ENSIKLOPEDIA-HAMA-DAN-PENYAKIT-PENTING-TANAMAN-HIAS-KRISAN-(PART-4)

  • ENSIKLOPEDIA HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN HIAS KRISAN (PART 4)

  • ditulis tgl : 24 Februari 2016, telah dibaca sebanyak : 3355 kali

    Share On Twitter

    Ulat Tanah Agrotis ipsilon Hufn
    Ordo     :  Lepidoptera  
    Famili    :  Noctuidae


    Deskripsi
    Hama ini selain menyerang tanaman krisan, juga menyerang tanaman tomat, jagung, padi, tembakau, tebu, bawang, kubis, dan kentang. Larva serangga ini aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit atau memotong ujung batang tanaman muda, sehingga mengakibatkan tunas apikal atau batang tanaman terkulai dan layu. Daya serang ulat ini relatif besar sehingga dapat menyebabkan kerugian yang signifikan.
     
    Imago serangga berupa ngengat dan tidak menyukai cahaya matahari langsung, sehingga sering banyak dijumpai bersembunyi di permukaan daun bagian bawah.  Sayap depan berwarna dasar coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam.  Pinggiran sayap depan berwarna putih.  Warna dasar sayap belakang putih keemasan dengan pinggiran berenda putih. Panjang sayap depan berkisar 16-19 mm dan lebar  6-8 mm.  Imago dapat bertahan hidup selama 20 hari.

    Siklus hidup dari telur hingga serangga dewasa,  rata-rata berlangsung 51 hari. Telur biasanya diletakkan secara terpisah atau berkelompok.  Bentuk telur seperti kerucut terpancung dengan panjang garis tengah pada bagian dasarnya sekitar 0,5 mm.  Serangga betina dapat meletakkan 1.430-2.775 butir telur selama masa hidupnya.  Warna telur mula-mula putih lalu berubah menjadi kuning, kemudian merah disertai titik coklat kehitam-hitaman pada puncaknya.  Menjelang menetas, warna telur berubah menjadi gelap agak kebiru-biruan.  Stadium telur berlangsung  4 hari.

    Larva yang baru menetas berwarna kuning kecoklat-coklatan dengan ukuran panjang berkisar antara 1-2 mm.  Larva serangga ini juga tidak menyukai cahaya matahari langsung dan bersembunyi di permukaan tanah kira-kira sedalam 5-10 cm atau dalam gumpalan tanah.  Larva aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit pangkal batang dan daun.
     
    Pengendalian
    Pengendalian dengan cara mekanis yaitu mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari. Selain itu, hama ini berkepompong di dalam tanah dan untuk memutus siklus hidup hama dilakukan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak, dan memberikan pestisida berbahan aktif carbofuran pada areal pertanaman. Untuk menarik ulat berkumpul, insektisida dapat dicampur dengan dedak (1:1 v/v) dan diletakkan di parit antar bedengan tanaman.

  • BERITA TERKAIT
    • UPBS Balithi Melakukan Pelatikan K3

      18 September 2019
      Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam melakukan suatu pekerjaan.
    • Rencana Pembangunan Smart Green House

      17 September 2019
      Visi pertanian masa depan yaitu pertanian modern berbasis alat mesin pertanian berteknologi tinggi yang dikenal dengan istilah Smart Farming (pertanian 4.0). Smart farming adalah pertanian yang mengaplikasikan teknologi IT di dalam alat mesin pertanian sehingga dapat mensubstitusi tenaga kerja petani yang makin berkurang dan mengefesienkan sistem usaha tani.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dibawah
    • Krisan Varietas Paras Ratu

      12 September 2019
      Krisan varietas Paras Ratu merupakan hasil silangan varietas Puspita Nusantara dan Dewi Ratih, mulai berbunga umur 88-94 hari setelah tanam dengan tinggi tanaman 84-97 cm, diameter bunga 5.3-5.5 cm varietas ini memiliki warna bunga pita ungu (red purple groups 69 D royal hort. colour chart) Hasil bunga per-tanaman setiap panen 16-19 kuntum, waktu respon 60-66 hari sejak dari lampu dimatikan sampai berbunga.Lama kesegaran
    • Inisiasi Kerjasama, Disperumkim Kota Bogor Berkunjung ke Balithi

      11 September 2019
      Dalam rangka inisiasi rencana kerjasama pengembangan taman kota, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Tertib Bangunan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Ir. Deni Susanto beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada hari Rabu, 11 September 2019 dan diterima secara langsung oleh Kepala Balithi Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. didampingi Prof. Dr. Budi Marwoto, MS., Ir. Deni Susanto menyampaikan tujuan
    • Budidaya Mawar; Pemeliharaan dan Pemanenan

      09 September 2019
      Pengairan dilakukan dengan menggunakan sistem rough drip, cara kerja pemberian air pengairan dengan sistem ini yaitu pipa paralon panjang dimasukkan ke dalam tabung yang berisi air bersih, setelah itu dipompa dengan pompa listrik yang sudah dipasang selang untuk dimasukkan ke dalam paralon jaringan irigasi.Pada bulan kesatu sampai kedua setelah tanam, pengairan dilakukan secara terus menerus setiap hari satu kali penyiraman. Pengairan
    • Florikultura Indonesia 2019, Kepala Dinas: kita akan jadikan FI ini sebagai Pemicu gerakan kampung bunga

      06 September 2019
      Sore ini, Jumat 6 September 2019 gelaran Florikultura Indonesia 2019 akan dibuka dan diikuti oleh para pelaku usatani tanaman hias serta lembaga pusat dan daerah yang terjun langsung dalam dunia florikultura.Mengusung tema "Pengembangan industri florikultura berbasis sumber daya daerah untuk menembus pasar global" yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian dan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Kedeputian Bidang Koordinasi
    • Panen dan Pascapanen Tanaman Hias Sedap malam

      03 September 2019
      Tanaman sedap malam mulai berbunga pada umur 7-8 bulan setelah tanam, panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali. Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur dua tahun setelah tanam dan setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong.Bunga yang sudah dipanen dibawa ke tempat khusus yang teduh