ENSIKLOPEDIA-HAMA-DAN-PENYAKIT-PENTING-TANAMAN-HIAS-KRISAN-(PART-4)

  • ENSIKLOPEDIA HAMA DAN PENYAKIT PENTING TANAMAN HIAS KRISAN (PART 4)

  • ditulis tgl : 24 Februari 2016, telah dibaca sebanyak : 3650 kali

    Share On Twitter

    Ulat Tanah Agrotis ipsilon Hufn
    Ordo     :  Lepidoptera  
    Famili    :  Noctuidae


    Deskripsi
    Hama ini selain menyerang tanaman krisan, juga menyerang tanaman tomat, jagung, padi, tembakau, tebu, bawang, kubis, dan kentang. Larva serangga ini aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit atau memotong ujung batang tanaman muda, sehingga mengakibatkan tunas apikal atau batang tanaman terkulai dan layu. Daya serang ulat ini relatif besar sehingga dapat menyebabkan kerugian yang signifikan.
     
    Imago serangga berupa ngengat dan tidak menyukai cahaya matahari langsung, sehingga sering banyak dijumpai bersembunyi di permukaan daun bagian bawah.  Sayap depan berwarna dasar coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam.  Pinggiran sayap depan berwarna putih.  Warna dasar sayap belakang putih keemasan dengan pinggiran berenda putih. Panjang sayap depan berkisar 16-19 mm dan lebar  6-8 mm.  Imago dapat bertahan hidup selama 20 hari.

    Siklus hidup dari telur hingga serangga dewasa,  rata-rata berlangsung 51 hari. Telur biasanya diletakkan secara terpisah atau berkelompok.  Bentuk telur seperti kerucut terpancung dengan panjang garis tengah pada bagian dasarnya sekitar 0,5 mm.  Serangga betina dapat meletakkan 1.430-2.775 butir telur selama masa hidupnya.  Warna telur mula-mula putih lalu berubah menjadi kuning, kemudian merah disertai titik coklat kehitam-hitaman pada puncaknya.  Menjelang menetas, warna telur berubah menjadi gelap agak kebiru-biruan.  Stadium telur berlangsung  4 hari.

    Larva yang baru menetas berwarna kuning kecoklat-coklatan dengan ukuran panjang berkisar antara 1-2 mm.  Larva serangga ini juga tidak menyukai cahaya matahari langsung dan bersembunyi di permukaan tanah kira-kira sedalam 5-10 cm atau dalam gumpalan tanah.  Larva aktif pada malam hari dan menyerang tanaman dengan cara menggigit pangkal batang dan daun.
     
    Pengendalian
    Pengendalian dengan cara mekanis yaitu mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari. Selain itu, hama ini berkepompong di dalam tanah dan untuk memutus siklus hidup hama dilakukan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak, dan memberikan pestisida berbahan aktif carbofuran pada areal pertanaman. Untuk menarik ulat berkumpul, insektisida dapat dicampur dengan dedak (1:1 v/v) dan diletakkan di parit antar bedengan tanaman.

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Sedap Malam

      03 Januari 2020
      Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonanBibit Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 -
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara