Menjadi lembaga penelitian berkelas dunia: Harapan vs. Realitas (Laporan Hasil Pelatihan Menulis Naskah untuk Jurnal Internasional)


Diupload oleh : Jasa Penelitian, Dr. Drs. Budi Winarto, MSc.
14 September 2012  |  Kategori :Info Aktual - Dibaca 1144 kali






Inilah Visi dan Misi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian hingga tahun 2014:

Visi

“Pada tahun 2014 menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia yang menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi pertanian untuk mewujudkan pertanian industrial unggul berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal”

Misi

  • Menghasilkan, mengembangkan dan mendiseminasikan inovasi teknologi, sistem dan model serta rekomendasi kebijakan di bidang pertanian yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumber daya lokal guna mendukung terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya penelitian dan pengembangan pertanian serta efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya.
  • Mengembangkan jejaring kerja sama nasional dan internasional (networking) dalam rangka penguasaan Iptek scientific recognition) dan peningkatan peran Badan Litbang Pertanian dalam pembangunan pertanian (impact recognition)
Visi dan misi diatas adalah visi dan misi yang dimiliki oleh Badan Litbang Pertanian, yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2014. Visi dan misi ini menuntut setiap lembaga penelitian dibawah Badan Litbang Pertanian mempunyai tanggung jawab yang tinggi dalam mewujudkannya. Menerbitkan  hasil-hasil penelitian setiap lembaga penelitian pada level internasional merupakan salah satu wujud nyatanya. Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, dari tanggal 10-12 September 2012, Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) menyelenggarakan Pelatihan Menulis Naskah untuk Jurnal Internasional dibawah bimbingan Dr. Jaime A. Teixeira da Silva (Editor in Chief Global Science Book, sekaligus Konsultan Universitas Kagawa, Jepang) yang bertempat di Aula Pertemuan Balithi
Kegiatan yang sedianya langsung difokuskan pada penulisan naskah internasional terkait dengan bagaimana mempersiapkan tulisan yang baik, memilih jurnal yang sesuai, mengenali jurnal-jurnal, penerbit dan reviewer yang dapat dipercaya (tidak menipu), bagaimana cara mengirimkannya; namun hal itu tidak dapat langsung dilakukan karena ‘ketidak-siapan’ peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut. Oleh karena itu untuk membuka kegiatan tersebut agar lebih bermanfaat, Dr. Jaime A. Teixeira da Silva mengajak sharing peserta untuk mengungkapkan motivasi utama setiap orang:  mengapa mau menjadi peneliti/ilmuwan dan apa yang melatarbelakanginya. Kegiatan juga diisi dengan permainan-permanian kreatif terkait dengan penyampaian informasi, hingga penyempaian materi terkait dengan topic-topik utama yang dirancang sejak awal oleh Jaime.
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan 3 hari, pada awalnya diikuti oleh 40 orang peneliti, hari kedua menyusut menjadi 19 peneliti dan pada hari ketiga hanya diikuti oleh 7 peneliti yang memiliki naskah ilmiah yang berhasil direview awal oleh Jaime. Dari 7 naskah ilmiah tersebut hanya ada 3 naskah ilmiah yang potensial untuk dilanjutkan penerbitannya pada jurnal internasional, meskipun banyak perbaikan yang harus dilakukan oleh penulis naskah. Jika penulis naskah serius dan mau memperbaiki sesuai saran hasil review, Jaime yakin naskah tersebut dapat diterbitkan di jurnal internasional.
Inilah kenyataan yang ada di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), kehadiran  Dr. Jaime A. Teixeira da Silva yang sangat penting artinya bagi kemajuan peneliti, tetapi kurang mendapatkan respon yang sungguh-sungguh dari para peneliti Balithi. Berbagai alasan, baik yang rasional maupun yang kurang rasional muncul dari para peneliti. Alasan klasik yang muncul adalah: tidak bisa berbahasa inggris, tidak bisa menyusun naskah ilmiah dalam bahasa inggris, dan tidak memiliki naskah ilmiah dalam bahasa inggris yang siap untuk direview. Kondisi ini dimiliki oleh 87% peneliti Balithi, yang menyebabkan hanya hadir pada hari pertama dan menghilang pada hari berikutnya.
Dari kenyataan diatas, terlihat bahwa menjadi lembaga penelitian berkelas dunia dalam kontek mempersiapkan dan mempublikasikan hasil penelitian pada level internasional, masih sebatas harapan; namun kenyataannya hampir 90% peneliti Balithi tidak siap untuk mewujudkannya
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.207.223

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun