• GELAR TEKNOLOGI KRISAN DAN PARTISIPASI DALAM TOMOHON INTERNATIONAL FLOWER FESTIVAL 2015 DI TOMOHON, SULAWESI UTARA
  • ditulis tgl : 20 Agustus 2015, telah dibaca sebanyak : 2380 kali


    Gambar malas ngoding

    Acara pembukaan parade mobil hias yang sekaligus pembukaan resmi TIFF dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara yang dihadiri oleh Duta besar dan Perwakilan Negara Sahabat. Sebanyak lebih dari 33 float mobil hias diparadekan yang diiringi oleh kesenian daerah dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Daerah-daerah yang turut ambil bagian pada parade mobil hias sekaligus menampilkan kesenian daerah nya antara lain Kota Batu (Jawa Timur), Sumatera Barat dan Minahasa. Sedangkan beberapa Negara sahabat yang turut ambil bagian pada parade mobil hias adalah Amerika Serikat, Perancis, Filipina, Selandia Baru dan India. Float mobil hias Litbang Pertanian dinyatakan sebagai JUARA I pada parade mobil hias di TIFF 2015.

    Kegiatan Gelar Teknologi varietas krisan dilaksanakan di area pertanaman Balai Benih Pertanian, Dinas Pertanian Kota Tomohon. Varietas-varietas krisan yang didisplaykan adalah Limeron, Kineta, Solinda Pelangi, Arusuko Pelangi, Pasopati, Merah Hayani, Riri dan Kulo yang telah ditanam 3 bulan yang lalu dengan pengawalan teknologi budidaya standar.

    Pada Agroklinik ditampilkan teknologi perbenihan berbagai tanaman hias dari skala in vitro hingga in vivo, diantaranya sedap malam, krisan, gladiol dan mawar. Agroklinik dipandu oleh seorang narasumber yang menjelaskan teknologi perbanyakan/perbenihan dan budidaya komoditas tanaman hias yang ditangani oleh Balithi.

    Pada sesi parade mobil hias, Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbang Hortikultura menampilkan float mobil hias bertema pengawalan litbang pertanian dalam peningkatan produktifitas pertanian. Struktur mobil hias dibentuk dengan menggunakan tempelan bunga segar, dengan menara air mancur sebagai focus utama tema mobil hias. Air mancur ini disimbolkan sebagai litbang pertanian yang tiada hentinya mengawal pembangunan pertanian di Indonesia dengan menghasilkan teknologi inovasi yang didiseminasikan bagai air yang mengalir kepada stake holder/petani. Di bawah menara air, dilengkapi dengan ornament yang menyerupai segala bentuk komoditas litbang pertanian dari sektor pangan hingga hortikultura, yang melambangkan komoditas unggulan dan prioritas litbang pertanian dalam mendukung ketahanan pangan.

     

    Sumber: Dr. Rudy Soehendi & Dr. Kurniawan Budiarto, 2015

    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah
    • 14 Mei 2019

      ANTHURIUM PLOWMANII

      Anthurium adalah genus terbesar pada family Araceae dengan anggota lebih dari 1500 spesies (Mayo et al. 1997; Govaerts dan Frodin 2002). 
      Sistem klasifikasi anthurium menurut  Croat dan Sheffer (1983) terbagi menjadi 19 seksi, yaitu : Tetraspermium, Gymnopodium, Porphyrochitonium, Pachyneurium, Polyphyllium, Leptanthurium, Oxycarpium, Xialophyllium, Polyneurium, Urospadix, Episeiostenum, Digitinervium, Cardiolonchium, Chamaerepium, Calomystrium, Belolonchium,