Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.)


Diupload oleh : Wisnu Ardi Pratama
22 Agustus 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 1533 kali







Ordo     :  Hemiptera
Famili    :  Aleyrodidae




Deskripsi
    Kutu kebul Bemisia tabaci merupakan salah satu jenis hama yang sangat penting, karena disamping sebagai hama tanaman juga sebagai serangga hama vektor virus. Hama ini bersifat polifag (mempunyai banyak jenis tanaman inang) sehingga sulit dikendalikan. Selain krisan, kutu kebul dapat menyerang tanaman lain seperti gerbera, anggrek, lili, anthurium, mentimun, semangka, brokoli, lobak, kentang, tomat, cabai, kedelai, dll.
 
    Gejala serangan kutu kebul menimbulkan sejumlah dampak pada tanaman di antaranya akibat cairan daun yang dihisapnya menyebabkan daun menjadi becak nekrotik karena rusaknya sel-sel dan jaringan daun. Ekskresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan media yang baik untuk tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesa tidak berlangsung normal. Selain itu, serangan kutu kebul sangat berbahaya karena dapat bertindak sebagai vektor virus. Yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sekitar 20 100 %. Sampai saat ini tercatat 60 jenis virus yang ditularkan oleh kutu kebul antara lain: chrysanthemum stunt virus (CSVd), virus Gemini, virus Clostero, virus Nepo, virus Carla, virus Poty, virus Rod-shape DNA.

    Imago atau serangga dewasa tubuhnya berukuran kecil antara (1 - 1,5 mm), berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih.  Lama siklus hidup (telur - nimfa - imago) pada tanaman sehat rata-rata 24,7 hari, sedangkan pada tanaman terinfeksi virus mosaik kuning hanya 21,7 hari.

    Telur berbentuk lonjong agak lengkung seperti pisang, berwarna kuning terang, berukuran panjang antara 0,2 - 0,3 mm. Telur biasanya diletakkan di permukaan bawah daun, pada daun teratas (pucuk). Serangga betina lebih menyukai daun yang telah terinfeksi virus mosaik kuning sebagai tempat untuk meletakkan telurnya daripada daun sehat. Rata-rata banyaknya telur yang diletakkan pada daun yang terserang virus adalah 77 butir, sedangkan pada daun sehat hanya 14 butir. Lama stadium telur rata-rata 5,8 hari.

    Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar ke - 1 berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk merangkak. Nimfa instar ke - 2 dan ke - 3 tidak bertungkai, dan selama masa pertumbuhannya hanya melekat pada daun. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari.

Pengendalian
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menanam pinggiran lahan dengan tanaman jagung atau bunga matahari sebagai barier untuk menghalangi atau mengganggu migrasi hama kutu kebul. Sanitasi lingkungan, terutama untuk mengendalikan gulma daun lebar seperti babadotan dan ceplukan yang dapat menjadi tanaman inang kutu kebul. Pemasangan perangkap likat berwarna kuning mampu menurunkan populasi kutu kebul. Penanaman jagung selain sebagai penghalang fisik masuknya kutu kebul ke pertanaman krisan juga bermanfaat sebagai inang bagi serangga predator  kutu kebul seperti kumbang Menochilus sexmaculatus Fab.  Dengan demikian diharapkan dapat melestarikan dan meningkatkan musuh alami yang telah ada dengan memanipulasi lingkungan sehingga menguntungkan kemampuan bertahan hidupnya.

Penggunaan pestisida nabati seperti: nimba, suren, mindi, serai wangi dapat digunakan untuk mengendalikan kutu kebul. Apabila cara lain tidak dapat menekan populasi kutu kebul, dapat digunakan insektisida kimia yang efektif antara lain; diafentiuron,  buprofesin, imidakloprid, amitraz, dan asefat. Penyemprotan diusahakan mengenai bagian bawah daun. Perlu dihindari penggunaan pestisida secara berlebihan, karena dapat mendorong meningkatnya populasi kutu kebul.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.81.210.99

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun