• BAKTERI PERAKARAN PEMICU PERTUMBUHAN TANAMAN (PGPR)
  • ditulis tgl : 25 Januari 2016, telah dibaca sebanyak : 4839 kali


    Gambar malas ngoding
    Bakteri perakaran pemicu pertumbuhan tanaman (BP3T) atau Plant Growth Promoting Rhizobactreria (PGPR) adalah bakteri yang mengkoloni perakaran tanaman dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri ini hidup dan berkembang dengan memanfaatkan eksudat yang dikeluarkan oleh perakaran tanaman. 

    Manfaat BP3T  bagi tanaman adalah : (1) menghasilkan fitohormon, diantaranya indole acetic acid (IAA), sitokinin, giberelin, dan senyawa penghambat produksi etilen; (2) sebagai pupuk hayati, BP3T dapat membuat unsur hara yang ada di dalam tanah mudah diserap oleh tanaman melalui proses mineralisasi dan transformasi. Sebagai contoh, PGPR dapat melarutkan fosfat dan meningkatkan kemampuan pengambilan unsur besi (Fe3+) oleh tanaman; (3) sebagai biopestisida, yaitu kemampuan untuk mengendalikan hama dan penyakit dengan cara menghasilkan antibiotik, mengkolonisasi jaringan dan menginduksi tanaman untuk memproduksi senyawa ketahanan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan tanaman.

    Tabel 1. Nama umum, nama dagang, formulasi, fungsi, metode aplikasi (konsentarsi dan dosis), manfaat, dan tingkat efisiensi ekonomi produk PGPR

    No.

    Nama Umum Produk PGPR

    Nama Dagang

    Manfaat Produk

     

    Konsentrasi dan

    Dosis aplikasi /ha

    Tingkat Efisiensi Ekonomi

    1.

    Pupuk Hayati pada masa pertumbuhan  vegetatif

    Agrihort – BioNutri V

    Dapat mensubstitusi pupuk an organik berunsur hara N hingga 100%

    0,3 – 1,0%

    6 kg/ha

    70 % dibanding Pupuk Kimia “NPK Mutiara”

    2.

    Pupuk Hayati pada masa pertumbuhan generatif

    Agrihort - BioNutri G

    Dapat mensubstitusi pupuk an organik berunsur hara P hingga 100%

    0,3 – 1,0%

    6 kg/ha

    70 % dibanding Pupuk Kimia “NPK Mutiara”

    3.

    Biosterilan

     Agrihort -  BioSter

    Dapat menekan OPT tular tanah (Bakteri, Cendawan, dan Nematoda parasit) patogenik berkisar antara 50 - 65%. Dapat meningkatkan unsur hara tersedia bagi tanaman.

    0,3 – 1,0%

    3 kg/ha

    75 % dibanding Fungisida Kimia “Basamid”

    4.

    Biofungisida

    Agrihort -  BioSpore

    Dapat menekan cendawan patogenik tular tanah dan udara berkisar antara  35 - 55%

    0,3 – 0,5%

    6 kg/ha

    70 % dibanding Fungisida Kimia “Dithane M45”

    5.

    Biobakterisida

    Agrihort -  BioCell

    Dapat menekan bakteri patogenik tular tanah dan udara berkisar antara 35 -  65%

    0,3 – 0,5%

    6 kg/ha

    70 % dibanding Bakterisida Kimia “Agreft 15/1,5”

    6.

    Zat pengatur tumbuh (ZPT)

    Agrihort - BioPremier

    Dapat mensubstitusi ZPT an organik hingga 100%

    0,3 -0,5%

    6 kg/ha

    57 % dibanding ZPT “Root Up”

    7.

    Penambat unsur hara N pada tanaman keluarga kacang-kacangan

    Agrihort- BioNitro

    Dapat mensubstitusi pupuk an organik berunsur hara N hingga 100%

    0,3 – 1,0%

    6 kg/ha

    57 % dibanding Pupuk “Kimia NPK Mutiara”

     


    Follow our twitter : @BalithiLitbang

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25°C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman ± 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh