Ensiklopedia Hama dan Penyakit Penting Tanaman Hias Krisan (Part 3)


Diupload oleh : Wisnu Ardi Pratama
16 Februari 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 2529 kali






Trips (Thrips sp.)
Ordo     :  Thysanoptera
Famili    :  Thripidae



Deskripsi
Hama ini bersifat polifag dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap inangnya. Hama ini mempunyai tanaman inang utama yaitu cabai, bawang merah, bawang daun dan jenis bawang lainnya, dan tomat.  Tanaman inang lain yaitu  tembakau, kopi, ubi jalar, labu siam, bayam, kentang, kapas, tanaman dari famili Crusiferae, Crotalaria, aneka kacang, mawar, dan sedap malam.

Hama trips menyerang dengan cara menggaruk dan mengisap cairan tanaman (daun muda/pucuk) dan tunas-tunas muda, sehingga sel-sel tanaman menjadi rusak dan mati.  Gejala serangan paling banyak dijumpai pada permukaan atas daun atau bunga.  Daun tampak keriput, mengeriting dan melengkung ke atas. Trips biasanya makan di bagian dalam kuncup bunga atau daun yang baru berkembang. Akibat hisapan trips, jaringan tanaman menjadi kering sehingga menimbulkan gejala keperakan. Gejala pada bunga berupa bintik-bintik putih. Kerusakan tanaman ini ditandai dengan adanya bercak-bercak keperak-perakan/kekuning-kuningan seperti perunggu terutama pada permukaan atas daun.  Gejala bercak keperak-perakan awalnya tampak dekat tulang daun menjalar ke tulang daun hingga seluruh permukaan daun menjadi putih.  Daun kemudian menjadi coklat, mengeriting atau keriput dan akhirnya kering.  Pada intensitas serangan yang tinggi, tepi daun berkerut, menggulung ke dalam dan timbul benjolan seperti tumor sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan bila daun tersebut dibuka, akan terdapat imago yang berkelompok. Tanaman yang merana tidak akan menghasilkan bunga yang prima. Pada keadaan seperti itu hasil panen dapat dikatakan rusak dan tidak layak untuk dipasarkan.  Hama ini juga bertindak sebagai vektor Tomato Spotted Wilt Virus (TSWV).  Populasi dan serangan trips biasanya tinggi pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan.
 
Serangga dewasa (imago) berukuran sangat kecil dan bertubuh langsing, dengan panjang tubuh 0,5-5,0 mm (beberapa jenis daerah tropika panjangnya hampir 14 mm).  Berwarna kuning pucat sampai coklat kehitaman.  Imago yang sudah tua berwarna agak kehitaman, berbercak-bercak merah atau bergaris-garis.  Imago trips muda berwarna putih atau kekuning-kuningan. Trips berkembang biak secara partenogenesis. Umur stadium serangga dewasa dapat mencapai 20 hari. Telur trips berbentuk oval atau seperti ginjal.  Serangga betina dapat bertelur hingga 80 butir dan dapat menetas setelah 3 - 8 hari.  Telur biasanya diletakkan pada daun bagian bawah atau di dalam jaringan tanaman secara terpencar.
Nimfa yang baru menetas berwarna keputihan/kekuningan.  Nimfa instar pertama dan kedua aktif berada di permukaan daun sedangkan instar selanjutnya tidak aktif.  Kemungkinan pada saat ini nimfa berada di permukaan tanah.  Pupa yang terbungkus kokon terdapat di permukaan bawah daun dan di permukaan tanah di sekitar tanaman. Trips muda yang keluar dari kokon biasanya belum dapat terbang tetapi sudah dapat meloncat.  Perkembangan pupa menjadi trips muda akan semakin meningkat pada kelembaban rendah dan suhu lingkungan yang hangat. 

Pengendalian
Pengendalian hama ini, yaitu dengan cara mengatur waktu tanam, memasang  perangkap likat warna kuning dan perangkap tersebut dipasang pada saat tanam, penggunaan mulsa plastik hitam perak untuk memutus siklus hidup hama sehingga tidak dapat berkepompong di dalam tanah di sekitar tanaman karena terhalang oleh mulsa plastik tersebut. Penggunaan agens hayati seperti Beauveria bassiana dapat dilakukan  untuk mengendalikan hama trips. Monitoring hama untuk menentukan ambang kendali. Sebagai indikator, pada saat ditemukan 10 nimfa/daun atau kerusakan tanaman mencapai 10% perlu dilakukan penyemprotan insektisida. Aplikasi insektisida berbahan aktif merkaptodimetur dapat dilakukan sesuai dosis anjuran.



Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.225.17.239

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun