Ensiklopedia Hama dan Penyakit Penting Tanaman Hias Krisan (Part 2)


Diupload oleh : Wisnu Ardi Pratama
11 Februari 2016  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 1591 kali






Pengorok daun Liriomyza sp.
Ordo     :  Diptera
Famili    :  Agromyzidae
Deskripsi

Liriomyza sp.  bersifat polifag sehingga mudah menyebar di berbagai lokasi di Indonesia khususnya wilayah dataran tinggi. Hama ini menyerang lebih dari 100 spesies tanaman dari berbagai famili seperti Leguminosae, Cucurbitaceae, Solanaceae, Liliaceae, Compositae, dan Umbelliferrae.  Di Indonesia, hama ini dilaporkan juga menyerang cabai, kentang, tomat, seledri, kacang merah, kubis, gambas, kapri, brokoli, lettuce, bawang daun, bayam, bawang merah, buncis dan beberapa jenis gulma misalnya bayam air.
Serangga dewasa menusuk daun-daun muda dengan ovipositornya untuk meletakkan telurnya sambil makan dengan menghisap tanaman.  Larva hidup dengan cara mengorok daun sehingga pada daun terjadi alur-alur bekas korokan yang berliku. Pada intensitas serangan tinggi terlihat pada bagian daun dan kadang-kadang seluruh tanaman terlihat putih.  Pada populasi tinggi beberapa lubang korokan menyatu dan menyebabkan daun menguning.
 
Kerusakan tanaman tidak hanya disebabkan oleh korokan larva, tetapi juga karena tusukan ovipositor serangga betina yang menyebabkan gejala bintik-bintik putih.
Serangga ini menyerang mulai dari daun yang muda sampai daun tua dengan cara mengisap cairan tanaman yang ke luar dari bekas tusukan.  Beberapa larva seringkali secara bersama-sama menyerang satu daun yang sama, sehingga daun layu sebelum waktunya dan mati. 

Serangga dewasa (imago) berwarna coklat tua kehitaman dan terdapat bintik kuning pada tubuhnya, berukuran panjang 1,5-2 mm.  Sayap transparan mengkilat dan rentang sayap mencapai 2,25 mm.  Sayap terlipat di atas tubuhnya.  Bentuk tubuh seperti lalat kacang (lebih kecil dan lebih ramping).  Telur berwarna putih dan agak transparan dengan panjang 0,2-0,5 mm. Stadia telur berlangsung selama 2-4 hari  Larva instar satu berwarna bening, setelah itu menjadi kuning kecoklatan dengan panjang 2,5-2 mm.  Serangga betina dewasa meletakkan telur pada jaringan daun, sehari setelah kawin.  Serangga betina dapat meletakkan telur sampai sekitar 600-700 butir.  Telur menetas setelah 3-4 hari dan larva berada pada liang korok pada jaringan tanaman (di bawah kutikula dari permukaan atas daun) tersebut.  Siklus hidupnya berlangsung sekitar 165 hari, bergantung pada suhu lingkungan.
Pengendalian.

Pengendalian dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan pertanaman, memotong dan membuang daun yang terserang, pemasangan penutup tanah dari plastik hitam.  Budidaya tanaman sehat dengan mengupayakan tanaman tumbuh subur, pengairan yang cukup, pemupukan (N, P, dan K) berimbang, dan penyiangan gulma. Tanaman yang tumbuh subur lebih toleran terhadap serangan pengorok daun. Penanaman tanaman perangkap, misalnya menanam tanaman kacang merah yang ditanam lebih awal ( 2 minggu sebelum tanam krisan) di sekitar pinggiran tanaman krisan, setiap daun kacang merah yang terserang pengorok daun dipetik/diambil dan dimusnahkan. Pemasangan perangkap likat kuning secara massal dapat dilakukan untuk mengendalikan lalat pengorok daun pada krisan. Jumlah imago yang tertangkap pada perangkap dan jumlah lalat pengorok pertanaman memiliki kaitan yang erat dan dapat digunakan sebagai indikator waktu aplikasi insektisida yang tepat. Penggunaan insektisida nabati seperti mimba (Azadirachta indica) Neem Oil efektif terhadap larva maupun imago pengorok daun. Aplikasi insektisida berbahan aktif seperti siromazin, emamektin benzoat, kartap, dan spinosad atau yang berefek serupa dapat dilakukan untuk menekan populasi pengorok daun. Aplikasi insektisida ini senantiasa memperhatikan tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara atau tepat aplikasi.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.221.17.234

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun