• BIMBINGAN TEKNIS STANDAR BUDIDAYA DAN PEMELIHARAAN ANGGREK PPL KABUPATEN WONOSOBO
  • ditulis tgl : 12 Mei 2016, telah dibaca sebanyak : 2390 kali


    Gambar malas ngoding
    Balai Penelitian Tanaman Hias beberapa Waktu yang lalu mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo untuk memberikan pelatihan atau bimbingan teknis mengenai standart budidaya dan pemeliharaan bunga Anggrek. Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Kabupaten Wonosobo telah menjalin hubungan yang harmonis dengan Balithi sejak adanya kerjasama pembuatan taman konservasi Anggrek di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Kerja sama tersebut terbukti terus terjalin hingga saat ini, setelah sebelumnya pula, Balithi menggelar gelar teknologi tanaman Krisan di daerah Dieng Kabupaten Wonosobo.

    Kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan selama 3 hari ini diikuti oleh 10 PPL yang tersebar di Kabupaten Wonosobo.Selama di Balithi, mereka dibimbing oleh para peneliti Balithi yang berkompeten di Bidangnya masing-masing. Dr Ir Suskandari Kartikaningrum memberikan materi bimbingan dan praktek langsung mengenai budidaya Anggrek dan sekaligus menjawab beberapa kendala umum yang biasa dihadapi oleh para peserta dalam membudidayakan Anggrek. Secara geografis sebenarnya Wonosobo memiliki kesamaan dengan Balithi, dimana memiliki ketinggian tempat yang hampir mirip.

    Selain mempelajari mengenai budidaya Anggrek, para peserta bimbingan teknis dari Kabupaten Wonosobo juga mendapatkan materi mengenai Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman Anggrek. Untuk materi hama dan penyakit tanaman ini disampaikan langsung oleh peneliti Balithi yaitu Dedi Hutapea SP, MSi. Bahan Materi tentang hama ini dimulai dengan pengenalan beberapa hama yang sering menyerang tanaman Anggrek, sampai pada metode atau cara menanggulanginya.

    Akhir dari Bimbingan teknis ini, para peserta diajak untuk mengunjungi Kebun Percobaan Balithi yang ada di Cipanas. Para peserta dapat melihat secara langsung beberapa koleksi Anggrek milik Ir. Dedeh Siti Badriah dab juga berkunjung ke UPBS Balithi.
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,