  Serangan ditandai dengan adanya bekas lendir sedikit mengkilat dan kotoran.  Selain daun, siput juga dapat menyerang bunga, akar dan tunas anakan. Tanaman yang terserang menjadi rusak (terkoyak) atau bahkan dapat mengakibatkan kematian tanaman.

Siput dewasa dapat mencapai panjang tubuh sekitar 5 cm, bertubuh lunak, berwarna putih kecokelatan. Mimiliki radula (lidah pemarut) dengan barisan gigi sebanyak 20-ribuan. Sepasang tentakel berfungsi sebagai indera penciuman dan perasa.Pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan cara mekanis yaitu mencari dan mengumpulkan siput pada areal pertanaman dan membunuhnya.  Cara lain untuk mengendalikan siput yang tergolong efektif adalah membuat perangkap bir, siput tertarik dengan aroma bir dan akan memanjat wadah yang berisi bir tersebut. Pengendalian dengan moluskisida dengan bahan aktif Niklosamida etanolamina, Metaldehyde dapat dilakukan  jika populasi siput  tinggi.


PENYAKIT
Salah satu kendala biotik dalam peningkatan produksi tanaman hias adalah serangan penyakit. Penyakit pada tanaman hias merupakan kondisi dimana sel dan jaringan tanaman tidak berfungsi secara normal, yang ditimbulkan karena gangguan secara terus menerus oleh agen patogenik atau faktor lingkungan dan akan menghasilkan perkembangan gejala. Patogen penyebab penyakit seperti cendawan, bakteri, virus dan lain-lain dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis bagi petani akibat adanya kehilangan hasil pada tanaman yang dibudidayakan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sebagian besar penyakit tanaman mengakibatkan kerusakan dengan cara membatasi pertumbuhan tanaman dimana kompensasi pertumbuhan tanaman tidak dimungkinkan lagi. Misalnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan terutama yang penyebarannya lewat udara pada umumnya mengurangi kegiatan fotosintesa tanaman.

Kerusakan akibat penyakit ini dapat terjadi disebabkan adanya  hubungan yang saling menguntungkan antara tiga faktor yaitu; tanaman rentan, penyebab penyakit/patogen dan lingkungan. Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh perubahan yang dibuat manusia atau terjadi secara alami. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan penyakit diantaranya iklim, pola tanam, varietas,  pemupukan, perubahan teknik budidaya dan penggunaan pestisida. Untuk bisa mempertahankan produksi maka penyakit tersebut perlu dikendalikan. Pengendalian dapat mencapai sasaran bila kita mengetahui sifat biologi penyakit yang bersangkutan.

Tanaman krisan mudah terserang penyakit bila kelembaban terlalu tinggi atau bila tanaman dalam kondisi stress/tidak sehat.  Lingkungan yang lembab terjadi pada saat musim penghujan, atau karena kondisi lingkungan pertanaman rapat sehingga sirkulasi udara yang tidak berjalan lancar.  Beberapa penyakit yang sering dijumpai pada tanaman krisan dapat disebabkan oleh bakteri, cendawan, nematoda, virus, viroid dan mycoplasma.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.221.73.186

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun