Kerjasama Pengembangan Tanaman Hias BALITBANGTAN dengan Sakata Seed Corporation - Jepang


Diupload oleh : Irman Firmansyah
14 Agustus 2015  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 2347 kali






Dalam rangka memperkuat kegiatan pemuliaan tanaman hias di dalam negeri diperlukan kerjasama internasional. Melalui kerjasama internasional, kemampuan teknis SDM pemuliaan di dalam negeri dapat ditingkatkan dengan transfer knowledge. Selain itu kerjasama internasional dapat memperluas jaringan networking yang diharapkan berdampak terhadap publisitas kelembagaan pemuliaan dalam negeri. Manfaat lainnya yang dapat dirasakan dari kerjasama internasional adalah kemungkinan melakukan promosi bersama dalam rangka memperluas jaringan pemasaran.
Kerjasama dengan SSC telah dilaksanakan sejak tahun 2008 yang dilandasi oleh kepentingan kedua belah pihak untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan SDG tanaman Hias, khususnya spesies liar, landrace dan materi breeding Impatiens. Kerjasama ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi dan publisitas institusi di bidang pengelolaan dan pemanfaatan SDG serta pengembangan varietas unggul baru Impatiens skala Internasional. Penetapan SSC sebagai mitra kerjasama di dasarkan pada reputasinya sebagai penghasil varietas baru dan produksi benih hortikultura berskala internasional. Oleh karenanya pemilihan SSC sebagai mitra dinilai sangat tepat untuk mencapai target yang ditetapkan. Di dalam kerjasama ini IAARD mendapatkan berbagai keuntungan di antaranya: (1) pembayaran royalty (2) staf yang terlibat dalam eksplorasi mendapatkan pembiayaan dari SSC (3) IOCRI mendapatkan fasilitas produksi, termasuk rumah plastic (4) mendapatkan plasma nutfah (5) mengikuti pengujian evaluasi genotype di lapangan, dan (5) mendapatkan transfer materi genetic. Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari kerjasama ini, maka perlu dipertimbnagkan untuk memperluas cakupan kerjasama pada masa mendatang.

Pada hari pertama kunjungan ke Head Office SSC, Tim IAARD diterima oleh Senior Managing Director Mr. Arakawa. Di dalam kata sambutannya Mr. Arakawa menyatakan bahwa kehadiran Tim IAARD sangat penting di tengah upaya pihak SSC bermaksud memperpanjang periode kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah Impatiens untuk kepentingan kedua belah pihak. Kerjasama penelitian dan pengembangan Impatiens telah dilakukan selama waktu 5 tahun. Selama periode tersebut telah dihasilkan bebagai varietas unggul yang dapat dikelompokan ke dalam 3 golongan, yaitu tipe kompak (sebagai tanaman Pot), tipe vgour (tanaman bedding plant) dan tipe speading (sebagai tanaman landskap). Varietas unggul tersebut memiliki karakter warna bunga yang beragam dan tahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan, tumbuh cepat dan masa produksi bunga yang sangat panjang. Oleh karena karakteristik tersebut sangat menonjol maka para pemulia SSC memberi nama baru “Sun Patiens”. Nama tersebut dipatenkan sebagai nama dagang, sehingga dalam waktu singkat Sun Patiens menjadi sangat popular di seluruh dunia. Karakter tahan terhadap cekaman lingkungan tersebut diturunkan dari tetua persilangan yang berasal dari Indonesia.
Pada masa mendatang program pemuliaan Impatiens akan mengarah pada upaya mendapatkan varietas unggul yang tahan terhadap cekaman lingkungan sesuai permintaan pasar. Para pengguna varietas Impatiens menghendaki agar varietas yang digunakan bersifat tahan terhadap kekeringan, suhu tinggi dan tahan hama/penyakit. Sifat tersebut dikombinasikan dengan sifat produktif, long lasting dan berbunga indah dan warna mencolok.. varietas tersebut dikelompokan sebagai genarasi kedua dari Sun Patiens yang menjadi trend masa depan.
Mencermati sambutan tersebut, Tim IAARD memberi tanggapan positif bahwa kerjasama dengan SSC perlu dilanjutkan tidak hanya karena royalti yang dibayarkan oleh SSC tetapi juga adanya transfer knowledge dan pembangunan fasilitas penelitian yang meningkatkan kompetensi, kapasitas dan kapabilitas Institusi Litbang Tanaman Hias. Selain itu Insterting gen pengendali ketahanan terhadap cekaman lingkungan kepada varietas Sun Patiens tidak disadari terjadi konservasi karakter yang mencegah kepunahan dari cekaman lingkungan. Proses pemuliaan perlu dikembangkan untuk mendapatkan varian-varian baru yang memiliki sifat unggul tergabung dalam varietas baru.

 

Sumber: Dr. Ir. Rudy Soehendi, MP.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.224.100.134

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun