Koordinasi Gelar Teknologi Agribisnis Tanaman Hias di Kabupaten Wonosobo


Diupload oleh : Irman Firmansyah
12 Agustus 2015  |  Kategori :Info Diseminasi - Dibaca 2658 kali






Balai penelitian Tanaman Hias dan Pemerintah Daerah Wonosobo kembali melakukan kerjasama untuk kegiatan Diseminasi. Kerjasama kali ini dilaksanakan dalam rangka Gelar Teknologi Agribisnis Tanaman Hias yang akan digelar di Kabupaten Wonosobo.  Demi lancarnya kegiatan ini, Pihak Balithi melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Wonosobo, dimana dari pihak Balithi dihadiri oleh kepala Balithi, Koordinator Program Balithi, dan kasubbid. Kerjasama Puslithorti. Sedangkan dari pihak Pemda Wonosobo dihadiri langsung oleh Bupati Wonosobo, Kepala Dinas Pertanian Wonosobo, Kabid Horti Dinas Pertanian Wonosobo, dan Kepala Bapedda Wonosobo. Agenda yang menjadi bahasan utama adalah perencanaan acara gelar teknologi tanaman hias,naskah perjanjian kerjasama, serta  survei ke lokasi gelar teknologi.

 Telah ditetapkan tanggal pelaksanaan kegiatan Gelar Teknologi (Geltek) Mendukung Agribisnis Florikultura di Kabupaten Wonosobo pada tanggal 20 - 22 Oktober 2015. Geltek ini merupakan pengembangan dari kerjasama sebelumnya, diarahkan ke agrisbisnis untuk komoditas krisan. Disampaikan oleh Koordinator Program Balithi, bahwa produksi krisan masih dikuasasi oleh pasar Jawa Barat sekitar  51%. Hal inilah yang mendorong  kegiatan gelar teknologi untuk mendukung agribisnis tanaman hias Kabupaten Wonosobo dan menjadikan krisan sebagai potensi agribisnis karena letak geografis dan potensi wilayah yang strategis di Kabupaten Wonosobo.  Geltek yang akan dilakukan tidak hanya diseminasi dalam bentuk pameran da demplot saja namun akan difokuskan pada pelatihan dan pendampingan teknologi.  Geltek memuat misi untuk menyebarkan inovasi teknologi yang dapat diadopsi oleh petani sehingga nantinya dapat mendorong agribisnis terutama untuk komoditas krisan secara nasional.

Bupati Wonosobo pada kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dikonsentrasikan pada satu kecamatan dan langsung terjun dalam agribisnisnya sehingga akan terlihat hasilnya secara nyata. Hal tersebut juga mendukung program “One Village One Product” yang telah dicanangkan sejak tahun 2010. Diharapkan, momen Geltek pada bulan Oktober 2015 merupakan langkah awal untuk pengembangan agribisnis krisan dan terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi petani.


Pada kesempatan ini juga telah dibahas mengenai perjanjian kerjasama (MoU) harus dirinci dan lebih teknis untuk jangka panjang dan lebih difokuskan untuk kesejahteraan petani Wonosobo.  Inti dari MoU adalah pengembangan “One Stop Village” untuk Komoditas Krisan di Kecamatan Garung, Wonosobo dan bagaimana strateginya untuk memproduksi komoditas krisan yang sustainable sehingga peningkatan kesejahteraan dan pendapatan daerah dapat meningkat yang tentunya harus melakukan perbaikan dan  diperbarui terus menerus. Dalam MoU juga harus memuat peningkatan kompetensi SDM Dinas dan kelompok tani  dalam bentuk pendampingan teknologi atau pelatihan sesuai dengan SOP mulai dari pengolahan tanah  sampai dengan panen, serta estimasi biaya dari awal sampai akhir. Selain itu,  ke depan harus dipersiapkan MoU jangka panjang yang melibatkan komoditas lain hortikultura selain tanaman hias.

Kegiatan koordinasi ini kemudian dilanjutkan dengan survei ke lokasi Geltek di Kec. Garung dan penentuan lokasi seremonial pembukaan acara yang ditentukan di Desa Kuripan. Untuk kegiatan display dan demoplot ada 12 lokasi rumah sere (masing-masing ± 1000 m2) untuk krisan yang tersebar di Kec. Garung. Ada satu lokasi rumah sere yang dilengkapi dengan sensor suhu dan cahaya yang dikembangkan oleh Universitas Diponegoro, namun jalan menuju lokasi rumah sere tersebut  sangat kecil sehingga sulit dijangkau jika demoplot krisan nantinya akan ditanam pada lokasi rumah sere tersebut.  Penanaman akan dimulai sekitar tanggal 11-13 Juli 2015. Perawatan dan pemeliharaan akan tanaman akan dilakukan oleh kelompok tani setempat, di bawah supervisi teknisi Balithi.  Diperkirakan periode penanaman sampai dengan berbunga sekitar tiga bulan.

Sebagai penutup diskusi setelah survei, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan menyampaikan  diharapan setelah Geltek ini, pendampingan atau pengawalan tenologi krisan akan terus berlanjut. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi SDM sebagai trainer dan trainee. Hal ini terkait dengan program akselerasi agribisnis florikultura di kabupaten Wonosobo yaitu pencanangan Kec. Garung sebagai kampung flori dan geltek.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.81.210.99

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun