Membangun dan Memperkuat Kerjasama Penelitian Antara Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Dan Sakata Seed Corporation Di Bidang Pengelolaan Dan Pemanfaatan Sumberdaya Genetik Sunpatiens


Diupload oleh : Jasa Penelitian
08 September 2014  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 1737 kali






Pada hari pertama kunjungan ke Head Office SSC, Tim IAARD diterima oleh  Senior managing Director Mr. Arakawa.  Di dalam kata sambutannya  Mr. Arakawa menyatakan bahwa kehadiran Tim IAARD sangat penting di tengah upaya pihak SSC bermaksud memperpanjang periode kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah Impatiens untuk kepentingan kedua belah pihak.  Kerjasama penelitian dan pengembangan Impatiens telah dilakukan pada selama waktu 5 tahun. Selama periode tersebut telah dihasilkan berbagai varietas unggul yang dapat dikelompokkan ke dalam 3 golongan, yaitu tipe kompak (sebagai tanaman pot), tipe vigour (tanaman bedding plant) dan tipe spreading (sebagai tanaman lanskap).  Varietas unggul tersebut memiliki karakter warna bunga yang beragam dan tahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan, tumbuh cepat dan masa produksi bunga yang sangat panjang.  Oleh karena karakteristik tersebut sangat menonjol maka para pemulia SSC memberi nama baru “Sun Patiens”.  Nama tersebut dipatenkan sebagai nama dagang, sehingga dalam waktu singkat Sun Patiens menjadi sangat popular di seluruh dunia.  Karakter tahan terhadap cekaman lingkungan tersebut diturunkan dari tetua persilangan yang berasal dari Indonesia.
Pada masa mendatang program pemuliaan Impatiens akan mengarah pada upaya mendapatkan varietas unggul yang tahan terhadap cekaman lingkungan sesuai permintaan pasar. Para pengguna varietas Impatiens menghendaki agar varietas yang digunakan bersifat tahan terhadap kekeringan, suhu tinggi dan tahan hama/penyakit.  Sifat tersebut dikombinasikan dengan sifat produktif, long lasting dan berbunga indah dan berwarna mencolok.  Varietas tersebut dikelompokkan sebagai generasi kedua dari Sun Patiens yang menjadi trend masa depan. 
Mencermati sambutan tersebut, Tim IAARD memberi tanggapan positif bahwa kerjasama dengan SSC perlu dilanjutkan tidak hanya karena royalti yang dibayarkan oleh SSC tetapi juga adanya transfer knowledge dan pembangunan fasilitas penelitian yng meningkatkan kompetensi, kapasitas dan kapabilitas institusi Litbang tanaman hias.  Selain itu inserting gen pengendali ketahanan terhadap cekaman lingkungan kepada varietas Sun Patiens tidak disadari terjadi konservasi karakter yang mencegah kepunahan dari cekaman lingkungan.  Proses pemuliaan perlu dikembangkan untuk mendapatkan varian-varian baru yang memiliki sifat unggul tergabung dalam varietas baru.
Presentasi company profile oleh Mr. Koseki mewakili devisi Penelitian dan Pengembangan SSC.  Di dalam presentasinya dinyatakan bahwa SSC didirikan pada tahun 1913 di Yokohama sebagai produsen benih sayuran.  Benih yang diproduksi awalnya adalah benih sayuran uang diproduksi pada skala terbatas untuk pasar lokal. Namun seiring dengan perkembangan waktu, produksi benih sayuran meningkat pesat dan dalam waktu 10 tahun dapat menguasai pasar domestic.  Atas inisiatif pemilik perusahaan, produksi benih dilakukan untuk mengisi pasar ekspor.  Selanjutnya dalam waktu 10 tahun berikutnya, berbagai cabang perusahaan dirikan di berbagai Negara termasuk di Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Asia. Pada peringatan 100 tahun, Presiden SSC menyatakan bahwa saat ini cabang SSC telah berkembang hampir 60 negara di seluruh dunia.  Benih yang diproduksi pada masa kini tidak hanya benih sayuran, melainkan juga tanaman hias, tanaman buah, tanaman pangan, perkebunan, tanaman industry dan tanaman herbal.
Tanaman hias merupakan salah satu komoditas yang ditangani SSC, mencakup tanaman hias taman, pekarangan dan tanaman pot, seperti Petunia, Vinca, Impatiens, Geranium, Celosia, Zinia dan marigold.  Semua jenis tanaman hias tersebut dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan konvensional dan pemuliaan genom.  Kegiatan pemuliaan konvensional menghasilkan hibrida F1 yang memanfaatkan heterosis untuk mendapatkan sifat unggul.  Produk benih tanaman hias tersebut dipasarkan ke seluruh dunia dengan pasar utama ialah Eropa Barat, Amerika Serikat dan Amerika latin.
Kegitan pemuliaan Impatiens dilaksanakan sejak tahun 2004 dan pemasaran perdana dilaksanakan tahun 2005.  Pada awalnya benih yang dihasilkan pada saat itu masih kalah bersaing dengan produk serupa dari luar negeri, khususnya bila dibandingkan dengan produk dari Israel.  Namun setelah mengubah program pemuliaan yang mengarah produksi tanaman yang toleran cekaman lingkungan kekeringan dan suhu tinggi, berkarakter fast growing dan long lasting dengan menggunakan sumberdaya genetic yang berasal dari Indonesia, akhirnya diperoleh generasi baru Impatiens yang diberi nama Sun Patiens.  Produk ini menguasai pasar internasional dengan share market sebesar lebih dari 30% dari total voleme penjualan dunia sebanyak 80 juta stek pucuk.
Keberhasilan pengembangan generasi baru Impatiens tersebut menjadi tonggak sejarah munculnya produk inovatif yang sesuai permintaan konsumen.  Dengan memiliki varietas yang dengan karakter tahan cekaman lingkungan, fast growing dan long lasting maka para konsumen tidak lagi dituntut memelihara tanaman secara intensif di lapangan sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan serendah mungkin.  Efisiensi biaya pemeliharaan tersebut berasal dari penurunan biaya penyiraman, pengendalian gulma, pengendalian hama/penyakit dan panjangnya masa produksi tanaman.
Kegiatan lainnya adalah Diskusi tentang Kegiatan Penelitian dan Pengembangan yang telah Berjalan. Sampai dengan awal tahun 2014 telah dilakukan kegiatan sebagai berikut :
  • Eksplorasi plasma nutfah Impatiens ke berbagai pulau di Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.  Aksesi plasma nutfah hasil eksplorasi selanjutnya dikoleksi dan dikarakterisasi.  Selanjutnya setiap aksesi diperbanyak skala terbatas untuk evaluasi keunggulan terhadap cekaman suhu tinggi dan kekeringan, fast growing, long lasting serta ketahanan terhadap hama penyakit penting, termasuk virus, bakteri dan cendawan. Konservasi dalam bentuk biji juga dilakukan untuk mempertahankan tanaman agar tidak punah.
  • Aksesi yang diketahui memiliki sifat unggul toleran terhadap cekaman suhu tinggi dan kekeringan, fast growing, long lasting serta ketahanan terhadap hama penyakit penting selanjutnya digunakan dalam program hibridisasi interspesifik (Impatience valeriae, I. balsamia, I New guinea). Dari program hibridisasi tersebut akhirnya diperoleh biji F1 yang selanjutnya segera dikecambahkan dan ditumbuhkan pada tray dan pot hingga berbunga.  Berdasarkan karakter bunga dan parameter seleksi lainnya (tahan cekaman lingkungan) akhirnya dilakukan seleksi.  Kegiatan seleksi menghasilkan individu tanaman F1 terseleksi yang kemudian diperbanyakan vegetative untuk produksi mother stock. Stek pucuk dari perbanyakan vegetative tersebut selanjutnya siap dipasarkan.
  • Sebelum dipasarkan, pihak SSC melakukan uji preferensi konsumen dan promosi secara intensif. Dari data uji preferensi konsumen akhir dilakukan pemasaran skala terbatas dan skala massal ke seluruh dunia.
  • Generasi baru Impatiens yang  memiliki karakter toleran terhadap cekaman lingkungan diberi nama baru “Sun Patiences”.  Nama ini telah dipatenkan secara internasional.
  • Telah dihasilkan sebanyak 32 varietas unggul Sun Patience yang telah dipasarkan ke seluruh dunia yang tergolong dalam kelompok Vigor, kompak dan spreading.

Pada sesi berikutnya dilakukan diskusi kegiatan yang akan dilakukan hingga tahun 2015.  Materi diskusi diuraikan sebagai berikut :

  • Eksplorasi ke Nusa Tenggara Timur : Eksplorasi akan dilakukan pada Desember 2014/Januari 2015.
  • Target eksplorasi adalah mendapatkan aksesi yang Heat tolerance dan drought tolerance, Pertumbuhan cepat dan Vigor, Periode tumbuh panjang, Tahan hama/penyakit
  • Perbaikan Rumah Plastik : SSC berkewajiban memperbaiki rumah plastik yang telah rusak. Rumah plastik dipergunakan untuk kegiatan karakterisasi, koleksi dan konservasi
  • Mengirim Sun Patience ke Indonesia :
  1. Sebanyak 3 genotipe sunpatience akan dikirimke Indonesia untuk acaran open house
  2. Pengiriman dilakukan setelah pengurusan seluruh dokumen yang diperlukan diselesaikan


Di dalam diskusi ini telah disepakati berbagai kesepahaman sebagai berikut :
a.    Rencana launching dan promosi internasional akan disusun oleh tim khusus
b.    Perlu menyusun working group untuk mempersiapakn acara launching varietas
c.    Perlu dipersiapkan pemasangan logo pada kemasan 

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.207.223

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun