• ENSIKLOPEDIA HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN HIAS KRISAN (PART 5)
  • ditulis tgl : 03 Maret 2016, telah dibaca sebanyak : 2947 kali


    Gambar malas ngoding
    Tungau Merah Tetranychus sp.
    Ordo      :  Acarina
    Famili    :  Tetranychidae



    Deskripsi
    Hama ini bersifat bersifat kosmopolit dan dapat dijumpai hampir di seluruh belahan dunia.  Tanaman inang selain krisan antara lain singkong, kapas, hampir pada semua tanaman pada famili Leguminoceae, jeruk, mawar, karet, jarak, pepaya, dadap, kacang-kacangan, tomat dan gulma terutama golongan Dicotyledonae. Tungau sangat cepat berkembang biak dan dalam waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan secara mendadak. Hal ini berkaitan dengan waktu perkembangan tungai yang singkat, yaitu berkisar 12-19 hari pada suhu 20-25°C Bagian tanaman yang diserang antara lain tangkai daun dan bunga.

    Imago sering berada pada daun bagian bawah.  Gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tungau hama ini bervariasi tergantung jenis tanamannya. Nekrotik merupakan gejala yang pasti terjadi pada daun yang terserang. Gejala serangannya tampak pada daun berupa titik kecil berwarna terang yang kemudian berkembang  menjadi bercak tidak teratur berwarna putih atau hijau. Sering terjadi perubahan warna daun dari kuning menjadi keperakan. Kerusakan lainnya adalah daun mengeriting, nekrosis pada daun dan batang muda bahkan juga pada tunas yang baru tumbuh serta melengkung pada permukaan bawah daun.  Bila serangan berat daun layu dan gugur dan tanaman menjadi gundul. 

    Tungau ini berukuran kurang dari 1 mm, biasanya berwarna merah, hijau, orange atau kuning. Siklus hidup tungau ini terdiri dari telur, larva, nimfa (protonimfa dan deutonimfa) dan dewasa. Telur umumnya diletakkan pada permukaan bawah daun tapi terkadang juga pada permukaan atas daun bila populasi tunga berlimpah. Telur berbentuk bulat seperti bola dan saat baru diletakkan berwarna putih bening. Larva dan nimfa berwarna hijau kekuningan dengan bintik gelap pada bagian samping atas. Tungau dewasa umumnya berwarna merah atau merah kekuningan. Warna tubuh imago terkadang dipengaruhi oleh tanaman inangnya. Tungkai berwarna kekuningan. Imago betina memiliki lama hidup yang lebih panjang dibandingkan imago jantan. Tingkat fekunditas bervariasi dan dipengaruhi oleh suhu. Imago betina hanya mampu meletakkan telur rata-rata 10 butir telur per hari, dan selama hidupnya imago betina dapat menghasilkan kira–kira 100 butir telur pada suhu 25oC. Imago jantan berkembang lebih cepat dari pada betina.

    Pengendalian
    Pengendalian dapat dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan terutama terhadap gulma yang juga merupakan inang serangga ini. Beberapa predator Acarine seperti: Phytoseiulus persimilis dan Typhlodromus occidentalis dan serangga predator yang menyerang tungau merah yaitu Stethorus (Coccinellidae) dan Scolothrips (Thripidae) dapat digunakan untuk menekan populasi saat populasi tinggi. Penggunaan insektisida nabati neem oil dapat digunakan atau dengan aplikasi akarisida berbahan aktif dikofol atau piridaben.

    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,