ENSIKLOPEDIA-HAMA-DAN-PENYAKIT-PENTING-TANAMAN-HIAS-KRISAN-(PART-4)

  • ENSIKLOPEDIA HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN HIAS KRISAN (PART 4)

  • ditulis tgl : 24 Februari 2016, telah dibaca sebanyak : 3862 kali

    Share On Twitter

    Ulat Tanah Agrotis ipsilon Hufn
    Ordo     :  Lepidoptera  
    Famili    :  Noctuidae


    Deskripsi
    Hama ini selain menyerang tanaman krisan, juga menyerang tanaman tomat, jagung, padi, tembakau, tebu, bawang, kubis, dan kentang. Larva serangga ini aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit atau memotong ujung batang tanaman muda, sehingga mengakibatkan tunas apikal atau batang tanaman terkulai dan layu. Daya serang ulat ini relatif besar sehingga dapat menyebabkan kerugian yang signifikan.
     
    Imago serangga berupa ngengat dan tidak menyukai cahaya matahari langsung, sehingga sering banyak dijumpai bersembunyi di permukaan daun bagian bawah.  Sayap depan berwarna dasar coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam.  Pinggiran sayap depan berwarna putih.  Warna dasar sayap belakang putih keemasan dengan pinggiran berenda putih. Panjang sayap depan berkisar 16-19 mm dan lebar  6-8 mm.  Imago dapat bertahan hidup selama 20 hari.

    Siklus hidup dari telur hingga serangga dewasa,  rata-rata berlangsung 51 hari. Telur biasanya diletakkan secara terpisah atau berkelompok.  Bentuk telur seperti kerucut terpancung dengan panjang garis tengah pada bagian dasarnya sekitar 0,5 mm.  Serangga betina dapat meletakkan 1.430-2.775 butir telur selama masa hidupnya.  Warna telur mula-mula putih lalu berubah menjadi kuning, kemudian merah disertai titik coklat kehitam-hitaman pada puncaknya.  Menjelang menetas, warna telur berubah menjadi gelap agak kebiru-biruan.  Stadium telur berlangsung  4 hari.

    Larva yang baru menetas berwarna kuning kecoklat-coklatan dengan ukuran panjang berkisar antara 1-2 mm.  Larva serangga ini juga tidak menyukai cahaya matahari langsung dan bersembunyi di permukaan tanah kira-kira sedalam 5-10 cm atau dalam gumpalan tanah.  Larva aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit pangkal batang dan daun.
     
    Pengendalian
    Pengendalian dengan cara mekanis yaitu mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari. Selain itu, hama ini berkepompong di dalam tanah dan untuk memutus siklus hidup hama dilakukan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak, dan memberikan pestisida berbahan aktif carbofuran pada areal pertanaman. Untuk menarik ulat berkumpul, insektisida dapat dicampur dengan dedak (1:1 v/v) dan diletakkan di parit antar bedengan tanaman.

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Clitoria ternatea, Etlingera elatior dan Euphorbia hirta Diminati Jepang

      11 April 2020
      Kamis (9/4) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan tindak lanjut kerjasama dengan Hirata Corp Japan mengenai kolaborasi berkelanjutan pengembangan produk untuk dijadikan sebagai bahan pewarna makanan, kosmetik & perlengkapan mandi serta pemanfaatannya untuk farmasi.Salah satu produk yang ditawarkan untuk dikembangkan dalam usulan kerjasama tersebut adalah jenis tanaman hias endemik Indonesia yg  potensial
    • Video Conference, Metode Yang Diterapkan Balitbangtan dalam Penanggulagan covid-19

      10 April 2020
      Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut menerapkan berbagai kebijakan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 ini diantara dengan membagikan alat pelindung diru (APD) seperti pembagian hand sanitizer, hand soap dan disinfektan kepada masyarakat yang sebelumnya APD tersebut telah diuji terlebih dahulu di laboratorium Balitbangtan.Penerapan kebijakan lain yang dilakukan Balitbangtan
    • Perhatian Balitbangtan Terhadap Dunia Medis dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid19

      08 April 2020
      Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID19) yaitu dengan dilakukannya pemberian paket bantuan terhadap tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 pada Jumat (3/4/20).Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada masing-masing perwakilan dari empat rumah sakit yang berada di wilayah Bogor, yakni RSUD Kota Bogor, RSUD
    • Balithi Dukung Program Pemberantasan Covid-19

      01 April 2020
      Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sebagai salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Pertanian turut berperan aktif dalam melaksanakan arahan Pemerintah RI dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) diantaranya dengan melakukan program Bekerja Dari Rumah (Work From Home) dengan sistem bagi piket dikalangan karyawan, pembagian vitamin kepada seluruh karyawan untuk persediaan selama 30 hari, pembagian masker serta penempatan hand sanitizer di setiap ruang kerja