Ensiklopedia Hama dan Penyakit Penting Tanaman Hias Krisan (Part 7)


Diupload oleh : Wisnu Ardi Pratama
24 Juni 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 2221 kali






Ordo    :  Hemiptera
Famili    :  Aphididae

Deskripsi

Kutu daun termasuk dalam Ordo Hemiptera dengan  Famili Aphididae. Aphididae berasal dari bahasa. Yunani yang berarti menghisap cairan. Serangga ini menghisap cairan dari tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tanaman inang kutu daun lebih dari 400 jenis tanaman, antara lain krisan, anggrek, gerbera, lili, mawar, dll.

Gejala serangan hama ini terutama pada daun yang masih muda dan kuncup bunga yang sedang berkembang. Saat populasi tinggi hama ini menimbulkan kerusakan berat, seperti terjadi malformasi, gangguan dalam proses pembentukan bunga, dan tumbuhnya embun jelaga yang menyebabkan daun dan batang menjadi kehitam-hitaman sehingga aktivitas fotosintesis terganggu. Selain itu kutu daun dapat menjadi vektor penyakit yang disebabkan oleh virus chrysanthemum mottle virus (CMV). Serangan virus ini lebih merugikan bila dibandingkan dengan kerusakan langsung yang diakibatkan oleh hama ini.

Kutu daun dewasa ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap. Imago bersayap memiliki panjang 2-2.5 mm, bertubuh lunak dan berwarna cokelat kemerahan (mahogani) dan mengkilat. Imago yang tidak bersayap memiliki panjang tubuh 1.5 mm. Nimfa kutu daun mempunyai panjang 0.6-1 mm. Abdomen belakang pada kutu daun terdapat sepasang cornicle berbentuk silinder dan meruncing ke ujung. Imago bersayap biasanya muncul bila kepadatan populasi tinggi. Seranggga ini mempunyai tingkat kepiridian yang tinggi, dan di daerah tropis berkembang biak secara partenogenesis dan vivipar. Daur hidup berlangsung 6-8 hari. Embrio dapat berbentuk tanpa melalui proses pembuahan dan telah berkembang di dalam tubuh induknya sehingga imago kutu daun tampak seperti melahirkan nimfa.

Pengendalian

Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kultur teknik dan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman yang berfamili sama dengan krisan. Beberapa jenis predator yang dilaporkan cukup efektif menekan populasi kutu daun di lapangan adalah dari Famili Syrphidae (Diptera), Coccinellidae (Coleoptera) dan Crysopidae (Neuroptera). Pengendalian dengan insektisida nabati seperti neem oil, suren (Toona sp.), piretrum, mindi (Melia azedarach) efektif mengendalikan hama ini. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penaburan insektisida berbahan aktif carbofuran dengan dosis 80kg/ha saat tanam.
 

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.80.96.153

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun