• EKSPOSE TEKNOLOGI INOVASI TANAMAN HIAS
  • ditulis tgl : 10 April 2008, telah dibaca sebanyak : 1209 kali


    Gambar malas ngoding
    Balai Penelitian Tanaman Hias bekerjasama dengan PT. Syngenta akan menyelenggarakan Ekspose Teknologi Inovasi Tanaman Hias 2008 yang diselenggarakan di Balai Penelitian Tanaman Hias tanggal 6 - 7 Mei 2008 mengangkat tema ”Teknologi Inovatif Untuk meningkatkan Daya Saing Dan Nilai Tambah Komersial Tanaman Hias”. Beberapa program akan diselenggarakan dan bertujuan untuk mendorong terjadinya interaksi positif antara pelaku usaha/petani dan pihak terkait lainnya dengan Balithi dan PT. Syngenta Indonesia, yaitu pameran teknologi produksi tanaman hias, presentasi produk dan tanaman hias, kontak/temu bisnis, klinik tani tanaman hias, kunjungan lapang dan studi preferensi konsumen.

    Ekspose Teknologi Inovasi Tanaman Hias dimaksudkan sebagai sarana promosi guna mempercepat akselerasi diseminasi, adopsi dan penyebarluasan teknologi yang dihasilkan oleh Balithi kepada pengguna. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menggali kerjasama kemitraan yang lebih luas dengan mitra swasta, petani, stake holder dan instansi pemerintah yang terkait guna memacu pencapaian perakitan teknologi tanaman hias baru yang aplikatif, feasible dan adaptif di masa mendatang. Kegiatan Ekspose Teknologi Inovasi Tanaman Hias juga merupakan suatu rangkaian yang diselenggarakan sebagai upaya untuk mendapatkan umpan balik kepada Balithi dalam penyempurnaan program penelitian dan pengembangan tanaman hias, mengkaji penyebarluasan dan pemanfaatan teknologi inovatif tanaman hias, serta mengevaluasi pencapaian hasil dan kinerja penelitian tanaman hias secara keseluruhan guna peningkatan kompetensi institusi melalui hasil dan pelayanan penelitian terhadap masyarakat luas.
    Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Ibu Ir. W. Nuryani (HP 08158025528) sebagai Ketua Pelaksana.
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 18 Mei 2019

      Sejarah Singkat Krisan



      Krisan atau chrysanthemum berarti bunga emas. Dalam bahasa Yunani chrysos berarti emas dan anthemon berarti bunga, nama lain dari bunga krisan adalah seruni. 

      Tanaman krisan yang kita kenal sekarang ini merupakan tanaman hibrida yang kompleks, yang bila ditanam dari biji akan terjadi segregasi genetik menjadi individu tanaman yang mempunyai warna dan bentuk yang sangat beragam. Kebanyakan spesies
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah