• ENSIKLOPEDIA HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN HIAS KRISAN (PART 6)
  • ditulis tgl : 28 Maret 2016, telah dibaca sebanyak : 2901 kali


    Gambar malas ngoding
    Ulat Grayak Spodoptera litura F.
    Ordo    :  Lepidoptera
    Famili    :  Noctuidae



    Deskripsi
    Hama ini bersifat polifag, dengan tanaman inang utama cabai, kubis, padi, jagung, tomat, tebu, buncis, jeruk, tembakau, bawang merah, terung, kentang, kacang-kacangan, kangkung, bayam, pisang, dan gulma. Larva yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas/transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja.  Gejala serangan pada daun rusak tidak beraturan, bahkan kadang-kadang hama ini juga memakan tunas dan bunga.  Pada serangan berat menyebabkan daun tanaman habis.  Intensitas serangan tinggi biasanya terjadi pada musim kemarau.

    Sayap imago serangga ini bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputih-putihan dengan bercak hitam.  Imago dapat terbang sejauh 5 kilometer.  Serangga betina dapat meletakkan 2000-3000 telur selama siklus hidupnya. Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun atau bagian tanaman lain (kadang-kadang tersusun 2 lapis), berwarna coklat kekuning-kuningan diletakkan berkelompok (masing-masing kelompok berisi 25-500 butir) dengan bentuk yang bermacam-macam. Kelompok telur tertutup bulu seperti beludru yang berasal dari bulu-bulu tubuh bagian ujung imago betina.

    Warna larva bervariasi dan mempunyai kalung seperti bulan sabit berwarna hitam pada segmen abdomen yang ke-empat dan ke-sepuluh.  Pada sisi lateral dan dorsal terdapat garis kuning.  Ulat yang baru menetas berwarna hijau muda dengan bagian samping berwarna coklat tua atau hitam kecoklat-coklatan dan hidup berkelompok.  Larva menyebar dan tidak aktif pada siang hari, bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab) dan menyerang tanaman pada malam hari.  Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.
    Warna dan perilaku larva instar terakhir mirip ulat tanah, perbedaan hanya pada tanda bulan sabit, berwarna hijau gelap dengan garis punggung warna gelap memanjang.  Pada umur 2 minggu panjang ulat dapat mencapai sekitar 5 cm.  Larva berubah menjadi pupa tanpa kokon dalam tanah berwarna coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,6 cm.  Siklus hidup berkisar antara 30-60 hari. 

    Pengendalian
    Pengendalian dengan sanitasi lingkungan pertanaman terutama gulma yang juga merupakan inang hama ini. Pengolahan tanah yang baik dan benar dapat mematikan stadia pupa karena terjemur oleh sinar matahari. Solarisasi adalah penutupan permukaan tanah menggunakan  plastik polietilin selama 1,5 bulan. Solarisasi dilakukan setelah pencangkulan pertama. Mulsa plastik hitam perak dapat digunakan untuk memutus siklus hidup hama sehingga ulat grayak tidak dapat berkepompong di dalam tanah di sekitar tanaman karena terhalang oleh mulsa plastik tersebut. Penggunaan insektisida nabati seperti neem oil, daun suren, sereh wangi dapat dilakukan untuk menekan populasi hama ulat grayak. Penggunaan insektisida berbahan aktif deltametrin, fipronil atau tiodikarb dapat dilakukan jika populasi hama atau intensitas serangannya telah mendekati nilai ambang pengendalian.

    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,